Puncak Dunia Sihir

Puncak Dunia Sihir
Kediaman Lastbringer


__ADS_3

Selagi Jean terus tertawa Eilen merasakan hawa bahaya sedang mendekati mereka. Dia kemudian memberi tahu Jean.


"Diam dulu Jean. Kayaknya ada yang kemari, mending kita langsung balik aja sekarang"


Jean kemudian berhenti tertawa. Namun dia tetap bersikap biasa saja walau sedang dalam bahaya.


"Udah, tenang aja. Aku ini kuat tau!" Jawabnya sambil menghabiskan minumannya.


Pengawal suruhan itu sudah berdiri di samping Jean. Tapi dia seperti tidak menanggapinya. Beberapa kali pengawal itu menyuruh dia untuk segera pergi namun tidak direspon.


Akhirnya keributan pun terjadi. Sang pengawal mengayunkan pukulannya ke arah Jean sambil memegang kerahnya.


"Brakk!!"


Suara benturan itu sangat keras. Karena pengawal itu menggunakan sihir penguatan untuk menambah daya serangnya.


Namun orang-orang yang ada di sana terlihat keheranan karena justru tangan sang pengawal lah yang terluka parah.


"Argh! Tanganku! Haaaah!" Dia terus menjerit kesakitan. Bukan hanya retak mungkin tangannya itu sudah remuk saat itu juga.


Padahal kelompok Jean sama sekali tidak bergerak. Jean hanya melirik ke arah orang itu saja. Dan kemudian Serangannya berbalik berkali-kali lipat.


Orang itu kemudian berlutut kesakitan sambil menundukkan kepalanya. Melihat itu Jean menghampirinya dan memberikan potion penyembuhan.


"Nih, minum aja. Bilang sama bosmu lain kali kalau mau cari ribut pilih-pilih dulu lah. Eilen, Lili kalian sudah selesai kan? Ayo pergi" Jean


meninggalkan restoran itu diikuti Eilen dan Lili.


"Wah tadi sangat menegangkan tuan. Skill apa yang anda gunakan?" Lili bertanya dengan penasaran.


"Ah itu adalah skill bawaanku. Counter, hanya saja tingkatannya sudah tingkat S" Jean menjawab sambil melihat-lihat.


Dia sedang mencari toko pakaian untuk Lili dan Eilen. Setidaknya agar mereka tidak dianggap remeh lagi seperti sebelumnya.


Pusat busana Kall


Tempat ini adalah salah satu tempat paling terkenal di ibu kota. Tentu saja tidak sembarangan orang bisa membeli pakaian di sini karena harganya yang terbilang sangat tinggi.


"Selamat datang tuan! Ada yang bisa kami bantu?" Tanya seorang pelayan dengan sangat ramah. Sebagai seorang yang sudah lama bekerja dibidang fasion dia tentu saja bisa langsung mengenali pakaian mahal milik Jean.


"Aku tunggu sini saja. Kamu pilih-pilih baju saja buat kalian berdua. Lili pasti juga pengen pakaian yang bagus kan" Jean menyuruh Eilen untuk memilihkan pakaian untuk Lili dan Eilen.


Karena sudah menunggu cukup lama akhirnya Jean memutuskan untuk melihat-lihat aksesoris sihir di tempat itu.


Tanpa sadar dia sudah memborong lebih dari setengah perhiasan yang ada di sana. Jean kemudian diberikan perlakuan khusus dan dijamu langsung oleh pemilik tempat itu.


"Mohon tunggu sebentar pelanggan yang terhormat. Nona sepertinya sebentar lagi akan tiba. Sembari menunggu silahkan dinikmati dulu tehnya, saya permisi" Sambut seorang manajer di tempat itu. Dia sangat sopan bahkan menuangkan teh untuk Jean.


"Yo, santai saja" Jawabnya sambil menikmati tehnya.


Tidak lama kemudian suara kereta kuda terdengar berhenti di depan tempat itu.

__ADS_1


Nona itu keluar dari kereta dengan sangat anggun. Parasnya yang menawan menjadi sorotan banyak orang di jalanan.


Nona itu segera bergegas menuju tempat Jean berada. Namun sesampainya di sana dia menjadi sedikit lebih santai.


"Padahal aku sudah sangat gugup mendapat kabar tentang seorang saudagar kaya berkunjung. Ternyata kamu orangnya" Kata Nona itu menghampiri Jean.


Dia kemudian duduk di sebelah Jean. Para pengawalnya berdiri tepat di belakangnya. Mereka terlihat lumayan kuat.


Kedatangan nona itu membuat raut wajah Jean sedikit kaget. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan nona itu.


"Yo wakil ketua OSIS! Aku tidak menyangka ada orang selain kelasku yang dikirim kemari" Kata Jean menyambut nona itu.


"Di sini aku dipanggil Amelia. Amelia Lastbringer. Ingat itu anak kelas dua" Jawabnya sambil menuangkan teh untuknya sendiri.


