
Ibu kota Latish
Di sebuah guild petualangan ada seorang petualang pemulia, Namanya adalah Eilen seorang perempuan sepantaran Jin. Dia sudah menjadi anggota guild sejak setahun lalu.
Karena statusnya yang rendah dan kurangnya pengalaman, tidak ada yang mau memasukkannya ke dalam party mereka.
Meski sadar akan hal itu, dia tidak patah semangat. Meski hanya bisa mengambil misi-misi kecil namun dia tetap semangat menjalankannya.
Eilen tidak pernah mengambil misi kenaikan peringkat karena dia menyadari kemampuannya. Semua skill yang dimilikinya hanyalah skill tingkat F, dan untuk sehari-harinya dia lebih sering menggunakan kekuatan fisiknya untuk menyelesaikan misi.
Meski begitu, dia menguasai ilmu seni bela diri yang diajarkan ayahnya dulu. Bisa dibilang dia adalah pengguna seni bela diri yang masih bertahan di era ini.
Dengan perlengkapan seadanya dia tetap berjuang untuk menjadi lebih kuat seperti ayahnya. Beliau adalah seorang pejuang hebat bagi kotanya. Beliau adalah seorang prajurit sihir yang berpangkat tinggi.
Tidak hanya ahli dalam kekuatan fisk dan bela diri, tetapi juga sangat berbakat dalam penggunaan sihir. Menjadikannya salah satu prajurit terkuat dan telah banyak berjasa bagi negaranya.
Namun setahun yang lalu dia dikirim bersama lima unit pasukan kesatria sihir untuk memulai penjelajahan ke tanahh kematian. Untuk mengumpulkan informasi sekaligus mengamati pergerakan para pasukan iblis.
Ini memang terdengar seperti misi bunuh diri, namun misi ini sebenarnya tidak diwajibkan. Hanya para kesatria sihir yang bersedia saja yang akan diikutsertakan ke dalam perjalanan ini.
Misi itu sekaligus menjadi misi pertama yang melibatkan seluruh kerajaan di Pseudian. Hanya para pemberani dari pemberani saja yang mengikuti misi ini.
Kini telah setahun lamanya namun tidak ada kabar dari pasukan yang telah berangkat. Meskipun terlihat tegar namun dalam hati Eilen penuh dengar rasa cemas. Setiap harinya dia selalu menunggu kepulangan ayahnya.
Hari ini Eilen sedang tidak mengambil misi. Dia hari ini sedang mencari perlengkapan baru. Setelah berkeliling seharian, ternyata uangnya belum cukup.
Saking rendahnya tingkatan misi yang selalu diambilnya, setelah menabung selama satu tahun pun uang yang dihasilkan tidak begitu banyak.
Eilen hanya bisa melamun memandangi perlengkapan-perlengkapan sihir dari luar toko saja. Sampai pada akhirnya Jin melihatnya dari kejauhan. Dia kemudian menghampiri perempuan itu.
Sambil berdiri disampin Eilen, Jin berkata "Kalau mau melihat-lihat kenapa tidak masuk saja?"
Eilen yang kaget segera melangkah sedikit menjauh dari Jin, "Ah maafkan aku. Sepertinya aku menghalangi jalanmu. Aku tidak punya cukup uang untuk mengganti perlengkapanku"
"Kalau begitu ayo masuk, biar kubelikan untukmu" Balas Jin sambil masuk ke dalam toko.
Eilen pun dengan malu-malu akhirnya mengikuti Jin. Toko yang mereka masuki adalah salah satu toko terbesar di ibu kota. Biasanya hanya para bangsawan dan orang-orang kaya saja yang bisa membeli perlengkapan di tempat itu.
Perhatian Eilen terfokus pada Han Yun. Walaupun baru bertemu tapi dia yakin tingkatan kekuatan Han itu sangat tinggi, mungkin setingkat ayahnya atau lebih tinggi.
Sesampainya di dalam pelayan toko langsung menyambut mereka "Selamat datang para pelanggan. Ada yang bisa kami bantu?"
Jelas saja mereka langsung bersikap ramah, melihat pakaian mahal yang digunakan oleh Jin dan Han. Apa lagi mereka juga merasakan tingkat kekuatan sihir dari Han yang sangat tinggi.
Sambil melihat-lihat Jin berkata untuk mencarikan Eilen perlengkapan yang dia butuhkan. Jin juga menambahkan untuk memilihkan perlengkapan terbaik yang disediakan tempat itu.
"Baik akan segera kami carikan. Mari nona ikut kami sebentar" Kata seorang pelayan yang menuntun Eilen ke ruangan VIP.
Sementara menunggu Jin dan Han disuguhkan dengan teh mahal dan beberapa kudapan kelas atas.
