Puncak Dunia Sihir

Puncak Dunia Sihir
Pertunjukan #1


__ADS_3

Hari ini tidak seperti biasanya, Jin terlihat menghadiri kelas pelatihan. Ada alasan tersendiri mengapa dia memilih untuk hadir hari ini setelah sebelumnya selalu menghilang.


Salah satunya adalah karena akan diadakannya evaluasi sihir.


Evaluasi sihir ini dihadiri oleh orang-orang ternama di wilayah Deriess, untuk menyaksikan langsung kebolehan dari pahlawan muda yang berhasil dipanggil oleh duke dari dunia lain.


Termasuk juga putra-putri duke tidak lupa turut hadir untuk menyaksikannya.Salah satu dari mereka yaitu Naura, menjadi salah satu sorotan karena dikenal sebagai seorang puteri penyendiri dan tertutup.


Tanpa mempedulikan sekitar Naura menghampiri Jin yang sebentar lagi akan mengikuti evaluasi. Dia kemudian berbisik di samping Jin untuk mengatakan sesuatu.


"Jin, sepertinya kamu sangat percaya diri sekali. Kamu yakin ini bakal berhasil?"


"Ya, tergantung kondisinya nanti. Yang penting kamu harus selalu siap" Balas Jin pura-pura pemanasan sambil menjawab Naura.


"Di mana Lin? Sepertinya dia tidak ada di sini"


"Paman sudah siap di tempatnya. Sekarang tinggal menunggumu memulainya, Jin"


Ini adalah saat-saat yang menentukan keberhasilan mereka.


Hari yang menentukan perjalanan hidup sang tokoh utama benar-benar telah dimulai. Semuanya tergantung pada hasil rencana yang mereka siapkan sejak satu minggu yang lalu.


.


.


.


Hari ke-4 pelatihan


Perpustakaan Khusus


"Hei pak tua, apa tidak ada pekerjaan lain? Setiap hari cuma menemaniku terus"


"Bukannya tuan muda juga sama saja? Setiap hari hanya membaca buku. Carilah kesibukan juga"


"Aku berbeda, aku kan sedang mengumpulkan informasi penting. Dan panggil saja aku Jin"


"Bagi orang tua ini, tuan muda tetap tuan muda"


Sebenarnya ada alasan tersendiri mengapa Pak Tua Lin terus memanggilnya tuan muda. Salah satunya adalah karena Naura, dia terkenal dengan sikapnya yang dingin dan tertutup.


Tidak sembarangan orang bisa bertemu dengannya. Dan bahkan telah banyak lamaran untuknya pada ahirnya ditolak.


Oleh karena itu Lin memiliki sedikit harapan pada Jin untuk bisa membuka hati nona mudanya.


.


.


.


Selama empat hari ini telah banyak pengetahuan penting yang diperoleh Jin mulai dari sejarah hingga tentang pendalaman sihir.


Akan tetapi, kini yang paling dia butuhkan adalah informasi tentang keadaan dunia saat ini. Bukan masa lampau ketika buku-buku itu dibuat.


Tentu saja pengetahuan yang ada dalam buku sangat mendalam. Namun buku-buku yang ada di sini adalah peninggalan dari generasi terdahulu, sehingga informasinya bisa dikatakan kurang akurat untuk saat ini.


Dia membutuhkannya karena yang menjadi prioritas Jin saat ini adalah membuat skenario pelarian dari kediaman duke.


Dia merasa harus memulai petualangannya sendiri tanpa perlu diatur siapapun.


Oleh karena itu dia berencana menemukan rute pelarian secepat mungkin. Sambil meninjau kondisi dunia luar.


.


.

__ADS_1


.


"Pak tua, apa kau bisa mencarikanku tempat untuk menguji sihirku?"


"Tempat seperti apa itu?"


"Terserah saja. Tapi aku sebenarnya mau menguji sihir yang cukup berbahaya, jadi kalau bisa..."


"Baiklah, aku tau tempat yang cocok sepertinya. Tapi aku harus ikut untuk berjaga-jaga"


.


.


.


Mereka pun kemudian pergi untuk sementara waktu. Melintasi pemukiman penduduk dan menuju bukit kecil yang letaknya tidak terlalu jauh dari sana.


Selama perjalanan, Jin selalu memperhatikan sekitar. Mencoba menemukan celah untuknya menyusun rute pelarian.


Bukit kecil dekat desa


"Kau bisa melakukannya di sini. Apa pun yang ingin kau lakukan orang tua ini akan mengawasimu"


"Apa kau yakin pak tua? Ini kan masih di dekat pemikuman penduduk, kurasa lebih baik kita mencari tempat yang lebih aman lagi"


Jin berharap bisa pergi lebih jauh lagi. Tetapi sepertinya kali ini dia mendapat halangan yang sangat kuat, yaitu Lin.


"Jangan khawatir, kau kan cuma penyihir level 1. apa yang bisa kau lakukan? ha ha ha ha"


Pak tua Lin menjawab dengan tertawa kecil.


