Putri Vampir Terakhir

Putri Vampir Terakhir
29. Membawa Target


__ADS_3

Shane yang baru sampai di tempat para korban vampire dikarantina tampak bertemu Polisi Arya, keduanya berjabat tangan dan terlihat memasang wajah yang sama serius,


Tentu saja, bagi mereka, kekacauan kota yang kini tengah terjadi adalah sebuah masalah yang tak bisa dianggap remeh,


Sudah banyak sekali korban berjatuhan, dan dari sebagian korban itupun menjadi vampir lagi yang kemudian memakan korban lagi,


Sudah hampir seratus orang yang mulai dilarikan ke tempat karantina, sebagiannya telah menjadi vampir, sementara di luar sana ada beberapa yang masih berkeliaran belum tertangkap,


"Keadaan semakin gawat Shane,"


Kata Polisi Arya, saat mereka berdua berjalan beriringan masuk ke tempat yang disediakan untuk mengkarantina seluruh korban vampir baik yang menjadi vampir juga maupun yang tidak,


Shane mengangguk,


"Aku tahu, ini pasti sangat membingungkan untuk para polisi, karena kekacauan ini bukan disebabkan manusia biasa,"


Kata Shane, tampak polisi Arya pun mengiyakan dengan anggukan kecil,


Wajahnya kini benar-benar serius dan diliputi keresahan yang cukup besar,


Mereka masuk ke dalam ruangan besar yang dipenuhi sel-sel dengan para vampire di dalamnya,


Para vampir itu menggila, tangan mereka berusaha menggapai Polisi Arya, namun Shane dengan sigap langsung menampakkan dirinya yang sesungguhnya,


Ia, Shane tentu saja adalah vampire yang paling kuat diantara vampir lainnya, ia memiliki kekuatan Ruthven, raja vampir yang membuatnya menjadi seperti sekarang,


Melihat Shane yang berubah menjadi vampir yang kuat, membuat para vampir amatiran itupun langsung mundur-mundur ketakutan,

__ADS_1


Namun sialnya, polisi Arya juga terlihat ikut ngeri melihat Shane,


Sekian tahun mengenal Shane, baru kali ini ia melihat Shane benar-benar menunjukkan dirinya yang sesungguhnya,


Shane yang biasanya begitu tampan, rapi, keren, tiba-tiba kini menjadi seram dengan dua taringnya yang runcing dan tajam,


Para vampir yang dikerangkeng yang kini terlihat menciut tampak duduk di sudut-sudut ruangan,


"Satu langkah saja kalian maju, apalagi sampai melukai Tuan Arya, akan aku cabik kalian!"


Ancam Shane,


Semua terlihat diam, tak ada satupun yang berani bersuara maupun berkutik,


Shane bagaikan Ruthven di masa kejayaannya, yang mana semua vampir tunduk dan patuh padanya,


Tanya polisi Arya pada Shane, setelah akhirnya Shane kembali seperti manusia lagi,


Polisi Arya saking gugupnya sampai harus melepas kancing atas seragamnya,


Shane menoleh ke arah polisi Arya sambil kemudian menarik ujung bibirnya sedikit,


"Tidak, mereka bukan korban pertama yang membuat kegaduhan ini, aku yakin,"


Ujar Shane,


Bersamaan dengan itu, suara panggilan masuk terdengar dari hp milik Shane yang ada di dalam kantong jaket hitamnya,

__ADS_1


Shane cepat meraih hp miliknya dan menilik siapa yang menelfon,


"Ah Paman, ada di mana Paman sekarang?"


Tanya Shane pada Marthinus yang menghubunginya sembari memanggul sesosok gadis yang berlumuran darah namun kini tampak begitu lemas,


Seorang wanita berjalan sampai tersandung-sandung saking takutnya tertinggal, apalagi tangannya harus terus memegangi tangan si gadis yang kini berada di bahu Marthinus,


"Target sudah ketemu, aku akan segera membawanya ke tempat karantina utama,"


Ujar Marthinus,


"Benarkah? Siapa?"


Tanya Shane penasaran,


"Seorang gadis yang bekerja di bandara sebagai petugas kebersihan,"


Ujar Marthinus, yang tentu saja langsung membuat Shane paham,


"Ah yah tentu, benar, dia orangnya, aku sempat memburunya di bandara,"


Kata Shane pula,


"Aku mengamankannya dalam posisi sudah tak berdaya, ia melemah jika berada di samping Ibunya."


...****************...

__ADS_1


__ADS_2