
Malam ini malam tahun baru Almira yang sedang bersiap siap di dalam kamarnya, Mila temannya waktu SMA memberitahu bahwa acaranya ada di cafe indah permata yang dekat dengan sekolah SMA, yang pernah mereka singgahi untuk belajar.
Semua sudah siap Almira keluar kamar kemarin kemarin dia lupa memberitahu Keanu untuk pergi ke acara party untuk memperingati malam tahun baru, tadinya mau memberitahu tapi Keanu juga sudah siap siap untuk pergi.
“Al, kamu mau kemana?” Tanya Keanu
“Bukan urusan kamu, kamu sendiri mau kemana?” Almira balik tanya
“Saya mau hadir di acara yang saya buat bareng sahabat saya.” Jawab Keanu
“Kalau kamu mau pergi jangan kemalaman pulangnya!”
“Iya, saya gak akan lama kok cuma sebentar. Tadinya mau ngajak anda tapi karena sudah ada rencana lain yang anda buat, jadi saya pergi sendiri saja.” Almira melenggang pergi dari pandangan Keanu.
Keanu tidak menyusul Almira dia melanjutkan acara yang dia buat, bersama sahabat sekaligus rekan bisnisnya membuat acara party di sebuah club. Mereka menyewa club itu untuk satu malam, memang biayanya tak seperti malam malam biasanya.
Almira pergi ke cafe yang di tuju nya mengendarai mobil yang di berikan Keanu, daripada di biarkan nanti jadi rusak mendingan di pake. Sesampainya di cafe banyak teman SMA nya yang bergandengan dengan pasangannya, hanya Almira saja yang sendirian.
“Al, mana pasanganmu? Aku udah kasih tahu kan kemarin ke kamu, kamu gak lupa kan?” Tanya Mila yang kemarin sudah memberitahu Almira, dia adalah ketua yang membuat acara ini.
“Aku ingat, tapi pasangan aku juga sibuk ngerayain tahun baru bareng sahabatnya.” Jawab Almira.
“Kamu gak malu? Harusnya kamu ikut aja bareng dia ke acaranya, daripada kamu sibuk sendiri di sini.”
“Aku gak malu kok, Mil, aku dan dia lagi ada masalah jadi kami gak usik urusan satu sama lain. Kalau aku gak datang pasti susah lagi untuk ketemu kalian semua.” Almira menjelaskan apa yang terjadi kenpa dia tidak membawa Keanu, walaupun tidak terlalu detail apa masalahnya.
“Oh begitu, aku ke sana dulu ya nyusul suami aku, aku tinggal kamu di sini gak papa kan?”
“Gak papa, Mil, aku juga sebentar lagi akan pulang.”
Mila meninggalkan Almira sendirian. Mila memesan meja dengan dua kursi di setiap mejanya, supaya bisa di isi oleh pasutri.
Mila membuat acara seperti penyambutan kepada teman temannya oleh orang yang di pilih oleh Mila sendiri, Mila juga menghadirkan band yang cukup viral pada saat itu.
Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam tapi Almira belum juga pulang karena belum melihat waktu di jam tangannya, sehingga membuat Keanu meneleponnya beberapa kali.
__ADS_1
Lima kali panggilan nya tak di jawab membuat Keanu merasa cemas akan kondisi Almira, apakah dia baik baik saja atau tidak? itulah pertanyaan yang ada di pikiran Keanu. Ketika ingin menyusul Almira, Keanu mendapatkan panggilan dari Almira.
(Halo, sekarang kamu lagi dimana? Ini udah mulai larut malam. Kalau ada masalah saya jemput ke sana)
(Gak usah khawatir saya lagi ada di jalan, sebentar lagi saya akan sampai apartemen. Memangnya kamu udah pulang?)
