
Sementara itu, di jalanan-jalanan ibu kota kini mobil patroli polisi terus berseliweran,
Sirine-sirine dari mobil patroli pun seolah mengisi setiap sudut malam,
Korban yang terus berjatuhan karena vampir terus bertambah banyak dan semakin tak terkendali seperti wabah membuat pemerintah kota bahkan sampai akhirnya dari pemerintah propinsi mengumumkan keadaan darurat,
Semua warga diminta tetap tinggal di dalam rumah dan tak boleh keluar sama sekali,
Semua diminta waspada dan langsung menghubungi pihak keamanan saat keadaan di sekitar mulai tidak kondusif,
"Kami sedang menuju ke sana, jangan khawatir, sebentar lagi kami sampai,"
Kata Marthinus pada Shane,
Tampak Shane menoleh ke arah polisi Arya, sambil mengangguk kecil seolah memberikan suatu isyarat,
Shane sejenak pamit untuk melanjutkan bicara dengan serius sekali dengan menjauh dari posisi polisi Arya berdiri,
"Ar,"
Seorang polisi yang merupakan teman dari polisi Arya menghampiri Arya,
"Ada apa Bon?"
Tanya polisi Arya,
"Pemilik asli dari vila berdarah sudah ditemukan,"
Kata teman dari polisi Arya,
"Oh, baguslah,"
Polisi Arya tampak senang,
"Kau tahu siapa pemilik dari via berdarah itu?"
Tanya teman polisi Arya,
__ADS_1
"Siapa?"
Polisi Arya cepat balik bertanya,
"Petinggi dari TKP pertama, kaki tangannya juga sudah kita tangkap langsung dari tempat mereka bekerja,"
"TKP pertama? Maksudnya??"
Polisi Arya memandang temannya,
"Ya, bandara, pemiliknya adalah petinggi di sana,"
Kata teman polisi Arya,
Tampak Arya menganggukkan kepalanya tanda ia sudah mengerti,
"Di mana dia sekarang?"
Tanya Arya pada temannya,
"Kita ke sana sekarang,"
Kata Arya yang lantas langsung bergegas beranjak dari sana,
Shane yang lantas melihat Arya pergi begitu saja langsung mengakhiri pembicaraannya melalui telfon dengan Marthinus, dan sekali lompatan saja, Shane tampak sudah langsung berada di dekat Arya,
"Pemilik vila berdarah itu tertangkap, ia petinggi di TKP pertama, aku yakin dia tahu sesuatu,"
Ujar Arya pada Shane,
Tampak Shane mengangguk,
"Ya, dia harus menjelaskan semuanya, TKP pertama adalah di tempat ia bekerja, dan kemudian TKP kedua adalah di vila miliknya, ini pasti tidak mungkin jika bukan satu kesengajaan,"
Ujar Shane,
"Ya, kau benar,"
__ADS_1
Kata Arya pula,
Keduanya bersama teman Arya yang sesama polisi pun pergi langsung ke kantor polisi di mana si petinggi yang dimaksud berada,
Laki-laki bertubuh gemuk pendek itu didampingi sang kaki tangan yang bernama Rahmat,
"Jika ini ada hubungannya dengan Jaka Lengleng dan mereka ternyata bersekongkol, maka akan aku habisi mereka semua,"
Geram Shane,
Arya sekilas memandang Shane yang terlihat benar-benar geram,
Tentu Arya sangat memahami kenapa Shane marah bukan kepalang,
Ya...
Dia yang juga bukan manusia biasa, pastinya merasa sangat terganggu dengan kemunculan banyak mahluk seperti dirinya, Shane jelas tak ingin nantinya apa yang telah mereka lakukan itu akhirnya membuat dirinya jadi terbongkar juga,
Arya memasuki kantor polisi, diiringi Shane di dekatnya,
Keduanya berjalan ke arah dua orang laki-laki yang kini tampak tertunduk,
"Bawa dia ke ruangan saya,"
Kata Arya cepat pada para bawahannya,
Mereka lantas menyeret dua laki-laki yang baru mereka tangkap itu ke ruangan Arya,
"Kita tunggu pengacara saya, biar mereka yang akan menjelaskan semuanya, saya tidak perlu menjelaskan apa-apa,"
Si laki-laki gemuk pendek itu berteriak-teriak,
"Yang berhak memutuskan anda perlu dan tidak perlu menjelaskan adalah kami, diamlah!!"
Bentak Arya.
...****************...
__ADS_1