Puncak Dunia Sihir

Puncak Dunia Sihir
Neo Ark


__ADS_3

Sementara itu di lain tempat, Tanah kematian


Bocah yang baru saja bangun itu menuju ke kastil iblis terdekat. Dia sengaja mengincar tempat yang kuat, dibandingkan dengan desa iblis lain yang sudah dia lalui sebelumnya,


Kastil iblis terdekat


Di sini berkumpul berbagai pasukan iblis yang telah bersiaga karena ledakan kuat di episode sebelumnya. Pasukan iblis ini dikirimkan dari berbagai kota untuk bersama-sama mengetahui apa yang terjadi.


Tak lama kemudian dari arah ledakan itu, puluhan pasukan iblis langsung terpotong tubuhnya memisahkan kepala dengan kakinya. Itu adalah satu ayunan pedang dari bocah ini.


Ratusan iblis lainnya tampak kebingungan melihat bocah itu berdiri tepat di depan mereka. Dengan pedang besarnya dia kemudian mengayunkan serangan keduanya. Kali ini beberapa iblis telah siap menghindar.


Namun tanpa memberi jeda, bocah itu terus mengayunkan pedangnya seperti sebuah mainan. Jumlah iblis yang masih bertahan semakin lama semakin menurun, dan belum ada yang bisa mendekat ke arahnya.


Sampai akhirnya dua komandan iblis pun turun tangan. Mereka berdua mampu menahan serangan bocah itu. Meski sedikit kesulitan, namun mereka juga mampu melakukan serangan balik ke arah bocah itu.


Bocah itu tereus tersenyum dan meneriakan seubah kata, "Inventory!"


Seketika muncul sihir di belakangnya. Armor dan sebuah pedang lagi keluar dari dalamnya. Bocah itu kemudian memakai armor yang kelihatan sangat kuat, sambil membawa pedang lain di tangan kirinya. Kini dia menggunakan dua pedang.


Serangannya menjadilebih cepat dan tajam. Dan tak berapa lama akhirnya komandan iblis itu pun tumbang di tangannya.


Melihat kedua komandan itu tumbang, komandan lain tidak berani maju untuk membalasnya.


"Siapa lagi yang ingin melawanku?" Katanya dengan sangat percaya diri.


Karena tidak ada jawaban akhirnya dia menerobos masuk ke dalam kastil. Terdengar suara jeritan dari dalam kastil setelah bocah itu masuk. Tidak tahu apa yang terjadi, namun kemudian mulai tidak terdengar suar apapun dari dalam sana. Hanya suara langkah kaki bocah itu yang terdengar dari luar.


"Hoam... Karena tidak ada yang cukup kuat di antara kalian, aku jadi sedikit malas memburu iblis"


"Tolong bangunkan aku saat ada iblis yang bisa kulawan! Aku mau tidur dulu"


Katanya sambil berbaring di tanah. Masih menggunakan armor lengkap dan memegang kedua pedangnya. Seolah-olah siap bertarung kapanpun.

__ADS_1


.


.


.


Beberapa jam setelah itu akhirnya iblis yang cukup kuat muncul juga. Dia adalah salah satu jendral iblis yang terkenal, Durand.


"Jendral iblis telah tiba!"


"Jendral iblis telah tiba!"


"Jendral iblis telah tiba!"


Seru para iblis di sana.


"Terima kasih telah datang kemari tuan Durand! Kami sedang mengalami masalah darurat!" Ucap seorang komandan di sana.


"Aku sudah mendengarnya, di mana bedebah itu?" Jawab sang jendral iblis.


"Jadi kamu yang akan aku lawan?" Ucapnya sambil bersiap dengan kedua pedangnya.


"Bocah, kembalilah. Kau belum cukup kuat untuk melawanku"


"Kalau itu, bukan kau yang menentukannya iblis sialan" Ucapnya sambil menggunakan skill nya


[MEGA SLASH] Master+


{memberi serangan melebihi dampak maksimum}


"Duar!!!!" Serangannya membelah kastil di belakangnya.


"Hei iblis licik, kenapa kau memantulkan seranganku?"

__ADS_1


"Diam saja kau bocah tengik!"


"Kalau begitu, Double Mega slash!"


"Duar"


"Duar"


Serangan bocah itu terus menerus dipantulkan seperti cahaya dalam cermin. Iblis itu bahkan tidak bergerak sedikit pun dari tempatnya berdiri.


"Bocah, kita sudahi saja permainan ini... Kau masih terlalu lemah" Kata Jendral itu sambil mengeluarkan skillnya.


[BLACK CHAOS ORB] Grand Master+ (Durand)


{Menghasilkan orb hitam raksasa yang menyedot apa pun yang disekitarnya}


[GIGA SLASH] Grand Master (Bocah)


{Kekuatannya 1000 kali mega slash}


Kedua skill yang hebat itu saling membentur, kekuatan benturannya sangat besar. Bahkan menimbulkan kerusakan area yang sangat luas.


.


.


.


Di tempat yang tidak jauh dari situ ada seorang pemuda ang mengawasi pertempuran itu. Dia menggunakan topi dan jubah sihir berwarna hitam.


"Ini akan jadi merepotkan sepertinya..."


"Sepertinya sudah saatnya aku tampil"

__ADS_1


"Apa boleh buat, toh aku juga bertanggung jawab terhadap bocah itu. Dia pasti mengira dirinya orang lain"


Kata pria itu terlihat malas.


__ADS_2