
hari ke-11 pelatihan
"Membosankan..."
Begitulah yang dirasakan Jin. Merasakan kembali semua rutinitas nya di sekolah. Duduk diam mendengarkan sesuatu yang tidak dia inginkan.
Tidak ada yang berubah, bahkan setelah berpindah dunia. Berharap memulai sesuatu yang mendebarkan. Sebuah Perjalanan impian untuk menemukan jati diri nya.
Namun layaknya dalam sebuah game, ada tutorial bagi pemula yang tidak bisa dilewati.
"Apakah ada yang ingin ditanyakan?" Verde, pengisi materi tentang teori dasar sihir bertanya.
"Saya masih belum paham tentang manfaat pelajaran pemusatan mana" Gery bertanya, cowok berambut ikal berwarna hitam.
Jin yang merasa bosan pun menjawab "Pemusatan mana tergantung dari situasainya bisa dikategorikan sebagai teknik menyerang maupun bertahan"
"Tapi yang lebih penting kita bisa menggunakan mana dari sumber luar untuk kita gunakan saat kehabisan mana"
"Tentu saja jika levelmu sudah cukup tinggi"
Pengetahuan yang dimiliki Jin telah melampaui apa yang seharusnya dimiliki teman sekelasnya. Bahkan sampai menimbulkan kecurigaan di kalangan pengajar.
Mari kembali di hari pertama pelatihan, untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Hari ke-1 pelatihan
"Sungguh membosankan mendengarkan penjelasan tentang pembagian wilayah ini..."
"Biasanya aku bakal protes, tapi kali ini lu bener Jin" Balas Diyan menanggapi celotehannya.
"Kita udah tiga jam duduk manis dengerin semuanya tapi yang dibahas cuman silsilah keluarga aja. Mereka serius ga sih?" Sambung Bimo tampak lelah.
"Anggep aja tutorial game yang ga bisa diskip. biar kita susah kalau mau reroll" Terus Elyas.
Tapi sepertinya komentar Elyas malah membuat seisi kelas lebih tidak semangat.
.
.
.
Berbeda dengan teman yang lain, Jin tidak mau hanya pasrah. Akhirnya muncul juga sebuah pemikiran cemerlang yang dia dapatkan.
"Pak, saya izin ke kamar mandi dulu" kata Jin sambil berjalan keluar ruang pelatihan.
Ya, Bolos dengan sengaja. Dia lebih memilih berkeliling kediaman Duke yang luas dari pada harus terkekang dalam ruangan yang menyebalkan.
Menghindari penjaga kediaman duke adalah sesuatu yang mudah baginya.
"Apa yang membawa anda kemari tuan pahlawan?" Tanya seorang penjaga penasaran.
"Oh tadi guru memintaku mengambilkan beberapa bahan di dapur untuk mendemonstrasikan sihir. Apa kalian tau di mana dapur nya?"
"Tentu saja, Anda tinggal berlajan menuju bangunan berwarna cokelat, dan belok kiri tepat di sebelahnya adalah tempat yang anda tuju"
"Terima kasih." Ucap Jin yang kembali berjalan sambil tersenyum.
"Semoga harimu menyenangkan tuan!"
.
.
.
Salah satu dapur kediaman Duke
"Ah anda pasti membutuhkan sesuatu tuan. Apa yang bisa kami bantu?" Tanya seorang juru masak yang sedang bertugas.
"Aku sedikit haus, mungkin kalian punya sesuatu untuk diminum? apa saja boleh"
"Baiklah, mohon tunggu sebentar tuan"
__ADS_1
.
.
.
Berkeliling kediaman Duke terasa menyenangkan baginya. Bahkan dia mendapat minuman dan kudapan yang sangat enak.
Ruang Pelatihan
"Udah satu jam lebih dia kok belum balik sih? Tau gitu ikut tadi" Kata Dea agak kesal dengan Jin.
"Iya, tau gitu bareng. Mana udah haus pula" Sahut Bimo menanggapi.
Sebuah lorong
"Hmm enaknya minuman ini. Beneran seger" Gumam Jin sambil terus berjalan.
Terlalu santai membuatnya tidak sadar bahwa dia sedang diikuti oleh seseorang.
"Ah sepertinya anda menyukainya tuan muda" Tiba-tiba seorang kakek muncul disebelahnya.
"Ya benar. Ini sangat enak"
"Hampir aja tersedak. Siapa kakek ini?" Jin bertanya dalam hatinya.
"Perkenalkan, nama saya Lin. Saya sudah mengabdi sejak Generasi ke tiga Duke Lebb"
"Sekarang sudah generasi ke-5 dan banyak pelayan baru yang tidak mengenali saya juga"
"Kenapa Tuan muda tidak mengikuti pelatihan dan malah berkeliaran di lorong ini?"
