Puncak Dunia Sihir

Puncak Dunia Sihir
Calon pangeran api


__ADS_3

Bab 2: Rekan, Rival dan Pertualangan


Rosetown, Dimantra


Kita tarik mundur dulu ke beberapa hari sebelum pemanggilan siswa kelas B di Deriess. Cerita ini tentang seseorang yang akan menjadi salah satu tokoh terkenal di masa depan.


Berlokasi di sebuah desa, ada seorang pemuda yang dijuluki sebagai penyihir jenius. Umurnya tiga tahun lebih muda dari Jin, namun bakatnya sangat menonjol.


Kemampuannya telah diakui oleh semua orang di desa itu. Orang utanya sudah lama meninggal dan dia hidup hanya dengan adik perempuannya.


Walau bukan terlahir dari keluarga bangsawan, namun dia mampu bersaing dengan mereka dalam hal bakat. Hanya bermodalkan tekad dia melatih kemampuannya sendiri tanpa satu pun orang memberi tahunya.


Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka, dia menerima misi dari guild petualang dari luar desa. Reputasinya sangat cemerlang walaupun masih tergolong anak-anak.


Dengan uang yang dia kumpulkan sesekali dia membeli berbagai buku sihir yang menarik baginya. Keahlian terbesarnya adalah segala jenis sihir yang berhubungan dengan api. Singkatnya dia sudah menguasai sihir elemental dengan sangat baik.


Perkembangan anak ini sungguh sangat cepat bahkan melampaui para bangsawan di wilayah itu. Berita tentang seorang anak jenius itu kemudian terdengar oleh Baron Erwe. Dia segera mengutus orang untuk memanggil anak itu.


Sesampainya anak itu di kediaman Erwe, dia ditawari untuk menjadi anak angkatnya. Dia akan dicukupi segala kebutuhannya mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga kebutuhan di masa depan.


Namun anak itu menolaknya begitu saja. Dia tau dia akan dipisahkan dari adiknya jika dia menjadi anak angkat Erwe.


Merasa tidak puas dengan jawaban anak itu, Erwe mengerahkan pengawalnya untuk menyerang anak itu. lima orang dewasa melawan satu bocah memang memalukan bagi para pengawal Baron. Namun mereka tidak berani menentang perintah yang diberikan tuannya.


Walaupun dalam keadaan yang tidak menguntungkan namun anak itu tetap melawan dengan sekuat tenaga.


Jika dilihat dari sisi pengalaman, anak itu tidak kalah dari para pengawal Baron. Karena dia sesekali terpaksa mengambil misi yang berbahaya demi menghidupi adik dan dirinya.


Namun dari segi perlengkapan dan status sihir dia jelas kalah telak. Dalam keadaan di ujung tanduk itu, akhirnya diam-diam para pengawal sengaja memberi celah untuknya kabur.


Walaupun dalam kebingungan, namun karena tidak ada pilihan lain dia memutuskan untuk menggunakan celah itu. Meski dia sempat berfikir itu adalah jebakan semata tapi dalam hatinya dia juga menyadari bahwa orang-orang yang sedang dihadapinya ini belum serius menghadapinya.


Dia pun berhasil melarikan diri, seolah-olah berniat mengejar para pengawal itu perlahan memperlambat laju mereka. Seolah-olah telah kehilangan jejak.


.


.


.


Hari-harinya selalu hidup berkecukupan sampai suatu hari, tepatnya tiga tahun yang lalu adiknya menderita suatu penyakit yang membuatnya berbaring di tempat tidur.


Tidak ada seorang pun di desa yang mampu mengobatinya, jadi pemuda ini memutuskan untuk meminta bantuan guild. Namun tidak satu pun di kota itu yang bisa membantunya juga.


Kondisi adiknya semakin memburuk yang membuatnya semakin putus asa. Tidak lama setelah itu, ada seorang lelaki penjual obat mengunjungi desa itu. Dia menawarkan bantuan utuk adiknya.


Mendengar itu sang pemuda langsung menyambutnya. Setelah itu anak ini terus-terusan membeli obat-obatan untuk adiknya. Karena obat-obatan yang dijual orang itu membuat ketergantungan.


Jika sampai terlewat sehari saja kondisi adiknya bisa menurun derastis. Melihat hal tersebut sang penjual obat menaikkan harganya obat yang dia jual.

__ADS_1


Dengan terus memeras anak itu, sang penjual obat menetap di desa. Sampai di titik obta yang dia jual harganya terlalu tinggi. Bahkan anak itu tidak sanggup membayarnya.


Namun karena sudah melihat kemampuan anak itu, sang penjual obat memberikan solusi untuk masalah ini.


Dia menyarankan anak itu untuk menjadi budak. Dengan bakat yang dimilikinya dia yakin anak itu akan menghasilkan uang yang cukup untuk pengobatan adiknya sampai sembuh.


