Rahasia CEO Dan Sekretarisnya

Rahasia CEO Dan Sekretarisnya
Bab 21


__ADS_3

Almira men screenshot informasi itu lalu mengirimkannya ke Keanu. Entah apa yang di pikiran Almira sampai di berani mengirimkan informasi yang tidak terlalu penting bagi Keanu.


{Al, maksud nya apa?}


{Kita ke dokter kandungan terus melakukan inseminasi, kan nenek kamu ingin mendapatkan yang belum kita berikan}


{Aku gak ngerti, sekarang kamu masuk ke kamar aku}


{Ok, tunggu ya}


Tok


Tok


Tok


“Masuk!”


Ceklek


“Assalamualaikum.”


“Waalaikumsalam.”


“Al, kesini kamu duduk di sebelah aku!”


“Emangnya kamu gak masalah? kalau aku duduk di ranjang kamu.”


“Enggak, ayo sini supaya ngobrol kita lebih enak.” Almira berjalan ke samping ranjang, Almira duduk di pinggiran ranjang membuat dirinya jauh dari sisi Keanu.


“Almira, kamu harus dekat saya supaya saya bisa dengar.” Almira mendekat kan tubuhnya ke sisi Keanu, setelah dekat Keanu merangkul Almira.


“Kalau masih bisa secara normal, kenapa harus memakai cara alternatif.”


“Maksudnya?”


“Jangan pura pura gak tahu! Aku tahu maksud kamu mengirimkan informasi itu. Kamu ingin mendapatkan keturunan kan untuk di berikan ke nenek.” Keanu menyelipkan anak rambut Almira, dia juga mengelus pipi Almira.


“Lalu kenapa kamu suruh aku ke sini? Kalau kamu sudah ngerti dari awal.”

__ADS_1


“Kenapa? kamu bilang, aku ngajak kamu ke sini untuk melakukan proses pembuahan apa yang kamu inginkan, tapi aku menginginkan nya secara normal dan natural.”


“Maaf, aku tidak tertarik tawaran untuk melakukan proses pembuahan secara alternatif. Kamu sudah dengar kan apa yang aku bilang, ‘kalau masih bisa secara normal, kenapa harus memakai cara alternatif.”


“Aku, Aku belum siap melakukan itu.” Almira menepis tangan Keanu yang sedang membelainya, dan Almira beranjak pergi dari ranjang.


“Hey, Almira, aku masih ingat tahu kalau kamu itu mimi seorang adik kecil yang selalu menemani ku sepanjang hari, pada saat itu.” Keanu memberitahu yang sebenarnya yang selalu ia sembunyikan. Kenyataan itu membuat Almira patah hati.


‘kenapa harus di sembunyikan? Ingin ku bertanya seperti itu kepadanya, tapi apalah dayaku aku hanya seorang perempuan yang tidak berani melawan sendirian di tempat yang privasi seperti ini.’


“Apa kamu ingin bertanya, kenapa aku menyembunyikan fakta sebesar ini? Jawaban nya adalah aku mau kamu seperti dulu yang terus mendekati aku, sampai kamu mendapatkan hati aku.” Almira yang berkaca kaca karena kecewa, harus di ingatkan dengan masa lalunya.


Memang dulu Almira selalu mengejar Keanu supaya bisa berdekatan dengannya untuk mendapatkan hatinya. Dia berani sekali mendekati lelaki yang baru tiba di desanya, karena keadaan yang menyebabkan dia menginginkan Keanu menjadi Abang angkatnya atau teman curhatnya.


“Itu dulu! Waktu itu aku masih menginginkan teman dan... dan sodara. Sekarang berbeda kakak aku sudah peduli dengan ku, aku juga sudah mempunyai sahabat yang lebih ngerti aku di banding kamu.”


“Dulu aku selalu ngertiin kondisi kamu! Tapi kamu gak pernah ngertiin kondisi dan perasaan aku pada saat itu.” Ucap Almira


Almira memberitahu alasannya yang selalu ia sembunyikan dari orang orang, kini yang pertama di beritahukan nya adalah suaminya.


