Putri Vampir Terakhir

Putri Vampir Terakhir
31. Pembuat Onar


__ADS_3

BRAK!!


Arya menggebrak mejanya,


Shane berdiri bersandar sambil melipat tangannya, ikut menatap tajam dua orang yang kini sedang diintrogasi,


Laki-laki gendut pendek yang mereka yakini paling bertanggungjawab atas semua kekacauan ini terlihat mulai ketakutan,


"Aku sungguh tidak tahu apapun,"


Si laki-laki gemuk pendek masih terus berusaha berkilah,


Shane yang akhirnya tak tahan melihat si laki-laki gemuk itu tetap bersikukuh mengabaikan ancaman Arya, bahkan saat Arya juga sudah mulai tidak sabar, akhirnya Shane memutuskan untuk ikut turun tangan,


Ia mendekati meja Polisi Arya yang di mana di depannya kini si laki-laki gemuk pendek dan juga sosok Rahmat, yang merupakan kaki tangannya duduk menghadapi Arya,


Tampak Shane kemudian berdiri di dekat meja, dan saat kedua orang yang sejak tadi tak juga mau membuka mulut untuk menjelaskan apa sebetulnya yang terjadi, Shane tampak menyeringai,


Melihat Shane yang kini memperlihatkan dua gigi taringnya, dan tiba-tiba kuku-kuku jari tangannya meruncing tajam, dua orang yang tengah diintrogasi oleh polisi Arya tampak membelalakan mata,


Wajah mereka langsung memperlihatkan ketakutan,


Tentu saja, mereka tak menyangka sama sekali, jika Shane, laki-laki bule yang mereka selama ini kenal sebagai menantu dari pemilik perusahaan Alpha Centauri ternyata bukan manusia biasa,


"Katakan, atau darah kalian yang akan aku nikmati hari ini,"


Kata Shane mengancam,


Tatapan matanya yang tajam seolah menghujam ke dalam ulu hati dua orang yang ada di depannya,


Shane bergerak pelahan semakin mendekati laki-laki gemuk pendek yang kini tampak gemetaran dan mulai keluar keringat dingin,


"Katakan! Siapa dalang semua kekacauan ini!!"


Bentak Shane seraya tangannya terulur ke arah si laki-laki gemuk pendek dan dengan kasar menarik kerah kemejanya,


"Am... ampun... ba... baik... baiklah... aku... aku akan bicara,"


Kata laki-laki gemuk pendek yang akhirnya menyerah,

__ADS_1


Di sampingnya, sosok kaki tangannya terlihat menoleh, wajahnya menyiratkan kekhawatiran karena atasannya pada akhirnya tak bisa mempertahankan rahasia kelompok mereka,


Shane dan polisi Arya sekilas saling berpandangan, untuk kemudian saling mengangguk dan tersenyum, seolah keduanya benar memikirkan hal yang sama,


"Alex, Tuan Alex, isterinya menjadi vampire dan aku terpaksa mengorbankan salah satu pegawaiku untuk isterinya,"


Tutur si laki-laki gemuk pendek kemudian,


Shane menaikkan kedua alisnya,


"Alex?"


Tanya Shane dengan suara yang ia tekan karena langsung terbakar emosi,


Brak!


Tak kalah kesal dan emosi, Polisi Arya sampai meninju meja di depannya,


"Sialan, Tuan Alex lagi!"


Geram Arya,


"Lalu kau bawa itu pegawaimu ke vila dan akhirnya memakan korban lagi!"


Shane mendelik,


Laki-laki di depannya itupun mengangguk,


"Dan akhirnya korban berjatuhan sejak itu,"


Tambah Shane pula,


"Dia yang membawa vampir itu ke vila, aku tidak tahu kenapa vampir itu lepas dan akhirnya membuat kekacauan seperti sekarang,"


Ujar si laki-laki gemuk pendek yang tampak kini malah menunjuk ke arah Rahmat, sosok kaki tangannya,


"A... Aku... aku hanya menjalankan perintah,"


Rahmat langsung berusaha membela diri, ia ketakutan setengah mati,

__ADS_1


"Tapi kau yang tidak hati-hati hingga ia terlepas,"


Marah si laki-laki gemuk pendek yang merupakan atasan Rahmat,


"Aku sudah memasukkannya ke dalam ruang bawah tanah, menguncinya di sana, bahkan pintu ruangan yang menuju ruang bawah tanah pun aku kunci!"


Rahmat terus berusaha agar tak disalahkan,


Tapi, Shane dan Arya tentu saja tak lantas memaklumi apa yang dikatakan Rahmat, bagi mereka Rahmat di sini berarti juga ikut andil dengan semua bencana ini, apalagi...


"Dia juga yang memilih Ajeng sebagai korban Nyonya Nadia,"


Kata si laki-laki gemuk pendek itu,


Jelas sekali ia ingin cuci tangan dengan semua yang telah terjadi,


"Apapun kalian adalah yang paling harus bertanggungjawab atas semuanya!"


Kata Arya, yang kemudian meminta anak buahnya masuk ke dalam ruangan untuk menjelaskan kedua laki-laki di hadapannya.


"Ajeng, korban pertama vampir sudah ditemukan paman Marthinus, dan yang menjadikan Ajeng korban juga kini sudah berhasil di tangkap, apa semua akan bisa selesai?"


Gumam Arya bertanya pada Shane manakala anak buah Arya masuk ke ruangan dan kemudian membawa dua orang laki-laki yang merupakan laki-laki gemuk pendek salah satu petinggi di Bandara, dan juga Rahmat, yang tak lain adalah kaki tangan si petinggi bandara.


"Belum, Ajeng harus aku bawa ke London, karena aku harus menemukan Alex serta isterinya,"


"Kenapa Ajeng harus dibawa ke sana?"


Tanya Arya bingung,


"Karena Ajeng yang akan bisa merasakan dengan jelas, di mana mereka bersembunyi."


"Kau yakin mereka ada di London?"


Tanya Arya pada Shane,


Tampak Shane mengangguk,


"Yakin, kaerena mereka juga lah yang pastinya membuat keonaran di sana saat ini."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2