
Keterangan:
[] \= Tanda sistem berbicara
{} \= Tanda afifa yang berbicara kepada sistem dalam pikiran
Nathan berlari sangat kencang menyusul kekasihnya.
Saat ini mereka berada di lorong kelas, saat ini tidak ada orang di lorong karena saat ini adalah jam masuk.
Shett
Tubuh afifa ditarik dan masuk ke dalam pelukan kekasihnya.
"Maaf,maaf. Aku benar-benar minta maaf sayang,"ucap nathan berulang kali dengan nada yang memohon.
Afifa mencoba melepaskan tubuhnya dari pelukan nathan, tapi Nathan dengan erat memeluk tubuh mungilnya.
Nathan mencengkram erat pinggang tipisnya dan menyelusupkan kepala Afifa ke dadanya.
Dia mencium puncuk rambut Afifa berulang kali sambil meminta maaf berulang kali.
Sungguh dia sangat bodoh!!!
Lebih baik dia jadi pecundang dan penjahat daripada berpisah dengan kekasihnya. Dia tidak tahu harus berpikir apa sekarang karena dia sungguh sangat khawatir akan ditinggalkan oleh kekasihnya.
Dia rela mengkhianati prinsipnya jika untuk kekasihnya.
Afifa terus memukul kuat dada bidang Nathan . Dia benar-benar marah dan kecewa sekarang kepada Nathan. Apakah dia tahu jika dia sangat membenci perkelahian?!!.
"Aku benar-benar kecewa sama kamu. Kenapa kamu harus melakukan hal itu?!!,'tanyanya dengan marah.
Mendengar pertanyaan kekasihnya yang marah, Nathan hanya diam dan mencium rambut kekasihnya berulang kali. Tiba-tiba,
Rasa basah di dadanya membuat tubuh nathan mematung seketika.
Kekasihnya, orang yang paling dia cintai dan sayangi di dunia ini. Kini menangis karen dirinya!!.
Mendengar karena prilakunya!!.
Nathan langsung melepaskan pelukannya dan menangkup pipi kekasihnya dengan lembut.
Dia melihat mata kekasihnya sudah sembab dengan air mata yang berjatuhan. Dan itu karena dirinya.
Nathan kelagapan karenanya, dia dengan lembut mengusap air mata di pipi putih porselen kekasihnya yang sudah memerah akibat menangis.
"Sayang, aku mohon jangan menangis oke." Matanya yang menatap mata afifa dengan lembut .
Nathan mendekatkan wajahnya ke wajah afifa dan mengecup pelan sudut mata afifa.
"(°∆°)!!!???."apa????!!!!
Otaknya langsung blank karena ulah Nathan. Dia tidak habis pikir dengan apa yang baru saja dilakukan kekasihnya pada dirinya.
"APA YANG KAMU LAKUKAN!!!." Matanya yang sudah besar menjadi semakin besar.
__ADS_1
Dia memelototi Nathan dengan marah.
"Kamu bajingan!!!!." Berlari meninggalkan nathan.
Melihat kekasihnya yang pergi meninggalkannya dengan marah,nathan merutuki dirinya yang kebablasan .
Dia telah mencium kekasihnya tanpa izin kekasihnya sama sekali dan itu pasti membuat afifa menjadi semakin marah pada dirinya.
"Ah!!sial!!." Menjambak rambut hitamnya dengan kesal.
Dia merutuki kebodohan ini.
Nathan mencoba menyusul kekasihnya kembali tapi afifa tidak terlihat lagi di sekolah.
Dia melihat ke sekeliling tapi belum juga menemukan keberadaan kekasihnya.
Dia benar-benar kesal sekarang!!.
Sisi lain
Afifa saat ini telah berada di rumah.
Dia tadi langsung menghentikan angkot dan pulang ke rumah. Dia meminta sistemnya untuk meremas komputer guru untuk membuat dirinya tidak absen.
Dia benar-benar momed sekarang karena ulah nathan.
Memikirkan kejadian tadi membuat wajahnya langsung memerah seperti tomat.
{Sistem, aku sekarang benar-benar kesal dengan kelakukan protagonis Laki-laki. Apakah dia bisa seenaknya mencium orang lain tanpa izin. Dia sangat tidak sopan tahu. Dan juga dia suka banget berantem, kayak berandalan aja!!!}
Dia tahu kalau tuan rumahnya kini sedang marah, jadi dia hanya harus mendengarkan keluhan tuan rumahnya saja.
Tidak mendengar balasan dari sistemnya, Afifa tidak peduli dan terus meluapkan semua keluhannya kepada sistem.
Setelah beberapa lama kemudian, rasa kantuk mulai menimpa afifa.
Kelopak matanya semakin berat dan terjatuh dalam kegelapan.
