
Mpo Indun yang dalam posisi takut melihat darah sambil bertanya-tanya ada apa gerangan, tiba-tiba dikejutkan suara rintihan dari lorong kecil di sebelah rumah Ibunya Ajeng,
Mpo Indun yang mendengar tentu saja semakin gemetaran, takut yang ia rasakan pun seketika bertambah berkali-kali lipat,
Dan saat Mpo Indun akan angkat kaki dari sana, tiba-tiba...
Mpo Indun melihat tangan yang muncul dari lorong yang gelap, tangan itu berkuku runcing dan terlihat sangat tajam,
Mpo Indun yang melihat tangan itu memegangi sisi dinding rumah Ibunya Ajeng tanpa sengaja karena lemah menjatuhkan kan nasi berkat yang ia bawa,
Tepat saat nasi berkat itu jatuh, handel pintu rumah Ibunya Ajeng terlihat bergerak-gerak seperti akan dibuka dari dalam,
Mpo Indun melihat ke lorong dan ke pintu rumah ibunya Ajeng,
Ia sungguh ingin lari saat ini juga sebetulnya, namun entah kenapa kakinya seolah tak sanggup bergerak sama sekali,
Kakinya terlalu lemas, begitupun kerongkongannya seolah tersumbat hingga tak ada satupun suara jeritan yang bisa ia keluarkan,
Apa ini?
Hantukah?
__ADS_1
Tolong, seseorang lewatlah. Aku tak tahu harus bagaimana. Batin Mpo Indun menjerit.
Hingga, tiba-tiba saja, sesosok gadis yang merupakan pemilik tangan yang muncul di lorong kini terlihat keluar dari tengah kegelapan,
Gadis yang Mpo Indun kenali sebagai gadis anak Pak Darmanto yang rumahnya di dekat jalan besar kampung itu kini berjalan terhuyung-huyung,
Mpo Indun terlihat langsung lega, karena. yang ia lihat ternyata anak tetangganya sendiri,
Ah kupikir hantu. Batin Mpo Indun sambil mengelus dada.
Gadis anak Pak Darmanto itu kini berjalan ke arah Mpo Indun, wajahnya yang sedikit tertunduk membuat tak begitu jelas dilihat,
Mpo Indun terus memperhatikan gerakan anak Pak Darmanto yang tak lazim itu,
Lalu, lamat-lamat terdengar suara si gadis anak Pak Darmanto tersebut,
"Haus... Hauuuus..."
Mpo Indun yang mendengar jadi makin heran,
Kenapa haus harus bergumam-gumam tak jelas? Beli lah minum di warung, atau pulang saja kan lebih enak. Ah dasar anak Pak Darmanto, sudah bukan rahasia dia memang suka nongkrong malam-malam di warkop depan yang banyak anak laki-laki. Mpo Indun hatinya malah julid.
__ADS_1
"Hauuus... Hauuuus... Hauuuuus!"
Tiba-tiba suara gadis itu semakin lama semakin meninggi, bertepatan dengan suara handle pintu rumah Ajeng yang bergerak kembali dan kali ini semakin cepat,
"Neng, ada apa Neng?"
Mpo Indun pun panik melihat gadis anak Pak Darmanto seperti orang kesurupan, apalagi saat kemudian jarak mereka hanya tinggal tiga meteran saja, Mpo Indun pun melihat si gadis anak Pak Darmanto mengangkat wajahnya,
Wajah yang kali ini terlihat sangat pucat seperti tak ada darah sama sekali,
Tapi...
Bukan hanya wajahnya yang pucat seperti mayat yang membuat Mpo Indun langsung terbelalak matanya, namun terlihat pula kemudian gadis anak Pak Darmanto itu menyeringai ke arah Mpo Indun,
Mpo Indun jelas bergidik luar biasa, melihat gadis anak Pak Darmanto kini terlihat memiliki taring sangat runcing sebagaimana kukunya,
Ya kuku yang ada di tangan gadis anak Pak Darmanto itu juga terlihat sangat runcing dan tajam,
"Hauuus... Aku ingin daraaah..."
Gadis itu tiba-tiba bergerak lebih cepat ke tempat Mpo Indun, yang tentu saja langsung membuat Mpo Indun berteriak,
__ADS_1
"Aaaaaaaaaaa!!!!"
...****************...