
Supaya tidak ada gangguan lain Naura mengusulkan untuk mengobrol di ruang rahasia yang terhubung ke kamarnya. Kemudian Jin mulai bercerita.
Tentu saja apa yang akan dikatakannya hanyalah rekayasa saja, saking sulitnya untuk dipercaya kebenarannya.
Jin bercerita dirinya merasakan sebuah kekuatan yang memanggil dari arah hutan merah. Kemudian dia hanya mengikutinya dan harus terjebak dari kepungan binatang sihir.
Akhirnya setelah bersusah payah dia berhasil selamat dan berlindung di dalam gua. Menurut ceritanya dia tidak sadarkan diri berhari-hari karena kelelahan. Dan saat tersadar dia merasakan kekuatan itu ada dalam gua.
Kemudian Jin memulai penjelajahan di dalam gua. Yang dia temukan adalah esensi darah dari binatang sihir.
Namun belum sempat menyimpannya, benda itu direbut dari tangannya. Orang itu adalah pria tua seumuran Lin. Pria itu menfaku bernama Han Yun.
Akan tetapi hal yang diluar perkiraan mereka terjadi. Tiba-tiba saja sistem keamanan dalam gua itu aktif dan memaksa mereka berdua untuk bekerja sama jika ingin tetap hidup.
Akhirnya setelah berhari-hari berjuang bersama mereka menjadi akrab dan setelah keluar dari gua itu dengan selamat Jin segera kembali ke kediaman duke.
Awalnya Lin tidak mempercayai cerita Jin. Namun setelah mendengar nama Han Yun dia langsung mempercayainya.
Itu sejalan dengan firasat yang dirasakan Lin beberapa hari lalu.
.
.
.
Setelah selesai berbincang Naura kembali ke kamarnya lewat pintu belakang, sementara Jin dan Lin keluar dari pintu depan.
Tanpa sengaja Nara melihat Jin keluar dari ruang di sebelah kamar Naura.
"Hei, kenapa kamu dari arah kamar kak Naura!?" Ucap Nara sambil menunjuk ke arah Jin.
Karena tidak punya jawabannya Jin meminta saran pada Lin. Tapi dia baru sadar kalau pak tua itu sudah menghilang entah ke mana.
Naura yang mendengar suara adiknya segera keluar mencoba membantu Jin.
"Nara, kamu belum tidur?"
Saat mata Nara teralihkan Jin segera menghilang dalam sekejap mata.
"Dasar tua bangka, dia kabur tanpa bilang-bilang. Kalau begitu aku juga harus segera pergi"
.
.
.
Kamar Jin dan Elyas
Elyas sedikit terkejut dengan kepulangan Jin namun ia kemudian seolah-olah menganggap tidak terjadi apa-apa. Ini karena Dia tidak ingin ada kehebohan yang terjadi malam ini.
Setelah dirasa aman Jin kemudian menggunakan poin status yang dimilikinya. Banyak yang harus dipertimbangkan untuk meningkatkan status. Di antaranya penyesuaian dengan kebutuhan penggunanya.
Meningkatkan kekuatan (STR) berarti meningkatkan kemampuan fisik seseorang lebih jauh. Terutama untuk serangan fisik dan total beban yang bisa diterima tubuh. Ini sangat berguna bagi orang yang memiliki kapasitas mana yang rendah, atau sedang melawan musuh yang menggunakan anti sihir. Selain itu tidak diperlukan mana untuk menggunakan kekuatan fisik.
Selanjutnya kecerdasan (INT) ini berhubungan dengan ilmu sihir sendiri. Di dalamnya termasuk meningkatkan kapasitas mana. Ini diperlukan untuk menggunakan skill berperingkat tinggi yang biasanya memerlukan konsumsi mana yang cukup banyak. Selain itu status ini juga meningkatkan daya serang dan daya tahan terhadap sihir.
Ketiga ada kelincahan (AGI) yang mempengaruhi kemampuan menghindari serangan dan kecepatan serangan meningkat. Oleh karena itu status ini cocok untuk tipe orang yang mengandalkan kecepatan. Dan juga fleksibilitas tubuh.
Keempat ada daya tahan (VIT) yang berhubungan dengan stamina dan kekebalan tubuh baik dari serangan, kutukan, racun dan efek buruk lain. Daya tahan berpengaruh dengan kebugaran tubuh dan regenerasi nya.
