
Keterangan:
[] \= Tanda sistem berbicara
{} \= Tanda emalia yang berbicara kepada sistem dalam pikiran
Kelas 11 Fisika 1
Melihat tulisan di depan kelas yang menunjukan kelas 11 Fisika 1 yang merupakan kelasnya nanti, emalia melangkahkan kakinya ke dalam kelas .
"Hay, kita bertemu lagi," sebuah sura terdengar dari belakangnya.
Emalia mendengar suara yang yang akrab langsung menolehkan kepalanya ke belakang.
"Kamu lagi!?." Matanya yang bulat langsung melotot membuatnya sangat mirip seperti mata kucing.
Dilan yang merupakan orang yang menyapa emalia , hanya tersenyum nakal di bibirnya.
"Aku." Menunjuk dirinya sendiri dengan seringai di wajah tampannya.
"Kenapa kamu disini!?,"tanya emalia bingung sambil memiringkan kepalanya dengan imut.
Dilan yang melihat tingkah menggemaskan emalia langsung menangkap pipi tembemnya dengan kedua tangannya dengan gemas, tidak bisa menahan hatinya yang meleleh.
"Kau tahu, tadi pagi saat aku bangun , aku teringat sebuah ramalan. Ramalan itu mengatakan bahwa aku akan bertemu seseorang yang membuat jantungku berdetak hari ini."
"Jadi siapa dia!?" Emalia bertanya polos.
Dilan mendekatkan wajahnya ke telinga emalia dan berbisik : " Dan memang benar ramalan itu, karena hari ini jantungku berdetak kencang setiap saat tanpa henti. Dan itu karena aku melihatmu."
Emalia yang mendengar jawaban dilan langsung tersipu malu, pipi tembem nya sudah dilapisi oleh rona merah seperti kepiting rebus.
[Tuan rumah, protagonis laki-laki di novel ini terlalu pandai menggombal]
{Dilanku sangat tampan!!, Aku suka!!!!(^•^)}
Sistem yang mendengar ucapan tuan rumahnya yang sudah salah tingkah langsung diam tak berkutik.
[Tuan rumahku terlalu bodoh, kenapa dia sangat mudah dibuat baper. Sebenarnya yang seharusnya di serang siapa sih, aku pikir protagonis yang merayu tuan rumah dan tuan rumah yang di serang. Udah ah, sistem bingung sendiri°_°]
Sistem 174 langsung mengganti siaran acaranya dengan drama Korea yang belum selesai dia tonton tanpa menghiraukan tuan rumahnya yang sedang salah tingkah karena protagonis laki-laki.
Emalia langsung mundur dan menjauhkan tubuhnya dari dilan, dan langsung berjalan cepat ke dalam kelas.
Saat emalia ingin bertanya kepada teman-teman di kelas dimana dia akan duduk. Tiba-tiba ada yang menarik tangannya dan membawah tubuhnya ke kursi belakang dan mendudukkannya ke atas kursi.
"Kenapa kamu bawah aku kesini!?."
"Soalnya hanya tempat duduk ini yang kosong,"jelas dilan.
Emalia yang mendengar ucapan dilan hanya ber-oh saja.
"Hey kawan." Ada seorang laki-laki yang tiba-tiba merangkul dilan .
Laki-laki itu yang sepertinya kawan dilan langsung bingung melihat bangkunya sedang diduduki oleh seorang perempuan.
"Tempat dudukku.." sebelum dia sempat menyelesaikan omongannya ,dilan langsung menarik tubuh laki-laki itu menjauh dari emalia.
"Yan, tempat duduk mu aku pinta untuk Perempuanku. Kamu cari tempat duduk lain aja ya," pinta dilan kepada kawannya.
__ADS_1
"Oke ." Vian hanya pasrah dengan permintaan kawannya ini dan pergi mencari tempat duduk lain.
Dilan kembali ke tempat emalia dan duduk di bangkunya.
Melihat dilan yang duduk di samping bangkunya merasa bingung.
"Kenapa kamu duduk disini?,"tanyanya dengan raut bingung.
"Tempatku memang disini," jawab dilan enteng.
Emalia yang mendengar jawaban dilan langsung menampilkan ekspresi terkejut dan menggaruk tekuk nya dengan bingung.
Melihat tingkah emalia yang sangat imut, dilan menolehkan kepalanya ke jendela membelakangi emalia dan tersenyum lembut.
Ting..Ting...
Upacara bendera diadakan.
Emalia bersiap untuk berbaris.
Dilan yang melihat emalia akan melakukan upacara, dia mengikutinya dari belakang.