"Silahkan sembari menunggu tuan-tuan" Kata pelayan lainnya.
.
.
.
Sambil menunggu Jin dan Han membeli beberapa benda penting seperti potion, armor sihir dan beberapa belati. Setelah menunggu akhirnya Eilen selesai mendapat perlengkapan baru.
Dia mendapat armor denga tingkat S+, Pedang sihir dan perisai satu tangan berperingkat S dan beberapa peralatan lainnya.
"Terima kasih sudah menunggu tuan. Teman anda telah selesai memilih perlengkapan barunya" Kata seorang pelayan yang kembali bersama Eilen.
Namun raut wajah nya tidak terlihat senang, dia kemudian bertanya "Anu, bukankah ini terlalu mahal? Apakah kamu benar-benar mampu membayarnya?"
"Tenang saja, ini uangnya!" Kata Jin sambil mengeluarkan koin emas yang sangat banyak.
Eilen dan pelayan di sana terkejut melihatnya, mereka berpikir Jin menggunakan sihir penyimpanan. Sihir penyimpanan adalah salah satu sihir yang langka. Bahkan hanya sedikit bangsawan yang bisa menggunakannya. Oleh karena itu sihir ini biasanya hanya digunakan untuk menaruh benda sihir yang berguna saat pertempuran. Tapi pria ini menggunakannya hanya untuk menyimpan koin emas.
__ADS_1
Setelah mereka meninggalkan toko peralatan sihir, Eilen tetap mengikutinya. Dia terus berterima kasih.
"Anu mungkin sudah sedikit terlambat tapi perkenalkan namaku Eilen. Terima kasih banyak sudah membantuku hari ini. Tapi kenapa tuan sampai repot-repot membelikan perlengkapan untukku?" Dia bertanya penasaran.
"Yah, mungkin karena aku punya banyak uang. Hehe" Jawab Jin terlihat bercanda.
"Namau Jean, Jean Knott. Kalau pak tua ini namanya Han" Terusnya yang tidak ingin membuat keributan. Karena sebelumnya nama Jin memberikan kesan yang sangat hebat.
"Dasar seenaknya saja. Seharusnya namaku juga disamarkan tahu!" Gumam Han di belakangnya.
(Mulai di sini nama yang akan digunakan adalah Jean Knott)
mereka bertiga kemudian memutuskan untuk beristirahat di sebuah rumah makan yang terlihat mewah.
"Waw aku belum pernah terbayangkan bisa makan di tempat semewah ini. Makanannya juga sangat enak!" Seru Eilen sambil mencicipi berbagai hidangan yang disiapkan.
Sambil mengobrol dengan Eilen, Jean kemudian mulai menawarkan sesuatu.
"Sebenarnya aku sudah melihat statusmu, dan menurut penglihatanku kamu sebenarnya cukup buruk. Tapi aku akan menawarkan pekerjaan padamu"
Raut wajah Eilen pun berubah menjadi datar. DIa kemudian meletakkan lagi makanan yang sudah diambilnya.
"Aku sedang mengumpulkan anggota untuk memasuki suatu tempat. Jika kamu mau kamu bisa bekerja dengan ku. Tidak perlu memikirkan pendapatan, kamu pasti akan kubayar dengan tinggi"
"Di mana tempat yang akan kamu tuju?" Tanya Eilen kemudian.
"Aku akan terus terang saja, aku sebenarnya berencana pergi ke tanah kematian. Kudengar tidak ada yang tahu keadaan di sana"
"Kalian tidak sedang bercanda kan? Tanah kematian itu letaknya sangat jauh dari Pseudian. Butuh waktu berbulan-bulan untuk sampai menggunakan kapal" Eilen terlihat tidak percaya.
"Tentu saja, untuk apa aku bercanda. Tidak peduli berapa banyak biayanya aku pasti bisa membayarnya hehe" Jawab Jean sambil memakan hidangan penutup.
Mendengar itu Eilen teringat dengan ayahnya. Pernah suatu hari dia bertekat untuk menyusul ayahnya. Untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya.
"Baiklah! kalau kalian benar-benar ingin pergi ke sana aku akan ikut!" Balas Eilen setelah membulatkan tekatnya.
"Ayahku baru-baru ini menjalankan misi ke tempat ini. Tapi sampai sekarang tidak ada kabar teregar darinya. Aku juga ingin pergi ke sana"
Rekan pun bertambah, kini anggota kelompok mereka ada lima orang, termasuk Lin dan Naura yang katanya akan segera menyusul.
Satu minggu kemudian
Eilen meminta Han untuk melatihnya menjadi lebih kuat. Dan ini sudah hari ke lima latihan mereka. Sementara jean masih sibuk mengumpulkan berbagai informasi di ibu kota.