Yang terakhir ada ketangkasan (DEX) menaikkan insting dan refleks tubuh. Status ini juga sangat penting untuk meningkatkan stabilitas dan akurasi serangan jarak jauh. Status ini juga menurunkan durasi yang diperlukan untuk melakukan perapalan sihir.
Dengan kombinasi dari kelima status ini menghasilkan kemampuan yang berbeda untuk setiap orangnya.
Walaupun tidak menyangka akan mendapat poin secepat ini namun Jin sudah merancangnya jauh-jauh hari ketika berada di ruang isolasi.
Tanpa ragu dia memasukkan poin untuk status yang diinginkannya. Dan dia sudah mulai merasakan perubahannya.
.
.
.
Hutan merah
Setelah mendengarkan cerita Jin, Lin kemudian memutuskan untuk pergi ke hutan merah. Menemui Han Yun.
"Han! keluarlah aku sudah datang menemuimu!" Lin berteriak.
"Jadi kau kemari untuk mengantarkan nyawamu padaku Hwang?" Sahut Han dari atas bebatuan besar.
__ADS_1
"Apa yang kau inginkan? Kenapa kau kemari?"
"Aku bebas pergi kemana pun sesuka ku"
Pancaran listrik mulai menyelubungi Han. Nampak bersiap untuk bertarung. Sementara Lin dikelilingi oleh api miliknya juga sudah bersiap untuk menyerang.
"Aku tidak tau apa yang kau inginkan, tapi aku akan mengalahkanmu di sini"
Benturan hebat terjadi antara dua kekuatan yang sama kuatnya. Mengakibatkan badai besar malam itu.
.
.
.
Keesokan harinya Hari ke-11
"Di mana Lin? Sepertinya dia tidak ada di sini"
"Paman sudah siap di tempatnya. Sekarang tinggal menunggumu memulainya, Jin"
Ini adalah saat-saat yang menentukan keberhasilan mereka. Namun Lin masih belum nampak, bahkan setelah Jin memeriksanya dengan mata ilahinya.
Semua kelas B nampak terkejut dengan kemunculan Jin. Sebagian besar dari mereka berpikir dia lari seperti pengecut karena statusnya yang rendah.
Tapi yang tidak diketahui Jin sebelumnya adalah Izo entah bagaimana tahu tentang rencana ini. Dia juga memberi tahu kakaknya tentang rencana mereka.
Itu adalah skill langka milik Izo, Berkah pendengaran. Dengan itu dia mampu mendengarkan informasi dari jarak jauh. Membuatnya memahami rencana Jin dan rute pelariannya.
Menerima berita itu Tristan kemudian meyusun rencana untuk meggagalkan pelarian Jin.
Hutan merah
Terlihat Lin terkapar di tanah sendirian. Tempat pertarungan mereka sudah benar-benar rata. Tidak terlihat Han Yun di sana.
"Aku tidak menyangka dia mengalahkanku dengan bantuan esensi darah falcon. Benar-benar tidak tahu malu sama seperti dulu, sialan"
Kata Lin yang belum bisa bergerak untuk sementara waktu.
Tempat ini tidak cocok disebut hutan merah lagi. Ini lebih pantas disebut tanah terbuka.
Saking kuatnya pertempuran itu banyak binatang sihir yang pergi meninggalkan hutan.
.
.
.
Ruang evaluasi sihir
Evaluasi sihir dilakukan dengan cara bertarung dengan binatang sihir level 2.
Yang menjadi tolak ukur adalah penguasaan sihir, strategi serta bakat masing-masing orang.
Tahan pertama rencana pun dimulai, dengan cara memberikan minuman yang membuat binatang ini menggila untuk sesaat. Tugas ini akan dilakukan oleh Naura.
Sudah setengah jam berlalu namun belum ada tanda-tanda binatang sihir yang mengamuk. Ini membuat Jin semakin cemas.
Di tempat lain
Naura tidak berhasil melakukan tugasnya karena dihalau oleh banyak orang. Bahkan Izo turut menghalaunya.
"Apa yang ingin kak Naura lakukan di sini?" Tanya Izo menjaga gerbang kurungan.
"Aku hanya sedang berjalan-jalan saja. Jangan pedulikan aku"
Kembali ke ruang evaluasi
Sambil tersenyum Tristan berkata dalam hati "Apa yang akan kau lakukan dasar sampah!"
Dalam ketegangan itu Han memakas masuk dan melakukan pengrusakan besar-besaran.