(Saya udah dari tadi pulang, kan saya ingin memastikan kalau kamu udah pulang belum nya, kamu udah kebiasaan suka kemalaman pulangnya)
(Saya sedang fokus nyetir matiin dari sana telponnya)
Tut
Beberapa menit kemudian Almira sudah sampai di apartemennya, Keanu sudah menunggu duduk di sofa ruang tengah. Almira terlihat lelah jadi memutuskan untuk ke kamarnya langsung, tapi Keanu mencegahnya.
“Al, saya mau ngobrol sama kamu sebentar.”
“Saya cape, besok aja ngobrolnya.” Almira tidak ingin mengobrol dengan Keanu untuk sekarang ini, sedang cape dan masih ada kesalnya ke Keanu. Almira trauma mengobrol dengannya, untuk yang pertama dia di perlakukan seperti itu olehnya.
“Untuk besok saya males ngobrol tentang masalah ini, jadi harus sekarang.”
Almira akhirnya duduk di sofa yang kosong dia akan mendengarkan obrolan yang di bicarakan Keanu, ini yang terakhir kalinya kata hati Almira.
“Ok, kalau kamu setuju kapan akan melakukan itu?”
“Besok lusa kalau kamu tidak sedang ada halangan, kamu sudah siap kalau besok lusa melakukan itu?”
“Saya sudah siap kalau melakukan besok lusa nanti, saya juga hari hari esok tidak ada acara apa apa.”
“Deal?”
“Deal.”
_____________
Hari yang di tunggu telah tiba, kini Almira dan Keanu sedang berada di rumah sakit. Setelah tadi berbincang bincang dengan dokter soal inseminasi, dan tadi mereka sudah tahu prosedur nya.
__ADS_1
Almira yang sudah siap melakukan itu mulai hari ini, jadi dokter akan memasukan cairan dari tubuh Keanu ke rahim Almira melalui ***********.
“Kapan janin itu akan ada di rahim istri saya, Dok?” Tanya Keanu
“Saya tidak tahu waktunya kapan akan tumbuh, tapi setelah empat Minggu kalian berdua bisa datang ke sini untuk melihat perkembangannya. Apakah jadi atau gagal nya.” Jawab dokter
“Makasih infonya, kalau begitu saya dan istri saya pamit pulang.” Dokter mempersilahkan mereka untuk pulang, banyak pasien yang membutuhkan dokter itu.
_______
“Al, kamu gak papa kan? setelah melakukan proses memasukan itu ke kamu.”
“Aku gak papa, hanya sedikit nyeri saja.” Almira berjalan ke arah kamarnya, Keanu memberitahu Almira untuk duduk dulu di sofa.
“Al, kalau inseminasi tadi tidak berhasil kamu harus melakukan apa yang saya inginkan, melakukannya secara alami.”
“Iya, saya melakukan itu kalau inseminasi tadi, karena kamu sudah melakukan keinginan saya.” Almira melengos pergi meninggalkan Keanu, obrolan tadi sudah cukup untuk sekarang ini.
Di dalam kamar Almira membaca buku novel yang kemarin kemarin di belinya, biasanya dia membaca novel online di handphonenya.
Nabila mengirimkan chat ke Almira yang isinya.
{Al, tadi aku ke rumah kamu, terus menerus aku panggil nama kamu dan suamimu tapi tidak ada yang membukakan pintu. Emangnya kamu dan dia lagi ada dimana?}
{Aku lagi pergi ke rumah sakit}
{Neneknya pak Keanu sakit lagi?}
{Enggak, aku yang ada keperluan di sana. Makasih informasinya tentang inseminasi}
{Al, kamu gak mungkin kan melakukan itu?}
{Maaf, Bil, tapi memang aku sudah melakukan inseminasi demi kebahagiaan nenek Keanu}
{Al, emangnya kamu sudah siap untuk tidak kerja kalau inseminasi itu berhasil}
__ADS_1
{Aku bakal resign, untuk penggantinya aku akan cari sendiri}
{Itu ide bagus, Al}