
Marthinus tampak membidik vampire perempuan yang semula akan menjadikan Ibunya Ajeng sebagai korbannya,
Namun, dengan cepat Shane menghalangi, dan memilih turun tangan sendiri dengan menarik salah satu dari mereka lalu mencakar dan membantingnya ke tanah,
Shane dengan kekuatannya yang merupakan kekuatan Raja Vampire Ruthven yang masih tersisa di dalam dirinya tampak dengan mudah membuat dua vampire perempuan yang tengah saling serang itupun melemah,
Shane lantas meminta Marthinus mengikat keduanya, namun dibawa ke tempat yang terpisah,
Vampir perempuan yang menyerang Ibunya Ajeng diserahkan pada Arya, sedangkan Ajeng dimasukkan ke dalam mobil Shane,
"Mau dibawa ke mana anakku Tuan?"
Tanya Ibunya Ajeng,
"Nyonya, ikutlah dengan kami, percayalah, kami akan membantu membuatnya kembali menjadi manusia, hidup ataupun mati,"
Kata Shane,
Ibunya Ajeng pun tampak berkaca-kaca,
Shane lantas pamit pada Arya untuk kembali ke rumah karena ia juga harus memastikan isterinya telah mendapatkan mustika ular sisik emas atau tidak,
__ADS_1
Selain itu, ia juga pastinya khawatir bilamana Zizi akan kenapa-kenapa, meskipun sembilan puluh sembilan koma sembilan ratus sembilan puluh sembilan persen Zizi pasti bisa menangani semuanya,
Arya pun mengiringi Shane yang terlihat tergesa menuju mobilnya untuk pulang ke rumah,
Marthinus dengan mobilnya sendiri mengawal dari belakang,
Ibunya Ajeng tampak ikut bersama Shane, duduk bersama Ajeng di jok belakang seraya terus menangisi anak kesayangannya, dan anak yang sangat menyayanginya juga selama ini,
"Dia masih bisa merasakan keberadaan mu, energimu membuatnya bisa mengendalikan diri, ini satu kabar baik Nyonya, jika Ajeng banyak kemungkinan bisa seperti saya,"
Kata Shane saat ia telah membawa mobilnya menjauhi kantor polisi,
Mobil Shane dan Marthinus tampak menjadi mobil orang biasa satu-satunya yang melintasi jalanan ibu kota malam itu,
Ibunya Ajeng terus menatap jalanan di luar sana yang terlihat begitu mengerikan,
"Saya juga seperti Ajeng, lalu akhirnya saya bisa mengendalikan diri untuk tidak sampai minum darah lagi dan bisa hidup macam manusia kebanyakan, meskipun aku tahu jika aku tetap berbeda, bahkan sampai hari ini yang paling saya takutkan hanyalah saat isteri menua dan tiada, saya masih harus menjalani hidup yang tak tahu hingga kapan,"
Ibunya Ajeng kembali menatap Ajeng, dan kembali menitikkan air mata,
Rasanya ia begitu sedih mendengar cerita Shane,
__ADS_1
"Saya baru tahu ada mahluk seperti ini Tuan, selama ini yang saya tahu hanya hantu dan siluman saja,"
Lirih Ibunya Ajeng,
Shane mengangguk mengerti,
"Ya, semua adalah salah Alex, dia yang paling bertanggungjawab atas semuanya, itu sebabnya saya membutuhkan Ajeng untuk menemukannya dan memberikan pelajaran yang berharga,"
Kata Shane,
"Alex, siapa dia? saya tidak pernah satu kali pun Ajeng menyebut nama Alex, Tuan,"
Ujar Ibunya Ajeng,
Shane sekilas tersenyum getir, sungguh rasanya ia jadi iba dengan kenyataan Ajeng yang tidak tahu apa-apa akhirnya jadi ikut terseret masalah dengan dijadikan korban oleh manusia-manusia pemuja kekuasaan hingga rela menghamba pada mahluk lain,
"Ajeng memang tidak mengenal Tuan Alex, Nyonya. Dia adalah korban dari atasannya yang jahat, tapi Nyonya tak perlu khawatir, polisi Arya yang akan menangani mereka, dan memastikan mereka akan mendapatkan hukuman yang setimpal, serta membayar kerugian sepenuhnya kepada Nyonya dan Ajeng."
Kata Shane.
...****************...
__ADS_1