Tidak mendengar suara tuan rumahnya lagi dan hanya terdengar sayup-sayup nafas stabil di dalam ruangan. Sistem langsung mengaktifkan mode tidur.
[Mode offline diaktifkan]
Di luar rumah Afifa.
Sejak tadi nathan terus menunggu afifa di luar rumahnya. Bunda Yati tadi mengatakan kekasihnya sedang tidur yang membuat nathan menunggunya dengan tenang di luar.
Saat ini ayah afifa sedang melakukan dinas ke luar kota selama 5 hari yang membuat hanya afifa dan ibunya yang di rumah.
Yati yang melihat nathan yang duduk di depan rumahnya sejak tadi membuat Yati menjadi bingung. Apakah mereka sedang marahan sekarang!!!?.
"Nathan,"panggil Yati kepada Nathan yang sedang duduk melamun.
"Iya Bun."
"Ada masalah apa kamu sama afifa ?,'tanya Yati tiba-tiba.
__ADS_1
Nathan yang mendengar pertanyaan calon ibu mertuanya ini langsung terdiam.
Dia tidak tahu apakah dia harus berkata dengan jujur atau tidak.
Setelah terdiam cukup lama, Nathan menatap calon ibu mertuanya ini dengan senyum manis sambil tersenyum dan berkata dengan pelan : " Tidak ada apa-apa Bun, Afifa hanya lagi marah dengan Natha. Karena nathan melakukan hal yang membuat afifa kecewa kepada nathan."
Mendengar ucapan nathan, Yati tersenyum lembut dan bertanya kepada nathan : " Hal apa yang membuat anak bunda kecewa kepadamu ?."
Nathan menundukkan kepalanya menghela nafas berat dan menatap calon ibu mertuanya lagi : "Saya melakukan perkelahian di depannya bun, dan itu membuatnya merasa sedih,"ucap nathan dengan nada sendu.
Raut sedih nampak jelas di wajah nathan.
Melihat wajah sedih Nathan ,Yati juga merasa kasihan dengannya. Dia tidak ingin permasalahan nathan dan afifa mejadi berlarut-larut jika tidak di selesaikan dengan cepat.
"Kamu masuk aja ke dalam kamar afifa, dan juga bisa bicara kepadanya,"ucap Yati kepada Nathan.
"Tapi, apakah saya bisa bun?!,"tanya Nathan dengan ragu kepada calon ibu mertuanya ini. Karena mereka belum mukrim untuk berdua dalam satu ruangan.
Mendengar keraguan nathan dalam kata-katanya, yati hanya membalasnya dengan senyum.
Mendengar calon ibu mertuanya hanya diam tanpa menjawab pertanyaan, nathan menarik nafas dalam-dalam dan masuk ke dalam kamar afifa. Tanpa mengetuk pintu, Nathan langsung ke kamar kekasihnya.
Klik...
Di kasur, terlihat kekasihnya yang sedang tidur nyenyak ,wajahnya hanya terlihat sebagian dengan bibir terbuka dan terlihat lidah merah imut nya yang mengintip sedikit. Sangat imut. Rasanya dia sangat ingin memeluk dan mencium wajah cantik dan imut kekasihnya ini.
Nathan melangkahkan kakinya mendekati tempat tidur Afifa. Dia duduk di samping tempat tidur dan menatap kekasihnya dengan intens dan penuh kasih sayang. Kelembutan di matanya tidak pernah hilang saat menatap wajah kekasihnya. Rasanya dia ingin memiliki kekasihnya seutuhnya dan hanya dia yang menjadi pusat fokus di hati kekasihnya.
Sudah hampir 30 menitan nathan menatap afifa yang sedang tidur, dia mendekati wajah kekasihnya yang tertutupi sebagian oleh bantal. Bibirnya dengan lembut mengecup pelan pipi putih tembem kekasihnya.
Dan langsung menarik wajahnya kembali.
"Kamu akan selalu menjadi milikku dan itu tak akan pernah berubah,"ucapnya dengan penuh posesif.
Ding...
[ Nilai cinta Nathan ; +2
Total nilai cinta : 97/100
Nilai Menghitam Nathan : +20
Total Nilai Menghitam : 30
(Keterangan : KAMU MILIKKU!!)]
[Perhatian , berbahaya, nilai menghitam protagonis laki-laki semakin tinggi!!!]
Mendengar pemberitahuan sistem yang berulang kali di kepalanya membuat afifa tiba-tiba tersadar dan menatap sosok di depannya dengan terkejut.
"(°∆°)!!!" Apa yang terjadi??!!!
Baca juga yuk! Novel yang keren dan seru karya Author syochan yang berjudul " pacarku seorang mermaid tampan".
__ADS_1