Setelah itu, dia meminta waktu untuk merenungkannya dulu. Melihat adiknya yang mulai kambuh lagi akhirnya dia setuju dengan saran penjual obat itu.


para warga desa menyarankan untuk memikirkan kembali tindakannya. Pengurus guild juga mengunjunginya setelah mendengar kabar dari penduduk desa.


Meski dengan segala nasihat dari orang-orang di sekitarnya, namun dia tidak menerima saran yang lebh baik dari mereka.


.


.


.


Beberapa hari kemudian kereta penjemput budak datang ke desa itu. Itu adalah salah satu cabang usaha dari perumahan lelang trumper yang ada di Tressil.


Anak itu pergi setelah berpamitan dengan adiknya yang hanya bisa terbaring di ranjangnya.


"Apa yang kakak katakan? Kakak mau pergi ke mana?" Tanya adik perempuannya.


"Tenang saja, aku pergi untuk mencarikanmu obat. Supaya kamu cepat sembuh dan bisa tertawa lagi seperti dulu" anak itu mengecup kening adiknya dan pergi masuk ke dalam kereta itu.


Penduduk di desa itu merasa hina dan kecewa terhadap dirinya sendiri karena membiarkan anak itu menanggung beban besar seorang diri.


Kereta pun mulai berangkat meninggalkan desa itu membawa anak itu di dalamny, bersama dengan budak-budak lain dari tempat sebelumnya.


Setelah kereta itu pergi jauh, sang penjual obat juga pegi meninggalkan desa begitu saja. Mengingkari janjinya dengan anak itu setelah mendapat uang yang sangat banyak dari rumah lelang trumpet.


Warga yang menyadarinya langsung memberi tahu kepala desa. Akhirnya karena tidak ada yang bisa berbuat apa-apa kepala desa meminta izin untuk bertemu dengan sang penguasa wilayah tersebut.


Tanpa diduga ternyata penguasa wilayah itu tuan Rose Riene bersedia menemui kepala desa. Mendengar cerita itu dia kemudian mengumpulkan berbagai tabib terbaik yang bisa dia temui.


Bersama-sama mereka berangkat menuju kediaman anak itu. Sesampainya di sana mereka menemui gadis itu dalah keadaan kritis. Para tabib pun segera bertindak untuk menyelamatkan nyawanya.


Setelah menangani anak ini cukup lama, mereka tidak yakin bisa menyembuhkannya. Yang bisa mereka lakukan adalah memperlambatnya saja.


Ketua guild tersebut juga segera menerima kabar buruk itu. Dia kemudian memutuskan untuk memburu orang yang sudah menipu anggota penting guildnya.


Meski sudah mengerahkan semua orang untuk mencarinya namun orang itu benar-benar tidak terlacak keberadaanya. Dia seolah menghilang ditelan kegelapan begitu saja. Tidak ada yang tahu kemana dia bersembunyi.


Sementara itu cerita berpindah tempat ke kediaman Baron Erwe.Di tempat kerja Baron.


"Tok..Tok..Tok.." Suara seseorang mengetuk pintu.


Baron yang mendengarkan itu kemudian menyuruhnya masuk. Dia adalah sang penjual obat yang sedang dicari-cari.

__ADS_1


Erwe kemudian memeprsilahkan orang itu untuk duduk sambil menjamunya.


"Bagaimana?" Tanya Erwe tanpa basa-basi.


"Walaupun uang dari anak itu tidak bisa dibandingkan dengan bayaran dari anda, tapi semua sudah berjalan lancar. Saya tidak habis pikir kenapa dia berani membuat masalah dengan anda" Kata lelaki itu.


.


.


.


Kembali ke waktu sekarang. Tiga hari setelah pelarian. Di sebuah tempat tidak jauh dari ibu kota Latish. Terlihat Jin dan Han sedang menyantap makan siang di sebuah restoran.


"Jin, apa kau yakin memesan ini semua? Ini terlihat sangat mahal. Dan kenapa kau memesan begitu banyak makanan?" Han keheranan melihat pesanan Jin.


"Tidak usah dipikirkan Han. Kalau ada yang ingin kau pesan, pesan saja" Jawab Jin terlihat santai.


Tentu saja dengan Skillnya itu dia tidak perlu khawatir soal uang. Hanya dalam sekejap mata dia bisa saja menciptakan setumpuk emas untuk mentraktir semua orang.


Namun takdir membawanya lebih dekat dengan anak itu. Sebentar lagi mereka akan segera dipertemukan.


----------------------------------------


Status saat ini:


STR : 120


INT : 313


AGI : 80


VIT : 100


DEX : 300


Total: 913


*Poin tersedia: 0


Skill:


[Mata ilahi] S+


[Creator] S+


???


----------------------------------------

__ADS_1


__ADS_2