
Sekitar pukul empat sore Waktu Indonesia Barat, saat di mana Shane yang dikawal Marthinus akhirnya pergi ke London dengan membawa Ajeng,
Ibunya Ajeng diputuskan tak jadi ikut dan tetap berada di Indonesia bersama Zizi,
Tentu saja, Ajeng sudah aman bersama Shane dan Marthinus, ia tak akan memakan korban lagi, malah justeru sebaliknya, ia akan menjadi penunjuk jalan ke mana mereka bisa menemukan Nadia yang itu berarti sebagai persembunyian Alex,
Keadaan London yang sudah mencekam, karena kemungkinan terburuk perang antara Vampire dan Lycan akan kembali terjadi, juga adalah salah satu alasan kenapa Zizi menghalangi Ibunya Ajeng ikut,
"Mereka berbeda dengan hantu di sini Bu, mereka monster, bukan hantu,"
Kata Zizi saat Ibunya Ajeng tadi sempat tetap memaksa ingin ikut,
Entah karena khawatir Ajeng pergi sendiri, atau karena ia ingin bisa lihat London,
"Sekarang juga sedang musim salju, itu akan sangat dingin,"
Kata Zizi pula,
"Salju? Seperti di film?"
Ibunya Ajeng polos, terbayang langsung di depan matanya film-film luar negeri yang sering memperlihatkan hujan salju,
__ADS_1
"Ya seperti di film, hujan es serut,"
Kata Zizi,
"Enak,"
Ibunya Ajeng malah jadi membayangkan benar-benar hujan es serut,
Tapi, Zizi akhirnya tetap menjelaskan semua kemungkinan yang akan terjadi di sana,
Mungkin mereka akan menghadapi ribuan vampire, dan itu pastinya akan sangat menakutkan,
Belum lagi, adik dari Ajeng juga ada di tempat karantina yang diamankan pihak kepolisian,
"Ibu harus mengurus pemakaman adiknya Ajeng, bagaimanapun dia juga anak Ibu,"
Kata Zizi pada Ibunya Ajeng, yang karena itulah akhirnya Ibunya Ajeng mau tetap tinggal dan bersedia melepaskan Ajeng pergi tanpa dirinya,
Shane dan Marthinus yang membawa Ajeng sampai di London disambut oleh anak buah Marthinus,
Keadaan yang tidak lagi aman memang menjadikan Shane menolak disambut oleh Paman Nick dari perusahaan,
__ADS_1
Kali ini, ia pulang ke London bukan sebagai menantu Tuan Zion pewaris tahta Alpha Centauri, melainkan sebagai manusia vampire satu-satunya yang akan bisa berhadapan dengan Rosalin.
Dengan menggunakan iring-iringan mobil hitam, Shane dan Marthinus yang membawa Ajeng dijemput dan diantar ke markas baru mereka di sebuah kastil di pinggiran kota,
Nancy sejak rapat terakhir juga ikut pindah ke sana untuk sementara waktu, yang tentu saja sudah mendapatkan izin dari Tuan Zion,
"Terendus banyak penduduk yang menjadi vampire di rumah-rumah mereka, tak akan lama lagi, mereka berhamburan keluar, kami sudah meminta pemerintah kota untuk mengungsikan penduduk yang masih menjadi manusia, para aparat juga akan berjaga, memblokade wilayah agar wabah tak akan semakin meluas ke seluruh Inggris,"
Kata kaki tangan Marthinus yang memimpin penjemputan dan Marthinus tampak ikut di mobilnya, sementara Shane berada di mobil kedua, dengan Ajeng yang hanya mematung sejak keberangkatan mereka,
"Baiklah, aku rasa kalian sudah melakukan semuanya dengan sangat baik,"
Kata Marthinus puas,
"Tidak, kami merasa bersalah dan gagal Tuan Marthinus, mereka bisa menyusup ke beberapa rumah penduduk, bahkan di komplek yang di sana ada Nancy, ini sangat buruk,"
Ujar si kaki tangan Marthinus,
Tampak Marthinus mantuk-mantuk, lalu...
"Bisa saja mereka sebetulnya tertular di luar, lalu pulang ke rumah dan kemudian menyerang keluarga mereka sendiri, semua kemungkinan bisa terjadi, tak usah merasa gagal, untukku apa yang kalian lakukan sudah sangat baik."
__ADS_1
Kata Marthinus pula, yang sebagai pemimpin ia memang sangat bijaksana.
...****************...