Amelia dulunya sewaktu masih di dunia mereka dikenal sebagai wakil ketua OSIS. Selain parasnya yang luar biasa cantik dia juga sangat terkenal karena kemampuan bela dirinya.


Dia adalah siswa kelas tiga yang artinya Jean adalah juniornya. Dia mengenal Jean karena Jean berteman baik dengan ketua OSIS.


Jean kemudian menceritakan semua yang dia lewati untuk sampai di sana. Kemudian mereka mengobrol cukup lama sampai Eilen selesai memilih pakaian.


"Jean, kami sudah selesai" Kata Eilen memanggil.


Setelah itu Amelia menawarkan untuk mengunjungi kediamannya. Yang disetujui juga oleh Jean dan lainnya.


Menurut informasi yang didapat dari Amelia, semua siswa kelas dua dipanggil ke dunia ini. Dan hanya pengurus OSIS saja kelas tiga yang dipanggil.


Berbeda dengan pemanggilan Jean, pemanggilan Amelia dilakukan terpisah satu dengan yang lain. Jadi pengurus OSIS tidak saling berhubungan di dunia ini.


.


.


.


Mereka disambut hangat oleh tuan besar dari keluarga Lastbringer. Sambutan di sana pun terasa sangat nyaman.


"Jadi ini teman-teman puteriku. Perkenalkan aku adalah ayahnya Beeriar Lastbringer, dan ini adalah istriku Hanna Lastbringer. Senang bertemu kalian"


"Perkenalkan saya Jean Knott dari kerajaan Latish. Senang bertemu dengan anda"


"Perkenalkan saya Eilen Sistea. Mohon bimbingannya"


"Nama saya Chloe Lilian, tuan"


Mendengar nama-nama itu membuat sepasang suami-istri itu sedikit terkejut.


"Ah kami tidak menyangka anak muda ini dari keluarga knott. Aku dengar yang sudah memborong perhiasan mewah adalah kalian ya?" Kata Beeriar.


"Itu karena kualitasnya memang bagus paman" Jawab Jean.


"Oh dan nona ini adalah puterinya tuan Teredeon ya? tahun lalu aku pernah melihatmu di pelabuhan Hargen walaupun aku sudah agak lupa. Ha ha ha" Terus Hanna.

__ADS_1


"Ayah-ibu, jangan lupa juga anak keluarga Chloe ini" Sela Amelia.


"Benar juga, kerajaan taring serigala itu jauh dari sini. Jadi aku kira salah mendengar namamu. Maafkan ketidak sopananku ha ha ha"


Dari cerita keluarga ini Jean dapat menyimpulkan beberapa hal. Salah satunya adalah kenapa Amelia bisa diangkat menjadi anak mereka.


Itu terjadi sekitar dua tahun yang lalu. Ketika itu anak bungsu mereka meninggal karena penyakit yang tidak diketahui. Semenjak itu keluarga ini menjadi sepi dan seperti kehilangan keceriaannya.


Suatu waktu sekitar satu tahun yang lalu, ketika badai besar datang di ibu kota terlihat cahaya yang bersinar sangat terang di belakang kediaman mereka.


Malam itu tidak ada yang berani mendekatinya karena badai yang besar. Keesokan harinya putra kedua mereka yang penasaran akhirnya menuju tempat itu. Dan betapa terkejutnya dia menemukan perempuan yang benar-benar mirip dengan adiknya yang sudah meninggal dulu.


Perempuan itu mengenakan pakaian yang aneh (Seragam sekolah) dan dalam kondisi tak sadarkan diri. Putra kedua itu segera membawanya ke rumah dan mengejutkan seisi tempat itu.


Informasi kedua yang dia dapat adalah waktu kedatangan mereka berbeda-beda. Bahkan kelas C sudah datang sebelum Amelia sampai di sini menurut perkataannya.


"Aku mendapat banyak sekali informasi tambahan. Tidak sia-sia kunjunganku ke mari" Kata Jean menanggapi cerita Amel.


"Karena aku sudah berteman akrab dengan Eilen, kenapa tidak tinggal di sini saja Jean?" Tanya Amel sambil memeluk Eilen dan Lilia.


"Eh? Sejak kapan kalian akrab?" Jean justru lebih kaget karena itu dari pada info penting yang baru saja dia dengar.


Sementara itu di tempat lain seorang lelaki sedang menunggu kepulangan mereka.


"Hmm.. Kemana sih mereka? Tidak mungkin tersesat kan. Atau jangan-jangan sedang dalam masalah? Ah tidak mungkin tidak mungkin, Jean kan bersama mereka. Padahal aku sudah lapar" Han berkata sambil memandangi bintang-bintang di atas genteng kastil.


----------------------------------------


Level: 32


Status saat ini:


STR : 125


INT : 313


AGI : 180


VIT : 130


DEX : 325


Total: 1073


*Poin tersedia: 0


Skill:


[Mata ilahi] S+


[Creator] S+

__ADS_1


[Counter] S


----------------------------------------


__ADS_2