
Ketika Almira sedang asik berjalan mengelilingi taman itu Nabila menghubunginya membuat handphone yang di saku Almira bergetar.
(Halo, Bil, ada apa?)
(Kamu sibuk gak? Kalau gak sibuk bantu aku buat nyebar undangan)
(Emangnya kamu gak suruh kurir atau orang kepercayaan ayah kamu)
(Aku sendiri yang mau nyebarin, soalnya aku belum bantu apa apa)
(Ok, aku akan ke rumah kamu tunggu aja pasti datang, soalnya sekarang aku lagi jalan ke rumah ku untuk ganti baju)
(Kamu lagi ngapain? Kok keluar rumah)
__ADS_1
(Aku cuma jalan santai di taman dekat apartemen)
(Aku tunggu ya, bye)
Almira berjalan ke arah lift dan masuk ke dalamnya, beberapa saat kemudian Almira sudah sampai di lantai lima. Almira berlari ke apartemennya untuk mengganti pakaiannya.
Merasa tubuhnya kurang nyaman dia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu, setelah mandi dia memakai baju warna coklat kopi susu. Almira tidak memakai alas kaki yang mewah, dia memilih untuk memakai sepatu warna putih.
Almira pergi dengan mengendarai mobilnya, sebelum menancap gas Almira sudah mengirimkan pesan kepada Keanu bahwa dia keluar sebentar. Supaya Keanu tidak pusing mencarinya kemana mana pada saat di butuhkan.
“Siapa ya? Yang datang.” salah satu satpam menanyakan kepada satpam lain yang ada di sana.
“Biar saya saja yang bukakan, itu orang nya bunyikan klakson terus.” Ucap salah satu satpam di sana dia yang paling muda.
__ADS_1
Satpam itu menggeser gerbang yang menghalangi mobil itu, yang terus membunyikan klakson mobilnya.
Almira menurunkan kaca mobilnya lalu bertanya ke satpam yang ada di sana. “Pak, Nabila nya ada di rumah?”
“Ada non, nona Nabila mungkin ada di kamarnya. Apa perlu saya suruh art di sini untuk memanggilnya?” Tawar pak satpam itu.
“Gak perlu! biar saya telpon saja.” Almira menghubungi Nabila.
Nabila sendiri menyuruh Almira untuk menunggunya sebentar, Nabila sendiri masih merias wajahnya dan tinggal sedikit lagi supaya wajahnya cantik sesuai keinginannya.
Beberapa menit kemudian Nabila sudah ada di hadapan mobil Almira, Nabila memberitahu bahwasanya mereka akan pergi dengan mengendarai mobilnya Nabila.
Almira menyetujui keputusan yang diambil Nabila. Mobilnya bisa di tinggal di sini, itung itung hemat bahan bakar pikir Almira. Nabila mengundang teman SMA dan kuliahnya untuk hadir di acara satu kali seumur hidup yaitu pernikahan.
__ADS_1
Kalau teman teman SMP dan SD dia sudah tidak ingat siapa saja, dan dimana saja. Ada teman yang masih di ingat nya akan tetapi dia sudah kepangkuan ilahi. Tadinya Nabila ingin meminta daftar temannya di sekolah yang pernah menjadi tempat belajarnya, tapi ayahnya tidak setuju katanya takut kebanyakan orang yang memadati gereja pas acara itu di adakan.
Almira menemani Nabila sampai keluar kota, temannya Nabila sudah pindah di sebabkan sudah menikah jadi mengakibatkan temannya itu ikut suami nya. Teman Nabila yang di undang secara langsung itu lokasinya di pegunungan jadi sulit jaringan di sana, ini lokasinya juga di kasih tahu temannya nabila yang lain. Nabila memang enggak akrab dengan temannya yang lain, jadi beginilah.