
Di sebuah kastil yang jauh dari pusat kota, sekelompok kelelawar terbang menuju kastil tersebut, dan begitu melewati pagar besi yang menjulang tinggi mengitari Kastil, kelelawar-kelelawar tersebut seketika berubah menjadi para vampire dengan juba-jubah panjang berwarna hitam,
Para vampir laki-laki itu kemudian berjalan tergesa memasuki bangunan utama kastil,
Di dalamnya tampak banyak vampir lain yang tengah duduk menikmati darah-darah segar yang diletakkan di dalam gelas-gelas kaca,
Mereka semua tampak menatap kedatangan para vampir dengan jubah panjang itu,
"Ada apa?"
Tanya seorang vampir wanita yang tampak muncul dari ruang dalam, ia mengenakan gaun berwarna maroon,
Ia adalah salah satu vampir wanita yang dulu berada di jajaran para dewan vampire,
Beberapa hari ini ia menetap di kastil yang mana Rosalin kini berada untuk memastikan akankah kerajaan Ruthven akan kembali berjaya,
Ya, tentu saja, Rosalin, putri sang raja vampire yang paling disegani selama beberapa ratus tahun terakhir, yang kini telah bangkit setelah dikurung sekian lama, tampaknya ia akan sungguh-sungguh mengembalikan kejayaan Ayahnya,
Menguasai seluruh kekuatan para makhluk dari kegelapan, baik itu Vampire maupun Lycan, bagi Rosalin, semua kekuatan itu harus ia miliki untuk menghabisi semua manusia,
"Marthinus, makhluk campuran itu telah tiba di London,"
Kata salah seorang dari para vampire yang mengenakan jubah-jubah hitam,
Vampire wanita yang mengenakan gaun warna maroon tampak membulatkan matanya,
Tampak bola matanya yang semula abu-abu terang tampak berubah menjadi putih,
"Marthinus,"
Vampir wanita itu seperti menggumamkan nama Marthinus,
__ADS_1
"Kami harus menemui pemimpin,"
Kata vampir yang berdiri paling depan di antara kelompoknya,
"Ya, dia sedang duduk di singgasananya, tentu dia menunggu kalian,"
Ujar si vampire wanita,
"Kami pamit dulu Gracie,"
Vampire wanita yang bernama Gracie itu mengangguk, dan tanpa menunggu lama, sekelompok vampire laki-laki yang berjumlah sekitar delapan orang tersebut meneruskan langkah mereka menuju ruangan di mana Rosalina Ruthven berada,
Ruangan dengan pintu-pintu besar nun tinggi menjulang itu tampak dijaga dua sosok laki-laki bertubuh besar,
"Kami akan menemui pimpinan,"
Kata laki-laki yang memimpin kelompoknya,
Dua sosok penjaga pintu ruangan yang mana Rosalina Ruthven berada tampak memperhatikan dengan seksama,
Dua laki-laki yang berjaga di pintu ruangan Rosalina Ruthven pun kemudian saling berpandangan, dan saling mengangguk,
Meskipun mereka pernah melihat kelompok vampir itu masuk ke kastil untuk menemui pemimpin mereka sebelumnya, tapi sebagai penjaga, tentu mereka harus tetap selalu waspada,
"Satu orang saja, yang lain tetap tinggal di luar,"
Kata salah satu penjaga itu,
Sang pemimpin kelompok vampire jalanan pun mengangguk setuju, ia menoleh ke arah teman-teman kelompoknya sebentar,
Setelah itu ia pun melangkah menuju pintu besar dan tinggi ruangan yang di mana sosok Rosalina Ruthven kini duduk di singgasananya,
__ADS_1
Pintu-pintu besar itu kemudian dibuka pelahan oleh dua penjaga, dan dipersilahkannya sosok vampire yang merupakan pemimpin kelompok vampire jalanan,
Kelompok vampire jalanan yang seringkali dijadikan mata-mata untuk melihat suasana sekitar kota, termasuk juga pergerakan para Lycan dan pimpinan mereka,
Vampire laki-laki muda yang merupakan pemimpin para vampire jalanan tampak berjalan memasuki ruangan yang kini Rosalina terlihat duduk bak ratu di singgasananya,
Vampire yang wajahnya begitu cantik itu kini terlihat memandangi kedatangan sang pemimpin vampire jalanan,
"Tuan Putri, ampuni hamba,"
Kata si vampire laki-laki muda sambil kemudian bersimpuh di hadapan Rosalina Ruthven,
Tampak Rosalina pun berdiri, lalu ia pun pelahan turun dari singgasananya,
Hingga...
"Berita apa yang kau bawa?"
Tanya Rosalin pada vampir muda yang tampak tubuhnya sampai tergetar,
Sosok Rosalin yang cantik luar biasa itu tampak menunjuk wajah si vampir muda dengan telunjuknya yang kukunya sangat runcing,
"Katakan!"
Kata Rosalin dengan nada suara yang meski tak seberapa keras, tapi terdengar seperti kesal,
"Marthinus, makhluk percampuran itu, ia telah kembali, dan matilah kita jika ia ikut berperang melawan kita,"
Mendengarnya Rosalin menyeringai,
"Tidak akan mati, selama ada aku."
__ADS_1
Ujar Rosalin.
...****************...