Senyuman kakek itu jauh lebih mengintimidasi dari pada kepala keluarga sendiri.
Tekanan yang diberikan juga sangat kuat sampai-sampai membuat Jin tidak mampu memikirkan alasan untuk kabur.
"Sepertinya anda salah tentang dua hal, pak tua Lin" Jawab Jin penuh dengan tekanan yang serasa bisa membunuhnya hanya dengan tatapan.
"Setiap orang punya cara berbeda untuk belajar. Aku tidak bisa belajar dengan hanya mendengarkan ceramah. Aku lebih memilih membaca buku jika ada"
"Jadi aku sedang mencari perpustakaan kalau ada"
"Dan yang kedua, aku bukan Tuan mudamu pak tua Lin"
Dalam sepersekian detik Jin berharap dia sedang berjalan ke arah perpustakaan. Agar alasannya tepat sasaran.
"..." (Pak Tua Lin)
"Kalau begitu akan kuantarkan tuan muda ke sana"
"Dan anda sudah saya anggap tuan muda karena anda berani menggoda nona muda kami"
Dalam perjalanan menuju perpustakaan Jin merasa agak menyesal menemui Naura kemarin malam.
"Ini benar-benar buruk, pak tua itu seperti ingin menghajarku. Dan penyebabnya karena kemarin malam" Pikirnya dalam hati.
Perpustakaan Duke
"Selamat datang tamu yang terhormat! Kami menyambut kedatangan kalian" Ucap dua perempuan muda yang membukakan pintu perpustakaan.
Karena sudah terlanjur masuk, akhirnya Jin berkeliling rak buku.
"Buku apa yang sedang anda cari tuan?" Tanya seorang pustakawan
"Buku yang terhubung dengan takdirku. Sebaikny aku sendiri yang mencarinya"
Walaupun sebenarnya dia tidak tau buku apa yang sebaiknya dia baca.
"Asal tau saja tuan muda, tidak semua orang bisa masuk ke perpustakaan khusus ini. Buku di sini adalah yang terbaik dari semua perpustakaaan di kediaman duke yang bisa kami dapatkan" Ujar pak tua Lin.
"Pak tua, berapa levelmu saat in?"
"Pak tua ini masih berada di level 95"
__ADS_1
"Sangat tinggi..."
Karena sudah kehabisan bahan obrolan, Lin mulai membaca buku apa saja.
Beberapa jam kemudian
Ruang Pelatihan
"Maaf pak saya baru kembali. Saya tersesat tadi"
"Usahamu kuakui sangat baik nak, namun kalau kau menghilang untuk seharian itu rasanya alasan apapun tidak akan bekerja"
"Aku akan terus mengawasimu. Lihat saja"
Jin yang tidak begitu peduli dengan ucapan itu berjalan kembali ke bangkunya.
Sesaat setelah dia duduk, semua teman sekelasnya berdiri dan meninggalkan ruangan.
"Ngapain duduk? Kelasnya udah selesai" Kata Dea sambil berjalan keluar.
"Apa mulai besok aku ga usah datang dari awal aja ya? Ya perpustakaan lebih asik kayaknya"
Perpustakaan Khusus
"Bocah ini bukan orang sembarangan. Dia bahkan belum tau apapun tentang sihir saat bangun tidur dan sekarang dia sudah mampu mendapat pengetahuan yang harusnya perlu waktu lama untuk memperolehnya"
"Hanya dari beberapa buku saja dia bisa menyimpulkan bermacam hal, aku tidak bisa membayangkan dia setelah membaca seluruh buku di tempat ini"
"Aku harus terus mengawasinya"
"Erin, Aku mengijinkan orang itu untuk mengakses tempat ini secara bebas"
"Eh.. anda yakin tuan? Dia adalah orang luar"
Jawab wanita itu sampai aura intimidasi pria tua itu menyebar ke seisi ruangan.
"Baik tuan, akan saya ingat perintahnya! Tolong ampuni saya" Ucap kelapa perpustakaan sambil menundukkan kepalanya.
Kembali ke hari 11 pelatihan
"Anak ini memiliki pemahaman yang lebih tinggi dari lainnya, walaupun selama sepuluh hari belakangan ini dia hanya membolos"
"Aku harus menyelidikinya"
"Apa yang sebenarnya dilakukannya selama sepuluh hari belakangan?"
----------------------------------------
Status saat ini:
STR : ??
INT : ??
AGI : ??
VIT : ??
DEX : ??
Total: ???
*Poin tersedia: ??
Skill:
???
???
???
----------------------------------------
__ADS_1