
"ARGH!!!" Bocah itu tidak mampu menahan serangan Durand. Dia terdorong cukup jauh dan memberikannya luka yang cukup parah.
"Sudahlah, aku ini tidak suka menghabisi sampah! pulang sana, hus! hus!" Kata sang jendral iblis.
Bocah itu tidak pernah membayangkan akan ada orang yang lebih kuat darinya. Dia kemudian bangkit lagi dan bersiap mengeluarkan skillnya.
[TERA SLASH!!] ???
"Rentei!" Duranf memanggil pedang sihirnya. Pedang itu panjang dan berwarna hitam pekat. Berbentuk ramping dan bisa diayunkan dengan satu tangan.
Dengan pedangnya itu dia mampu memotong-motong serangan yang ditujukan padanya. Walaupun jauh lebih kuat dari mega slash, namun di depan kekuatan jendral iblis skill itu hanya seperti mainan.
"Aku tau siapa kau bocah. Hanya satu orang yang bisa menggunakan Exodice (pedang) dan DragnerX (pedang) bersamaan. Tapi seperti yang kau lihat, kau jauh dari kata cukup untuk melukaiku"
"Aku adalah satu dari lima jendral, yang dibawahi langsung oleh sang raja iblis terkuat J"
"Mungkin jika kau melawan jendral raja iblis lain, kau memiliki kesempatan untuk melukainya. Tapi jika kau bertemu kami, sebaiknya kau segera sembunyi saja"
Duran berkata sambil mengayun-ayunkan pedangnya. Seperti sedang mengejek lawannya.
[Vermilation] ??? (Durand)
Skill ini adalah skill pasif. Ini memberi kemampuan pada pedangnya untuk menghancurkan apapun yang disentuhnya.
Seketika dengan secepat kilat Durand telah berada di belakang bocah itu, siap menusukkan pedangnya.
__ADS_1
Namun tiba-tiba targetnya menghilang dari hadapannya. Berpindah di gendongan seorang pria berbaju penyihir, lengkap dengan topinya.
"Mohon maaf mengganggu pertarungan kalian. Namaku Neo Faire, akulah yang bertanggung jawab atas bocah ini"
"Nak, apa kau tau siapa aku?! Cepat turunkan aku sekarang juga!" Teriak bocah itu meronta-ronta. Namun luka yang dideritanya cukup kuat hingga membuatnya kehilangan hampir semua kekuatannya.
Durand pun terlihat senang dan justru mengizinkan keduanya untuk pergi dari hadapannya.
"Aku tidak peduli siapapun kau, tapi cepat bawa dia dari hadapanku. Aku ini tidak suka menghabisi orang yang lemah, setidaknya justru kaulah yang pantas untuk kulawan"
"Anda terlalu memuji saya, ha ha ha. Saya ini tentu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan jendral iblis J" Faire mengelak. Kemudian menghilang begitu saja dari hadapannya.
"Tuan, apa yang anda lakukan? Manusia itu sudah menghancurkan sebagian besar pasukan kami. Bahkan seluruh penghuni kastil tidak ada yang selamat" Ucap seorang iblis.
.
.
.
Lereng gunung Reon, Tanah kematian
"Lepaskan aku! Padahal aku hampir mengalahkannya! Siapa kau ini" Bocah itu terus meronta-ronta.
"Diamlah, kau ini bukanlah tuan Ark. Kau ini hanya percikan kekuatannya saja, tidak lebih dari lima persen dirinya" Jawab Faire
__ADS_1
"Setidaknya, kau harus mengumpulkan 80 persen kekuatannya kalau ingin melukai iblis setingkat Durand" Tambahnya.
Di dunia ini, iblis memiliki berbagai kerajaan dan ras seperti halnya manusia. Yang berada di tanah kematian adalah iblis dari ras Tergues (pasukan iblis penguasa kastil), Vladd (Bangsawan pendatang), Yegue (Penduduk desa), dan Faskil (Durand).
Selain mereka yang tinggal di tanah kematian masih banyak ras iblis seperti Benergues (Bangsawan), Bastill (petarung elit), Dorm (iblis putih) dan ras lainnya.
Dari berbagai ras itu munculah para raja iblis yang memimpinnya. Dan raja iblis terkuat saat ini adalah dari ras Faskil, yaitu J. Namanya tidak boleh disebut sembarangan, bahkan hanya orang tertentu saja yang benar-benar tahu nama aslinya.
Di bawah naungannya ada lima jendral iblis terkuat, yang bahkan sebanding dengan beberapa raja iblis lainnya.
Mereka adalah Durand, Verdin, Tarrea, Sellia dan Kneer. Mereka bersama pasukannya diperintahkan untuk berpencar dan membantu pasukan iblis lain dalam rangka untuk menyatukan kekuatan iblis kembali.
Salah satunya adalah Durand yang membantu bangsawan Vladd untuk mengasai tanah kematian dari suku Yegue yang terpencar di sekeliling daratan itu. Sekarang ini yang baru saja terbantai habis hanyalah satu dari sekian banyak desa mereka.
Altar, gunung Reon, Tanah kematian
"Sial sepertinya kita terlambat. Pria itu sudah mendapatkan tiga persen dari kekuatan Ark. Ini bakalan menjadi lebih sulit dari yang kuduga"
Kata Faire sambil menurunkan bocah itu. Dia melihat ke arah Teredeon, yang tangan kanannya bersinar dengan sangat terang.
Bocah itu nampak kebingungan melihat Teredeon memancarkan sihir yang sama dengan sihirnya, hanya sedikit lebih rendah saja.
"Oi, apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa dia bisa menggunakan kekuatanku?"
"Berapa kali kubilang padamu, kau itu bukanlah Ark. Kau itu hanyalah sepercik jiwanya saja. Tidak lebih dan tidak kurang"
__ADS_1