Rahasia CEO Dan Sekretarisnya

Rahasia CEO Dan Sekretarisnya
Bab 10


__ADS_3

Hari ini, hari dimana Almira dan Keanu menikah. Walaupun akadnya di adakan di KUA untuk menyembunyikan pernikahan mereka di mata publik, keluarga Keanu menyetujui keputusan mereka berdua yang akan menikah.


Keluarga Almira yang tersisa yaitu Dinda dan Wahyu tidak datang, di karena kan pada waktu itu di kampung sana sedang panen padi. Tapi Dinda dan suaminya mendoakan pernikahan Almira dan keanu langgeng sampai maut memisahkan.


“Nak, silahkan cium tangan suamimu!” Perintah pak penghulu yang telah menikahkan mereka.


Almira mencium tangan keanu, setelah mencium tangannya Keanu seketika mencium kening Almira. Sandiwara yang mereka buat tidak di ketahui orang lain.


Setelah selesai akad Keanu dan sekeluarga memboyong Almira ke kediaman rumah utama, sebenarnya Keanu ingin membawa Almira ke apartemennya akan tetapi orang tuanya belum mengizinkan untuk hari ini.


Keanu dan Almira tidur di satu kamar, padahal Fandi dan Sinta mengizinkan mereka pisah kamar untuk sementara waktu ini. Keanu malah mengizinkam Almira masuk ke dalam kamarnya, karena saat ini ada Sindi di rumah itu.


“Al, besok kita akan pindah ke apartemen,” ucap Keanu


“Terserah, aku ikut ikut aja,” balas Almira.


Almira sedang duduk santai di pinggiran ranjang, sedangkan keanu sedang memilih baju untuk di pakainya setelah mandi nanti.


Malam tiba, kini keluarga Bagaskara sedang makan malam. Hening tidak ada yang berbicara hanya dentingan sendok dan garpu yang beadu dengan piring. Almira yang terus menunduk karena masih malu dan sungkan, apalagi Almira sesekali selalu di tatap mertuanya.


“Ayah, Bunda, kakak, aku ingin bicarain soal–”


“Sindi, jangan bicara kalau lagi makan.” Sinta Bundanya Sindi, memotong pembicaraan Sindi.


Makan malam sudah selesai, Almira menawarkan ke ibu mertuanya untuk membantu membereskan piring piring yang sudah di pakai tadi. Sinta mengiyakan, mertua dan menantu itu pun membereskan piring sekalian mencucinya.


Malam semakin larut Keanu baru saja masuk ke dalam kamarnya, di sana dia melihat Almira sudah tertidur pulas di atas kasurnya. Terpaksa Keanu tidur di atas sofa, takutnya dia terganggu dan terkejut di pagi hari.


Pagi hari Keanu dan Almira pergi menuju ke apartemen, mereka ingin membuka lembaran baru dengan mandiri tanpa di usik kehidupan pribadi mereka oleh orang tua.

__ADS_1


Keanu sudah membeli apartemen setelah bekerja di perusahaan, di karenakan setiap pulang kerja kadang pulangnya larut malam jadi, untuk tidak menggangu keluarganya dia pulang ke apartemen.


Sesampainya di depan apartemen, banyak penghuni lain yang tinggal di apartemen ini yang menanyakan siapa orang yang di bawa Keanu. Apakah dia pacarnya, adiknya, atau istrinya? Itulah pertanyaan yang di tanyakan penghuni apartemen ini alias tetangganya Keanu.


“Pak, apartemen kita lantai berapa?” tanya Almira,


“Lantai lima, Al,” jawab Keanu


Almira pun memencet tombol angka lima, untung saja yang masuk ke dalam lift itu hanya mereka berdua. Tidak akan terjadinya saling deaak desakan.


Setelah lift terbuka Keanu yang lebih dulu keluar lalu menuju apartemennya, sementara Almira hanya mengikuti. Almira takjub akan ruangan apartemen milik suaminya itu, karena bersih dan rapih tidak ada sampah makanan ringan yang berserakan.