“Oh, jadi dulu kamu hanya menginginkan kasih sayang seorang sahabat plus sodara. Terus kenapa pada saat kamu tahu segalanya, kamu bermanja kepadaku seperti dulu.” Keanu melawan kata kata yang di ucapkan Almira.


“Karena pada saat itu aku sangat rindu padamu.”


“Sudahlah, aku kejar yang mudah dulu. Terserah dia mau buat nenek nya bahagia atau tidak, aku gak peduli.” Almira masuk ke dalam kamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur.


______________


Pagi hari seperti biasa Almira pergi ke kantornya dengan mengendarai taxi online, padahal mobil yang di inginkan dari Keanu sudah ia dapatkan tapi dia enggan memakainya. Pembohong seperti dia sulit untuk di percaya lagi.


“Pak, setelah makan siang kita akan meeting dengan klien dari perusahaan Black sky.” Almira memberitahu Keanu lewat telepon yang ada di mejanya.


“Dimana?”


“Di kantor perusahaan Black sky sendiri.”


“Ok, siapkan segalanya apa yang perlu di bawa ke sana!”


Keanu mematikan sambungan telepon itu, sama seperti dulu kini mereka profesional dalam hal pekerjaan. Almira juga sudah meredam emosinya walaupun masih ada sedikit kekecewaan dalam benaknya.

__ADS_1


Setelah makan siang Almira dan Keanu pergi ke perusahaan Black sky, di sana sudah ada perusahaan lain yang ingin mendapatkan tender sebesar ini.


“Kamu dari perusahaan mana?” tanya seorang lelaki


“Saya dari perusahaan Bagaskara, kalau anda?” Jawab Almira.


“Saya dari perusahaan Cermai, kenalin nama saya Bobi.” Laki laki itu bernama Bobi


“Nama saya Almira, Sekretarisnya pak Keanu.” Almira berjabat tangan dengan Bobi.


“Kalau begitu kita adalah musuh dalam masalah pekerjaan.”


“Benar apa yang kamu bilang.”


Beberapa menit kemudian CEO dari perusahaan Black sky datang ke ruang rapatnya.


“Selamat siang semua, maaf saya telat. Silahkan duduk semua, saya ingin mendengarkan presentasi kalian.”


Semua sekretaris mewakili CEO nya mempresentasikan pendapatnya, yang terpilih menjadi rekan bisnisnya adalah perusahaan Bagaskara. Presentasi nya sederhana tapi berhasil memikat hati CEO Black sky.


“Makasih, pak, atas kerja samanya.” Keanu menjabat tangan pak Gunawan yang merupakan CEO perusahaan Black sky.


“Sama sama, nak, Keanu. Semoga kedepannya lancar.”


Setelah acara meeting selesai Almira dan Keanu kembali ke perusahaan, sampai di sana pukul setengah tiga sore. Sekarang di langit sedang mendung mungkin akan turun hujan, padahal tadi pagi cuacanya cerah.


Benar saja pas waktunya pulang kerja turun hujan, semua karyawan yang ada di sana ada yang pulang naik mobil ada juga yang menunggu sampai hujannya reda.


Almira dan Nabila menunggu di kantin sampai hujannya reda, baru bisa pulang. Padahal Nabila mengendarai mobil akan tetapi dia ingin menemani sahabatnya.


“Bil, kapan acara nikahan kamu di langsung kan?” Tanya Almira


“Gak tahu, Al, aku serahkan itu semua pada ayah dan Jonathan.” Jawab Nabila


“Kenapa gak ikutan nyiapin acaranya?” Tanya Almira sekali lagi


“Males ah, Al, aku juga terpaksa nerima perjodohan dari orang tua Jonathan dan orang tuaku.” Almira mengelus punggung Nabila.


“Yang sabar, Bil, mungkin suatu hari nanti kamu bakalan mendapatkan kebahagiaan.” Almira menenangkan Nabila.

__ADS_1


“Al, kamu janji akan selalu di samping aku sampai kita menemukan kebahagiaan masing-masing.” Nabila menunjukkan jari kelingking nya.


“Aku janji, kita akan berusaha mencari kebahagiaan masing-masing.” Almira menautkan jari kelingkingnya dengan Nabila.


__ADS_2