
Beberapa orang menghampiri kastil yang dijaga Han, mereka adalah suruhan dari keluarga Lastbringer untuk mengabarinya.
"Anu apakah benar anda tuan Han Yun? Kami dari keluarga Lastbringer ingin menyampaikan sesuatu. Bisakah anda turun sebentar?" Kata seorang utusan sambil mendongak ke atas memandang Han.
"Ha? Siapa kalian... Hup!" Han meloncat turun dari tempat yang sangaat tinggi.
Setelah mendengarkan pesan yang mereka sampaikan, Han kemudian terlihat kesal. Dia mengemasi beberapa barang penting kemudian mengikuti utusan itu ke tempat Jean.
Di sepanjang perjalanan para pedagang begitu ramah dengan Han. Mulai dari yang biasa sampai pedagang besar semuanya nampak hormat kepadanya.
Tentu saja itu karena Han sudah memborong sebagian besar barang dagangan mereka. Dari barang aneh sampai barang mewah dan langka dibelinya tanpa menawar harganya.
Kediaman Beeriar
Han tiba tidak lama dari dimulainya makan malam. Dia kemudian ikut dijamu dengan berbagai makanan mewah di sana. Tidak lupa dia juga memamerkan barang-barang yang sudah dia beli.
"Hua ha ha he, coba lihat ini! Ini adalah mangkok yang bisa menghangatkan makanan. Jadi tidak perlu khawatir makanan cepat dingin. Oh dan ini, ini adalah sendok yang bisa mendeteksi racun! ...." Dia terus mengoceh sambil menyantap makanannya.
Di saat perjamuan itu para utusan memberitahukan informasi tentang Han pada kepala keluarga, Beeriar. Han Yun digambarkan sebagai sosok penting bagi perdagangan di ibu kota.
Mendengar hal itu Beeriar semakin tidak tahu harus berbuat apa, kepada kelompok yang putrinya anggap teman itu.
Setelah selesai makan malam kelompok Jean diantar menuju kamar tamu kecuali Jean dan Han. Mereka bersama Beeriar seperti sedang membahas sesuatu hal yang penting.
Ruang pertemuan
"Jadi sebenarnya apa yang ingin dibahas dengan saya?" Tanya Beeriar dengan serius.
"Tuan Beeriar, aku tahu anda mengumpulkan informasi tentang kelompok kami. Dan seharusnya anda tahu betul seberapa berpengaruhnya kami di ibu kota ini" Jawab Jean sambil mengeluarkan sebuah koin emas.
"Persaiang di ibu kota itu berat, tidak terkecuali dengan para bangsawan. Apa yang akan kami tawarkan ini bisa jadi akan kami tawarkan juga pada bangsawan lain jika anda menolaknya" Sambungnya sambil menaruh koin itu dalam cangkir dan menutupnya dengan sapu tangan.
Raut wajah Beeriar menjadi lebih serus, dia menjadi semakin penasaran dan terus bertanya-tanya.
"Gleekk... Jadi apa yang ingin anda tawarkan?" Beeriar bertanya.
"Investasi. Kami akan sediakan sebanyak yang kami bisa. Bayaranya cukup lima persen saja, bagaimana." Jean menarik sapu tangannya dan memperlihatkan banyak permata yang sangat mahal memenuhi cangkir itu.
"... Investasi? Kalau boleh tahu apa yang untungnya untuk kalian? Maaf tapi paman ini masih agak bingung" Jawab Beeriar yang meragukan Jean.
"Tentu saja ini sangat penting. Aku akan terus terang saja ya. Tujuanku adalah menambah koneksi sebanyak-banyaknya. Kami adalah kelompok yang akan berkeliling dunia tentu saja membutuhkan banyak sekali dukungan dan bantuan. Mulai dari informasi penting hingga wewenang tinggi yang bisa jadi kami perlukan. Oleh karena itu kami ingin membuat kesepakatan ini" Jean menjelaskan maksud sebenarnya kepada Beeriar.
Walaupun Beeriar sangat tercengang, namun Han jauh lebih tidak menyangka lagi. Secara tidak langsung selama ini dia sudah melakukan rencana Jean, bahkan sampai membuat dirinya menjadi sosok yang terkenal di kalangan pedagang ibu kota.
"Anak ini sungguh gila, aku tidak menyangka aku akan mengikuti rencananya tanpa sadar. Kukira dia selama ini hanya asal menghamburkan uangnya" Batin Han yang sangat terkejut.
"Ehem.. Jadi maksudnya adalah kalian sedang mencari rekan dan perlindungan begitu kan? Berapa banyak rekan yang sudah kalian dapatkan?" Beeriar melanjutkan perbincangan.
"Sejauh ini kami hanya mengumpulkan informasi dari para pedagang dan penyedia jasa seperti transportasi. Namun sepertinya metode ini tidak terlalu efektif jadi mendekati bangsawan adalah langkah terbaik kurasa. Dan anda adalah orang pertama" Balas Jean.
