
Di tempat yang berbeda, tepatnya di sebuah rumah mewah di kota London, seorang laki-laki duduk dengan gelisah di belakang meja kerjanya di ruangan yang terpisah dari kamar tidurnya,
Ia terlihat mengetuk-ngetuk permukaan meja kerjanya,
"Sekarang kau tahu bukan, apa kesalahanmu kali ini? Berapa kali kau hancurkan semua rencana kami Lex,"
Saudara perempuan Alex yang kini berdiri di dekat kaca jendela berukuran besar tampak melipat tangannya sambil mengawasi jalanan di depan sana yang tampak gelap dan lenggang,
"Alih-alih mendapatkan tambahan kekuatan dari kelompok Vampire, yang ada kita juga nantinya akan diburu, sementara kekuatan kita sama sekali belum cukup untuk menghadapi mereka,"
Ujar saudara perempuan Alex lagi,
Sosoknya yang bagaikan seorang model catwalk dengan tubuh tinggi ramping dan wajah cantik terlihat begitu tenang meski suaranya terdengar sinis di telinga Alex,
"Membangunkan Rosalina Ruthven bukan ideku,"
Kata Alex,
"Tapi kau yang melakukan kesalahan saat membangunkannya, yang akhirnya isteri mu lah yang menjadi korbannya,"
Saudara perempuan Alex kembali bicara, ia kini mengibaskan rambutnya yang panjang,
Rambut panjang yang tergerai indah itu bahkan mengeluarkan aroma yang begitu harum,
"Nadia, bagaimana rencanamu kemudian? Kau gagal mendapatkan mustika di rumah Ardi Subrata, untuk mendapatkan obat penawar di kastil putri Ruthven pun dipastikan kau tak akan sanggup sekarang,"
"Aku tahu,"
Lirih Alex lemah,
"Itu karena kau ceroboh Lex,"
"Aku berusaha melakukan semuanya sebaik yang aku mampu,"
Saudara perempuan Alex menghela nafas,
Tatapan matanya kini mengarah ke sudut gelap di ujung jalanan di sekitar kediaman Alex yang sepi,
"Para Lycan tampaknya sudah siap berperang, ini sudah kesekian kalinya dua mahluk abadi itu bersitegang,"
"Salah satu dari mereka harusnya berada di pihak kita,"
Kata Alex,
Namun, saudara perempuannya malah tampak tertawa kecil mendengar kalimat Alex,
"Lycan, kau pikir mereka bisa dikuasai? Mereka sangat buas, mengendalikan mereka sama saja kau harus mengalahkan puluhan serigala liar dan lapar,"
"Tapi keluarga Ardi Subrata, mereka bahkan memakai pemimpin Lycan untuk menjadi kepala pengawal pribadi si Zizi,"
Kembali saudara perempuan Alex tersenyum, kali ini matanya seolah mengawasi gerak-gerik di jalanan sekitar kediaman Alex,
"Rumahmu sepertinya sedang diawasi,"
Kata saudara perempuan Alex tersebut, lalu cepat ia mundur beberapa langkah ke belakang, seraya tangannya menunjuk ke arah tirai kaca jendela ruangan kerja Alex,
Sreeeek...
Tirai itu menutup seketika,
Alex tampak berdiri, ia sedikit tegang saat ini,
"Siapa?"
__ADS_1
Tanya Alex,
"Lycan, sepertinya mereka,"
Kata saudara perempuan Alex sambil menatap Alex yang gugup,
"Kau membuat masalah dengan para Lycan?"
