
Aula peramal, Dimantra
Aula peramal adalah salah satu tempat sakral yang ada di kerajaan Dimantra. Tempat ini berada di ibu kota dan berjarak dua hari dari desa terluar. (Menggunakan kereta Naga)
Tempat ini memberikan pesan dari masa depan dan masa lalu, ramalan yang dapat menghindarkan manusia dari kehancuran. Tempat ini bahkan telah diakui oleh Kerajaan-kerajaan besar di luar Pseudian.
"AAAARRRGH....." Jerit Ibu peramal sambil memaal mendekat.
Orang-orang pengurus aula segera berlarian menuju ruangan pemimpin mereka. Mereka memiliki perasaan buruk tentang ini. Sambil mengkhawatirkan Ibu peramal, mereka juga mengkhawatirkan isi ramalan beliau.
"Ada apa guru besar? Apa yang terjadi?" Tanya seorang peramal mendekat.
"Ini buruk.. Sangat buruk" Ucapnya sambil ketakutan, tubuhnya terus menggigil seperti terjebak dalam badai salju.
"Tolong tenangkan diri anda dulu, kemudian beri tahu kami apa yang sebenarnya terjadi"
"Dua kekuatan besar akan bertemu sebelum waktunya..." Jawab Ibu peramal dengan wajah yang pucat.
"Kekuatan yang harusnya tidak bertemu, kini akan bertemu dalam waktu dekat. Calon penyelamat umat manusia"
"BENANG TAKDIRNYA AKAN BERTEMU! SAAT DUA KEKUATAN INI SALING BERHADAPAN, MEREKA PASTI AKAN MENGHANCURKAN SATU SAMA LAIN!"
"Harapan umat manusia tidak boleh dipertemukan. Cepat cari tahu keberadaan mereka!"
Ibu peramal mulai menjerit histeris seakan dunia sedang mengalami kehancurannya. Membuat seorang peramal yang telah hidup ratusan tahun ini ketakutan seperti seorang bayi.
Semua ini bermula ketika beliau meramalkan dua nama besar yang akan menjadi calon penyelamat manusia. Pangeran Api Keramat dan Ratu Rembulan Putih.
Keduanya digadang-gadang akan menjadi penyelamat manusia menurut ramalannya. Namun hingga saat ini masih belum diketahui siapa sebenarnya identitas kedua orang ini.
Selama bertahun-tahun telah banyak kerajaan yang mengerahkan penyihir terhebatnya untuk mencari orang dalam ramalan tersebut.
__ADS_1
Sementara itu di perbatasan Latish
Eferion, wilayah duke Irene
Terlihat seorang kakek tua dengan pakaian seniman bela diri memesan makanan di suatu rumah makan. Pakaian yang mencolok membuatnya menjadi tontonan pengunjung restoran.
"Sudah sangat lama. Sepertinya aku sudah mulai dilupakan, setidaknya itu bukan hal buruk. Hua ha ha ha" Ucapnya sambil meminum anggur yang dipesannya.
"Duarrr... Tunggu saja Hwang Lin, seteleah 30 tahun pengasinganku akan kubuat kau membayarnya!" Teriaknya sambil memuluk meja dengan keras. (Mejanya hancur~)
Kediaman duke Kent
"Hmm... Sepertinya orang tua ini punya firasat buruk!" Ucap Lin sambil melihat ke arah timur.
"Ada apa paman? Sepertinya wajahmu terlihat sangat serius" Tanya duke Kent yang menghampirinya.
"Orang tua ini punya firasat buruk tentang sesuatu.."
"DAR!!!"
"DAR!!!"
"DAR!!!"
.
.
.
"AUUUUUUUU~"
__ADS_1
Sekelompok pedagang yang sedang berkemah di luar hutan sudah mendengan suara merintih dari makhluk-makhluk buas di dalam hutan, seolah sedang diburu. Ini sudah terjadi lebih dari tiga hari yang lalu.
Selama ini tidak ada yang cukup berani untuk memasuki hutan. Normalnya orang-orang akan memilih rute memutari hutan.
"Kalian dengar itu? Ini sudah yang ketujuh kalinya! Siapa sebenarnya orang gila yang berada di dalam sana!?" Ucap salah satu pedagang yang sedang memutari hutan.
Di dalam hutan kabut
"Hoaaamm~ Sialan sekarang monster-monster itu sudah mulai kabur kalau dengar suara senapanku. Jangan Kabur dong!" Seorang lelaki berkata. Dia sedang duduk di atas tubuh beruang sihir yang sudah membeku.
----------------------------------------
Status saat ini:
STR : 0
INT : 0
AGI : 0
VIT : 0
DEX : 0
Total: 0
*Poin tersedia: 21
Skill:
[Counter] F
__ADS_1
----------------------------------------