“Pak, apartemen ini begitu bersih dan rapih, beda dengan kostan yang pernah saya tempati.”


“Ya, bersih dan rapih lah, jarang saya kunjungi. Untuk kebersihan saya suruh pembantu yang ada di rumah utama datang ke sini.” Keanu menjelaskan kegiatan yang ada di apartemen ini sebelum menikah.


“Oh, pak, kamar kita misah kan?”


“Iya, mas, udah gitu aja. Aku mandi dulu, tadi di rumah aku belum mandi,”


Almira pergi ke kamar mandi sementara Keanu pergi ke kamarnya, padahal di dalam setiap kamar ada kamar mandinya.


‘Eh, aku belum tahu kamar aku yang mana? Tadi aku belum tanya mas Keanu, bego banget jadi orang.’ Ucap Almira dalam hati


“Mas! kamar aku yang mana? Tanya Almira dengan teriak karena tidak tahu kamar yang di masuki Keanu.


Keanu keluar dari kamarnya, Almira sesaat kemudian menuju kamarnya walau tidak di beritahu dia yakin bahwa yang tidak di masuki Keanu adalah kamar dirinya.


“Beresin sendiri! Saya mau keluar dulu sebentar, mungkin pulangnya agak sorean,” ucap keanu memberitahu

__ADS_1


Almira tidak menanggapi apa yang di bicarakan Keanu, dia memilih membereskan baju bajunya ke dalam lemari, lalu setelah itu dia menyapu kamarnya yang sedikit berdebu.


Siang hari Almira sedang menonton televisi dengan di temani cemilan yang tersedia di kulkas. Sedang asik menonton, Almira di kaget kan dengan deringan ponselnya. Seketika Almira menatap layar mulus itu setelah tahu itu siapa, Almira mengangkat telpon itu.


[Halo, Bil, ada apa nelpon aku?]


[Ada waktu gak? kalau ada aku mau ketemu kamu di taman yang sering kita datangi]


[Ada, banyak banget waktu kalau mau ketemu kamu. Ok aku akan ke sana kamu tungguin aja, kalau aku telat]


Setelah sambungan telepon terputus Almira berganti pakaian, yang tadinya memakai baju biasa sekarang berganti dengan pakaian yang lebih bagus daripada tadi.


Almira menyempatkan waktu untuk mengirimkan pesan kepada suaminya, untuk memberitahu kalau dirinya akan keluar. Pesan itu hanya di baca olehnya, tidak ada balasan yang datang.


Almira dan Nabila datang bersamaan jadi tidak ada yang harus menunggu satu sama lain. Nabila memilih bangku yang kosong yang ada di sana untuk mereka berdua duduki.


“Jadi, apa yang mau di bicarakan?” Almira langsung menanyai Nabila


“Aku menyetujui permintaan orang tua aku, pada malam itu aku berbicara empat mata dengan Ridho dan keputusan akhir kita berdua adalah putus,” Nabila menjawab pertanyaan dari Almira dengan deraian air mata ketika mengatakan 'putus'.


“Yang sabar, Bil, aku paham perasaan kamu yang harus kehilangan orang tersayang dalam hidup kamu,” Almira memeluk dan mengusap punggung Nabila untuk menenangkannya.


“Mungkin ini jalan takdirku, Al. Al, minggu depan aku akan tunangan dengan Jonathan, orang yang di pilih orang tuaku untuk menjadi partner hidupku.”


“Aku pasti akan datang ke acara tunangan kamu,” ucap Almira.


‘Bil, maafin aku telah bohongi kamu, padahal kamu selalu berterus terang masalah kamu ke aku. Maaf... Maaf... Sekali lagi maaf, Bil.’ ungkap Almira dalam hati.


Akibat Almira menangis juga mengakibatkan punggung Nabila terkena air matanya, dan membuat Nabila melepas pelukannya lalu menanyakan kenapa dia menangis.

__ADS_1


“Al, kenapa kamu nangis?”


“Enggak nangis kok, aku hanya sedih kenapa kamu harus melakukan ini, jadi aku terbawa suasana.”


__ADS_2