Tanya saudara perempuan Alex menyelidik,
Alex, saudaranya itu memang kerap membuat masalah karena kecerobohan yang terus-terusan diulangi, tak heran jika kakak sulung mereka, Attala, sangat kesal pada Alex,
"Aku? Sama sekali aku tak ada urusan dengan mahluk-mahluk itu,"
Ujar Alex,
Saudara perempuan Alex menatap tajam Alex yang terlihat makin gelisah dan gugup,
"Kau yakin tak membuat masalah dengan mereka? Sementara kau tahu kepala pengawal Nona Zizi adalah Lycan,"
Kesal saudara perempuan Alex yang kini menggeleng-gelengkan kepalanya,
"Kalau itu aku tahu,"
"Kau seharusnya tak usah meninggalkan jejak di Indonesia dengan menularkan virus vampir di tubuh Nadia, kau memancing amarah Shane, suami Zizi, dan itu juga berarti kau melibatkan Marthinus,"
"Mereka sudah ada di sini,"
Lirih Alex bergumam,
Saudara perempuan Alex tampak tersenyum miring,
"Kau harus bersiap jika tiba-tiba mereka meringsek masuk,"
Kata Alex,
"Kau harusnya sudah siap dengan risiko ini,"
"Musuh mereka yang utama adalah Rosalina Ruthven,"
"Musuh mereka yang utama adalah kau Lex, apa kau tak juga sadar, bahwa dari kau lah semua kegaduhan ini berasal, Attala sudah berulangkali menyampaikan pada kita agar kita bergerak secara halus, menghancurkan perusahaan Alpha Centauri lebih dulu, membangun kembali kerajaan Andromeda agar kita bisa menguasai seluruh anak perusahaan Alpha Centauri, meruntuhkan kejayaan mereka, barulah setelah itu kita menguasai lainnya,"
"Gerakan Attala terlalu lama,"
Keluh Alex,
"Tapi itulah yang terbaik, daripada kau, bergerak tak jelas hingga semuanya berantakan, jangankan target bisa didapat, yang ada kau hanya seperti membuat kita semua jadi tampak bodoh,"
Kesal saudara perempuan Alex,
"Nat, kau harus membantuku,"
Ujar Alex kemudian,
"Apa?"
Natalia, saudara perempuan Alex yang sejak dahulu seolah tak pernah menua itu menatap Alex,
"Bantu aku membawa Nadia pergi dari sini jika nanti para Lycan menyerbu, aku tak mengapa hancur di tangan mereka, tapi Nadia, kumohon, selamatkan dia,"
Kata Alex akhirnya,
Natalia menghela nafas,
__ADS_1
"Kenapa harus aku yang menyelamatkannya, kau lah suaminya, lebih baik pergi sekarang dan bersembunyi lah sampai kelak aku dan Attala menjemputmu,"
Ujar Natalia,
Perempuan cantik itu lantas mengambil sesuatu dari saku jaketnya, sesuatu seperti kartu yang kemudian ia lemparkan ke arah Alex,
"Kau tahu bukan, ke mana harus pergi?"
Tanya Natalia,
Alex tampak menatap kartu di tangannya,
Sebuah kartu yang tentu saja itu berfungsi seperti kunci untuk membuka satu ruangan yang nantinya akan menuju alam lain,
Ya, Alex tahu, ini sama seperti ia diasingkan, dibuang ke sebuah tempat yang jauh dari mana-mana,
Tapi...
Tiba-tiba terdengar suara seperti alarm tanda bahaya berbunyi,
Alarm yang dipasang di bagian pintu gerbang rumah yang ditinggali Alex untuk mendeteksi adanya sesuatu yang berbahaya memasuki kawasan rumah,
Alex bergerak mendekati kaca jendela ruangannya untuk melihat apa yang terjadi,
Dan tampak sesosok Lycan melompati pagar rumah masuk menyusul dua Lycan berukuran besar-besar,
Alex menoleh ke arah Natalia,
"Kau benar, Lycan,"
Kata Alex panik,
Natalia pun segera bergerak menuju sudut ruangan kerja Alex, di mana di sana ada terdapat tombol yang banyak sekali,
Natalia menekan beberapa tombol yang ada di sana, yang kemudian dengan otomatis seluruh pintu dan jendela rumah itu mengeluarkan besi-besi besar yang membuat pintu aman untuk bisa didobrak,
"Cepatlah, bawa Nadia,"
Kata Natalia,
"Kau, bagaimana dengan kau?"
Tanya Alex,
"Aku akan menuju tempat Attala,"
Ujar Natalia,
Alex lantas meraih tubuh adik perempuannya, memeluknya sebentar lalu cepat ia bergerak keluar ruangan untuk menjemput Nadia,
"Jangan lakukan apapun lagi, tunggu sampai kami menjemput,"
Pesan Natalia,
Alex hanya mengangguk sekilas lalu, setelah itu cepat melesat meninggalkan Natalia yang kini bersiap menuju tempat Attala melalui pintu rahasia,
Sebagai siluman mereka tentu saja sangat mudah berpindah tempat tanpa susah payah,
Di luar, para Lycan mulai menggerumut rumah yang ditinggali Alex,
Tampak Alex menggotong Nadia menuju ruangan yang mana di sanalah ia akan masuk tempat pengasingannya,
Tak ada pilihan, ia harus lakukan ini, membawa Nadia pergi, atau melihatnya menjadi santapan Lycan.
__ADS_1
...****************...