
Kabar tentang tewasnya Ajeng dalam sekejap telah sampai pada Zizi di Indonesia, termasuk pula tewasnya Alex dan juga Nadia,
Kabar terburuk yang kemudian Zizi dengar adalah lepasnya putri vampir terakhir dari kerajaan Ruthven,
Ya, dengan lepasnya Rosalina Ruthven, itu berarti kewaspadaan atas kejahatan putri vampir itu belum usai,
Zizi tentu saja sama seperti Shane, mengkhawatirkan anak-anak mereka yang kelak akan tinggal di London bersama Nancy,
Namun, apapun yang terjadi, pada akhirnya yang paling melegakan adalah legowonya Ibunya Ajeng menerima kenyataan jika anaknya tak lagi bisa diselamatkan,
Ajeng pada akhirnya tetap meninggal, dan dia tak bisa menjadi manusia,
Shane dan Marthinus sehari menjelang kepulangan Shane membawa Ajeng ke Indonesia banyak merencanakan persiapan penjagaan di rumahnya di London,
Memastikan jika nantinya saat anak-anak Shane dan Zizi datang untuk tinggal di London mereka akan bisa dijamin keselamatannya,
Paling tidak hingga mereka telah benar-benar dewasa dan mumpuni secara kekuatan,
Shane dan Zizi tahu persis, jika kelima anak mereka bukan anak-anak biasa, dan pastinya yang akan mereka hadapi pun bukanlah hal yang biasa pula,
__ADS_1
"Jadi, keputusannya kau akan tetap tinggal lagi di Indonesia Shane?"
Tanya Nancy pada Shane, setelah akhirnya mereka kembali ke markas dan semuanya telah Shane laporkan,
Untuk sementara para vampir pastinya tak akan berani berulah dulu, sampai nanti ratu baru mereka kembali pulih dari banyak luka yang ia dapatkan selama melawan Marthinus dan Shane,
"Zizi ada di Indonesia, Papa Zion juga tidak mungkin aku biarkan mengurus perusahaan sendirian, banyak hal yang juga mungkin akan terjadi di sana, aku tidak bisa diam saja bukan?"
Shane pada Nancy,
Sang Ibu yang mendengar alasan putranya tentu saja mengangguk, tak ada alasan baginya tidak setuju dengan pikiran Shane yang jelas itu adalah benar,
"Aku akan kembali ke Jakarta besok, kembalilah ke rumah, Marthinus menjamin keselamatanmu, para Lycan akan ditempatkan di setiap sisi kota, semua akan dijaga dengan ketat,"
"Ya, aku akan kembali ke rumah, jangan khawatir, aku harus menyiapkan rumah untuk menyambut cucu-cucuku,"
Kata Nancy pula, Shane meraih Ibunya, merangkul dan memeluknya dengan erat,
Tak lama berselang, seorang Lycan, anak buah Marthinus datang melapor, jika mayat Ajeng telah dimasukkan ke dalam peti dengan aman,
__ADS_1
Mayat Ajeng sudah dipastikan tidak akan bangkit dan menjadi vampir lagi, ia akan tetap seperti itu sampai nanti dikuburkan,
Shane yang mendengar laporan tersebut mengangguk lega, tak lupa ia pun mengucapkan terimakasih.
Esok harinya, saat hari menjelang siang, di mana matahari di atas kota London bersinar sangat cerah,
Shane diantar Marthinus dan juga dikawal oleh beberapa anak buah Marthinus pergi ke Bandara,
Dengan mengenakan jet pribadi milik perusahaan Alpha Centauri, Shane membawa peti mayat Ajeng kembali ke Indonesia,
Sejatinya, tidak ada manusia yang tahu apa yang akan terjadi di depan sana. Namun, betapapun menakutkannya bayangan tentang masa depan, toh langkah tetap harus terus terayun dan perjalanan harus terus dilanjutkan,
Kelak, bukan tidak mungkin putri vampir akan datang dengan membawa malapetaka yang lebih besar,
Bukan tidak mungkin pula, Attala saudara Alex pun akan muncul menjadi musuh terbesar yang juga akan membawa banyak masalah,
Tapi, Shane yakin dan percaya, jika ia dan zizi serta anak-anak mereka akan kembali bisa melewati semuanya,
Karena mereka tidak sendiri, karena mereka memiliki banyak sahabat yang mendukung, karena mereka memiliki kekuatan yang tak dimiliki musuh-musuh mereka, cinta.
__ADS_1
Cinta dalam kekeluargaan dan persahabatan.
...SELESAI...