"Kawan, kamu mau kemana?," Tanya Vian kepada dilan yang akan pergi.
"Aku ingin menjaga milikku,"jawab dilan sambil tersenyum melihat bagian belakang emalia yang sudah pergi.
"Maksudnya!?,"tanya Vian bingung.
"Sudahlah kawan, aku pergi dulu." Sambil menepuk pundak Vian dan melenggang pergi menyusul emalia.
"Dasar bucin!!-_-." Menggelengkan kepala malas melihat tingkah laku kawannya .
"Sepertinya alam semesta merestui kita," ucap dilan tepat di telinga emalia.
"Maksudnya!?(°_°)," tanya emalia bingung sambil menoleh ke belakang.
"Maksudku, aku berbaris didekat mu karena itu takdirnya." Mengangkat alisnya main-main kepada emalia.
Emalia yang mendengar ucapan dilan hanya mendengus dan membalikan badannya .
Dilan yang melihat yang dilakukan emalia hanya tersenyum. Dilan pikir emalia tidak akan menjawabnya tapi tiba-tiba ,
Emalia membalikkan badannya lagi ke arah dilan dan berkata : " Kalau gitu kita memang takdir." Tersenyum.
"Jadi apakah sekarang kita jadian!?,"tanya emalia lugas.
Deg..
Dilan yang mendengar pertanyaan emalia langsung terkejut.
"Ma...maksudnya!!?,"tanya dilan terkejut dengan suara yang terbata-bata.
"Kalau kamu gak dengar ya gak apa-apa," ucap emalia entang tanpa mempedulikan dilan yang terkejut dan membalikkan badannya ke depan lagi.
Dilan yang sadar akan ucapan emalia langsung berkata : "Iya!!," suaranya yang sangat keras membuat seluruh siswa siswi yang sedang berbaris menoleh ke arah dilan.
Dilan yang mengetahui suaranya terlalu keras tidak peduli dan berkata : " Pengumuman, mulai hari ini . Seorang yang bernama Emalia Anandita, resmi menjadi milik Dilan. Demikian pengumuman yang saya sampaikan , Terima kasih."
Pengakuan dilan kepada emalia membuat seluruh siswa siswi menjadi riuh dengan banyak cuitan dan tepuk tangan.
__ADS_1
"Oh ,so sweet banget,"ceruk salah satu siswi.
"Romantis," kata siswi lainnya.
"Emalia Anandita itu bukannya anak baru ya!?," tanya salah satu siswi kepada temannya.
"Iya mungkin," jawab temannya.
Begitulah bisik-bisik siswa siswi yang mendengar pengumuman pengakuan cinta dilan yang sangat romantis kepada emalia.
[Tuan rumah , protagonis laki-laki terlalu romantis!!]ucap sistem yang sudah histeris melihat protagonis laki-laki yang membuat pengakuan kepada tuan rumahnya.
{Oh, jantungku mau copot rasanya. Terlalu so sweet!!(^•^)}
Ding..
[Nilai cinta dilan : +5
Total nilai cinta dilan : 80/100
(Keterangan : aku mencintainya)]
"Hey, apa yang berisik disana!!" teriak pak Suripto sambil melangkahkan kakinya mendekati dilan dan mendorong tubuhnya tanpa aba-aba.
Emalia yang melihat dilan didorong langsung terkejut.
Dilan menatap ke arah pak Suripto dan bertanya :" ada apa pak?."
Suripto yang mendengar pertanyaan dilan langsung marah.
" SUDAH SALAH MALAH BERTANYA LAGI, MELAWAN KAMU YA!!." Ucap marah Suripto .
"Saya bertanya pak!."jelas dilan kepada pak Suripto.
"OH MELAWAN KAMU??!!HAH!!."
Plak...
Pak Suripto menampar wajah dilan.
"MELAWAN??!!!.."
"YA MELAWAN!!."
Dilan langsung menerjang tubuh Suripto dan memukulnya.
Suripto lari menghindari pukulan dilan.
Dilan yang marah dengan mata yang sudah merah berlari mengejar Suripto dan ditahan oleh para guru.
"BACOT KAU SURIPTO!!!,"teriak dilan ke arah Suripto.
"BACOT KAU!!!."
"Kutunggu di BP kamu ya," kata Suripto menjawab dilan yang sedang di tahan oleh para guru.
Emalia yang melihat kejadian itu langsung terkejut dan berlari ke arah dilan. Dia memeluk pinggang dilan dengan erat untuk menenangkan amarah dilan.
"Aku takut," ucapnya dengan lirih .
__ADS_1
Dilan yang mendengar ucapan lirih emalia langsung diam dan tenang .