Hanya dalam waktu lima hari, dengan arahan dari Han, Eilen naik level sampai sepuluh kali. Kini dia level 22 dan mendapat 50 poin status. Sementara di lain sisi Jean telah naik 18 level menjadi level 18, dari level 1.
Tidak lupa dengan bantuan Jean, skill milik Eilen bisa naik peringkat menjadi peringkat C. Itu merupakan peningkatan yang sangat cepat. Umumnya diperlukan syarat tertentu saat ingin menaikkan tingkatan skill yang dimiliki.
Malam hari pun telah tiba, Jean kembali ke sebuah villa yang dia sewa (orang kaya) supaya bisa leluasa di sana. Di sana Han dan Eilen sudah menunggunya.
"Bagaimana lataihannya?" Tanya Jean memulai pembicaraan.
"Bisa kau lihat sendiri, seberapa hebatnya aku sekarang! bahkan sihirku meningkat karena poin yang kumasukkan ke kecerdasan. Sungguh hebat" Balas Eilen dengan antusias.
Setelah waktunya beristirahat, Jean melanjutkan bermeditasi di kamarnya. Sementara Han berada di atap untuk mengawasi sekeliling.
Cahaya putih kemudian tiba-tiba muncul di kamar Jean.
"Dirimu sepertinya sudah lebih berkembang" An Rha telah berada di depan Jean. Dia berhasil keluar dari ruang isolasi itu.
"Guru... Kenapa tidak langsung keluar saja sih? Harusnya guru kan sudah bisa bebas dari dua minggu yang lalu?" Tanya Jean sedikit kesal.
"Diriku ini harus memastikan pewarisku memulai perjalanannya dengan baik. Tapi karena sepertinya tidak ada hambatan jadi diriku memutuskan untuk keluar"
"Diriku bahkan sudah lupa rasanya makanan di dunia ini"
Jawab An Rha setelah sekian lama terkurung. Dari raut wajahnya sepertinya dia sangat bahagia.
"Sangat disayangkan, walaupun gurumu ini sudah berhutang budi padamu tapi diriku tidak bisa mengikutimu lagi. Karena ada banyak urusan yang harus diriku selesaikan setelah keluar dari buku itu"
__ADS_1
"Aku tau itu guru, jika kau terus bersamaku maka aku tidak akan bisa bertambah kuat lagi. He he"
Setelah mengobrol sejenak, Akhirnya dia mengucapkan salam perpisahan dan pergi meninggalkan Jean.
Malam itu menjadi malam terakhirnya bersama An Rha, Jean bahkan tidak akan tahu kapan bisa bertemu lagi dengan gurunya itu.
Di atas atap
"Kenapa aku merinding ya? Apakah seorang ahli yang sangat kuat berada di sini? Mungkin itu hanya perasaanku saja"
Han Yun berkata dalam hati untuk menenangkan dirinya sendiri.
.
.
.
Pagi harinya
"Jean, lihat aku sudah naik satu level lagi!" Ucap Eilen menyombongkan dirinya.
"Kamu ini kenapa? Aku sudah naik tujuh level. Sekarang aku sudah level 25, he he"
Balas jean tidak mau kalah. Sementara itu Han Yun sangat terkejut dengan perkembangan mereka, mungkin sebentar lagi dia bisa dikejar oleh dua bocah itu.
"Dasar potion tidak berguna! Efeknya sungguh kuat. Bahkan orang yang tidak punya bakat itu bisa naik satu level dalam waktu sehari. Ini sungguh tidak adil" Han sangat iri melihat perkembangan mereka.
"Oh iya, Jean. Poinmu kau masukkan untuk apa?" Tanya Han penasaran.
"Setelah pelarian waktu itu aku sadar kalau kelincahan itu penting. Jadi aku masukkan sebagian ke sana dan sisanya kubagi antaara kekuatan dan ketangkasan. Menurutku daya tahan dan kapasitas manaku sudah cukup untuk saat ini" Jawab Jean.
Sementara itu di tempat lain Tressil, duke Rose duce mendatangi rumah lelang Trumper.
Kedatangannya itu untuk memberi tahu pemuda itu tentang kabar adiknya sekarang.
Namun sayangnya dia tidak bisa menebus seorang budak. Karena atruan yang melarang pembelian budak di kerajaan yang berbeda,
Aturan ini ditujukan supaya tidak ada perlakuan diskriminasi dan merendahkan bangsa lain selama perjanjian perdamaian.
----------------------------------------
Level: 25
Status saat ini:
STR : 125
INT : 313
AGI : 180
VIT : 100
DEX : 320
Total: 1038
*Poin tersedia: 0
Skill:
[Mata ilahi] S+
[Creator] S+
???
----------------------------------------
__ADS_1