Perbincangan itu terus dilanjutkan hingga beberapa jam kemudian mereka menemukan kesepakatan.
__ADS_1
Keesokan paginya
Ruang kerja Beeriar
"Apa ayah yakin dengan tawaran mereka?" Tanya anak sulungnya.
"Mau bagaimana lagi, kedua tuan itu sungguh hebat. Mana bisa aku menolaknya setelah dia mengeluarkan hartanya langsung di depan mataku! Ditambah mereka tidak peduli bisnis apa pun yang akan kita jalankan" Tegas Beeriar memberi penjelasan.
Dia kemudian memberikan cincin ruang berisi semua harta yang diberikan Jean. Itu bahkan jauh lebih banyak dari pada kekayaan pribadi keluarganya saat ini.
Setelah melihatnya betapa terkejutnya anak Beeriar itu. bahkan satu bongkahan batu langka yang ada di dalamnya setara dengan penghasilan keluarganya satu bulan. Belum lagi barang-barang lain yang tak kalah dari batu itu.
"Batu isfelia! Ini adalah batu yang bahkan keluarga kerajaan menginginkannya! Ayah, aku rasa amelia benar-benar membawa keberuntungan bagi keluarga kita!" Katanya sambil memandangi harta-harta itu.
"Oh, itu belu seberapa. Ini masih ada dua cincin lagi" Beeriar mengeluarkan cincin lain dari kotak hartanya.
"Apaaaaaa...."
.
.
.
Taman keluarga
Kelompok Jean sedang menikmati paginya di sebuah taman yang dipenuhi dengan berbagai bunga dan peliharaan yang menggemaskan seperti kelinci, burung-burung kecil, kura-kura dan hewan lain.
"Jadi apa yang kalian bicarakan dengan ayah kemarin malam?" Tanya Amelia yang duduk di sebelah Jean.
"Ha? Jangan bercanda... memangnya aku anak kecil yang mudah dibohongi?" Balas Amelia sambil terkejut.
"Ya sudah kalau tidak percaya, tapi mas kawinnya sudah kuberikan pada ayahmu tanya saja dia" Jawab Jean masih menggoda Amelia.
"..."
Ruang kerja Beeriar
"Braaak!" Suara pintuh dibuka dengan keras.
"Ayah apa benar yan-" Sebelum sempat menyelesaikan kalimatnya dia melihat ayah dan kakaknya memandangi berbagai perhiasan dan barang-barang yang nilainya sangat mahal keluar dari cincin pemberian Jean.
"Adik, ini... anu, ini jadi begini~" Kata kakaknya berusaha menjelaskan pada Amelia.
"Ayah... jadi yang dikatakan Jean itu benar ya? Hu hu hu" Amelia mulai meneteskan air matanya. Tanpa sadar dia menangis dan seketika ayah dan kakaknya menjadi kebingungan dengan suasana ini.
"Jean? Ap-Apa yang, memangnya apa yang sudah dia katakan padamu anakku? Sebentar, kenapa tiba-tiba kamu menangis... Aku benar-benar tidak mengerti" Kata Beeriar sambil memeluk Amelia untuk menenangkannya.
"Jangan sentuh aku! Hu hu hu" Amelia menepis pelukan ayahnya dan menangis lebih keras.
"..." Mereka berdua hanya bisa terdiam karena tidak tahu apa yang sedang terjadi sebenarnya.
__ADS_1
"Ayah, adik kenapa sih?"
"Mana aku tahu hati perempuan... Kadang ibumu saja masih sulit ayah mengerti"
"Oh begitu... Eh! Tunggu sebentar ayah"
.
.
.
Taman
"Hei bukannya itu sedikit keterlaluan? Aku mendengarnya meangis lo! Ngomong-ngomong aku ada sebuah barang bagus. Ini bisa meredam suara-suara jadi kau tidak perlu khawatir tidurmu terganggu, namanya hockne. Cukup pasangkan ke telingamu..." Kata Han terus mengoceh tentang berbagai alat yang sudah dibelinya.
"Biarin aja sih. Nantikan tinggal minta maaf beres. Kalau soal suara emang telingamu ngga normal kentut di rumah lain aja bisa kedengeran sama telingamu" Jean memberi makan ikan-ikan di kolam.
"Jean, kau bisa buat benda hidup pake skillmu kayak ikan ini ngga?"
"Engga lah! Tapi kalau ikan bakar bisa. Nih sekalian sama piringnya"
"Waow sedap! Bikin restoran aja gimana?"
"Moh! Aku kan pengen bertualang"
----------------------------------------
Level: 32
Status saat ini:
STR : 125
INT : 313
AGI : 180
VIT : 130
DEX : 325
Total: 1073
*Poin tersedia: 0
Skill:
[Mata ilahi] S+
[Creator] S+
__ADS_1
[Counter] S
----------------------------------------