Pengawal kediaman duke dan pengawal dari para tamu undangan dikerahkan untuk menghentikan Han.
"Apa yang dilakukan kakek itu lagi!" Ucap Tristan tidak menyangka.
Entah bagaimana tahap pertama berhasil. Yang mereka butuhkan adalah kegaduhan untuk memecah konsentrasi acara itu.
"Perubahan rencana!" Bisik Lin dari belakang. Nafasnya masih terengah-engah setelah sekuat tenaga menuju tempat itu.
Karena semuanya sudah siap perubahan rencana dimulai. Yang sebelumnya dari pergi sembunyi-seembunyi menjadi pergi karena diculik.
__ADS_1
Dengan mudah semua pengawal di tempat itu dibantai habis-habisan olehnya. setelah itu Ryan dengan berani maju untuk menghadapinya.
Kesombongan sudah menguasai Ryan sehingga tidak bisa merasakan perbedaan kekuatan mereka.
Hanya dengan sekali serang Ryan terpental cukup jauh, membuat semua siswa tdak berani melawan.
Akhirnya mau tidak mau demi melindungi kehormatan keluarganaya Tirstan maju untuk meghadapi Han Yun.
Namun pertarungan itu sangat terasa berat sebelah. Tristan hanya mampu bertahan tanpa pernah bisa menyerang balik. Setelah tidak mampu lagi menghalau serangan Han, Tristan memutuskan untuk mengajaknya bicara.
"Tunggu sebentar, apa yang sebenarnya anda inginkan di kediaman kami?"
Namun dia menolak untuk menjawabnya. Han kemudian mengalihkan pandangan ke arah Jin dan segera menghampirinya. Dia kemudian membawa Jin pergi dari sana. Sesuai skenario yang telah disepakati oleh Lin dan Han, tanpa melibatkan Naura dan Jin.
Tugas selanjutnya adalah Lin berpura-pura mengejar mereka. Aksi kejar-kejaran ini disaksikan oleh tuan rumah dan para tamu undangan. Menyisakan rasa malu untuk kediaman duke.
"Berapa lama lagi aku harus mengejarmu?" Seru Lin dari belakang.
"Bersabarlah, tinggal sedikit lagi!" Balas Han sambil membawa Jin.
"Hei pak tua, di mana Naura? dia harus pergi bersamaku juga?"
"Kau bicara dengan pak tua yang mana? Hwang atau aku?" Tanya Han tampak bingung.
"Sepertinya rencana kita sudah bocor. Itu pasti ulah adiknya nona muda. Sebaiknya kau tidak membawanya dulu, karena dia sedang dicurigai" Jawab Lin yang semakin melambat.
"Berhati-hatilah Jin!" Serunya dari kejauhan.
"Sialan kau Lin! Bukan cuma Naura tapi kau juga tidak ikut bersamaku!" Teriak Jin sangat marah.
"Oho, Tugasku adalah untuk melindungi nona muda. Tenang saja kami pasti akan menyusulmu!" Balas Lin yang sudah sangat jauh tertinggal.
.
.
.
Ruang evaluasi
Naura dan Izo bersama-sama kembali karena mendengar kegaduhan yang terjadi di ruang evaluasi.
"Ada apa ini ayah?" Tanya Naura melihat tempat itu yang sudah setengah hancur.
Sambil melihat sekitar Naura menyadari Jin sudah menghilang. Dia merasa sedih karena ditinggalkan tetapi juga bahagia karena jin berhasil mendapat apa yang diinginkannya. Namun Naura terkejut melihat Lin kembali.
Izo yang nampak percaya diri dengan informasinya kebingungan dengan situasi saat ini. Ini benar-benar berbeda dengan yang dibayangkannya.
Sementara itu Han dan Jin sudah hampir sampai ke perbatasan Deriess. Dari sini lah petualangan Jin benar-benar akan dimulai.
"Kau dengar kata-katanya kan nak Mereka pasti akan menyusul kita. Jadi kau tidak perlu khawatir lagi"
"Aku tahu itu, tapi tetap saja rasanya tidak menyenangkan. Paling tidak seharusnya kuucapkan dulu salam perpisahan padanya"
Bab 1: "Persiapan petualangan" telah selesai
----------------------------------------
Status saat ini:
STR : 120
INT : 313
AGI : 80
VIT : 100
DEX : 300
Total: 913
*Poin tersedia: 0
Skill:
[Mata ilahi] S+
[Creator] S+
???
----------------------------------------
__ADS_1