"Kau terlalu meremehkanku pak tua. Kau akan segera menyesal seteleah aku mengeluarkan satu gerakan"


Setelah itu Jin mulai memejamkan mata dan merapalkan mantera sihir.


Angin mulai berhembus kencang dan udara di sekitar menjadi semakin dingin. Dia masih terus merapalkan materanya diiringi pusaran angin di sekitarnya.


Suhu di sekitar menjadi sangat dingin hingga menusuk tubuh.


Jin terdiam sesaat kemudian membuka kedua mata yang dilanjut mengepalkan tangan kanannya. Dia mengarahkan tinjunya ke depan dengan sekuat tenaganya.


"LEDAKAN UDARA GERAKAN PERTAMA!"


Suara gemuruh besar kemudian datang mengiringi teriakannya. Tempat mereka berpijak perlahan mulai berguncang dengan kuat.


Hembusan angin yang sangat kuat mendadak melaju dari tinjunya melewati pemukiman dengan sangat cepat.


Bagai seekor naga yang sedang terbang, semua orang yang melihatnya merasakan ketakukan yang luar biasa.


Tempat perdagangan (pasar)


"Apa kau lihat tadi? Sesuatu di langit baru saja lewat!"


"Sosoknya sangat besar dan pergerakannya sangat cepat. Hanya ada dua kemungkinan yang bisa kupikirkan"


"Kalau bukan seekor naga, itu pasti salah satu monster iblis yang mulai menyerang lagi!"


"Jangan konyol! Para naga sudah punah, dan iblis juga sudah tidak aktif menyerang lagi setelah ratusan tahun"


Kembali ke bukit


Jin memandang Lin dengan penuh percaya diri. Sambil tersenyum seakan memamerkan kemampuannya.


"Apa yang baru saja kau lakukan? Orang tua ini belum pernah melihat sihir seperti itu"


"Sudah kubilang kan kalau percobaanku ini berbahaya, makanya aku minta tempat yang jauh dari pemukiman"

__ADS_1


Sihir yang baru saja dikeluarkan oleh jin adalah sihir yang bisa menandingi sihir tingkat S.


Daya hancurnya yang sangat kuat itu bahkan bukan tandingan sihir pelindung tingkat A.


"Bagaimana caranya penyihir level satu sepertimu bisa menggunakan sihir setinggi itu?"


"Itu memang tidak mungkin dilakukan jika hanya mengandalkan sumber mana dari diriku sendiri"


"Maka dari itu aku menggunakan mana dari alam untuk melakukannya. Jadi bisa dibilang aku baru saja meminjam kekuatan alam"


.


.


.


Saking fokusnya membahas sihir, mereka berdua tidak menyadari seseorang mendekat. Itu adalah Naura yang tidak sengaja melihat mereka.


"Aku tidak menyangka kamu bisa dekat dengan paman Lin"


Ucap Naura mengagetkan mereka. Dia memang sudah terlatih untuk menyembunyikan diri sejak kecil. Kemampuan ini diajarkan langsung oleh Lin, untuk melindungi dirinya sendiri.


Membuat Lin merasa terkagum sekaligus kesal karena merasa telah dilampaui oleh seorang gadis kecil di matanya.


Anak kecil yang hanya bisa menangis meminta perlindungan, sekarang telah menjadi sosok yang melampaui harapannya.


"Sudah lama tidak melihatmu nona. Anda tumbuh dengan mengagumkan... Orang tua ini terkesan melihat perkembangan anda"


"Paman, Aku tau paman selalu mengawasiku. Tidak perlu menyembunyikannya lagi"


"Ngomong-ngomong sihir yang tadi itu apa? Sepertinya kuat sekali"


Jin mulai khawatir karena ini sudah yang kedua kalinya dia tidak sadar kalau sedang diikuti.


Pertama Lin, kemudian sekarang Naura.


Yang mengganggunya itu jika benar dia berhasil kabur, maka tetap akan ada kemungkinan dia diikuti seseorang juga.


"Apa status yang harus dinaikkan untuk bisa mendeteksi sihir seperti itu?"


Tanya Jin sambil menoleh ke arah Naura.


"..., Menaikkan kecerdasan artinya menaikkan intuisimu terhadap sihir. Sementara menaikkan ketangkasan memiliki efek meningkatkan kepekaan indera dan instingmu"


"Menaikkan keduanya adalah pilihan yang terbaik jika ingin menjadi penyihir bertipe sensor"


Jawab Lin menurut pendapatnya. Dengan itu dia menggunakan bonus 20 poin miliknya untuk kecerdasan dan ketangkasan.


----------------------------------------


Status saat ini:


STR : 1


INT : 10


AGI : 0


VIT : 0


DEX : 10


Total: 21


*Poin tersedia: 0


Skill:

__ADS_1


[Counter] F


----------------------------------------


__ADS_2