
“Pak, kalau bapak mau pulang sekarang silahkan, karena mungkin saya akan pulang besok atau lusa.” Ujar Almira memberitahu Keanu
“Saya akan tungguin kamu di sini, kamu juga sekretaris saya kalau tidak ada kamu pekerjaan saya makin menumpuk tidak ada yang bantuin.” Balas Keanu.
Almira dan Keanu dari tadi berbicara di teras depan rumah, karena Keanu tadi tidur siang jadi dirinya susah tidur. Almira meninggalkan bosnya itu sendirian di luar, setelah itu Almira bermain dengan keponakannya yang baru berusia enam tahun. Sebenarnya Almira sedang membantu ponakannya itu mengerjakan tugas dari gurunya.
“Bintang pintar banget ngerwarnain nya, tante jadi bangga punya ponakan kayak kamu.” Almira memeluk ponakannya itu
“Tante lepasin dulu pelukannya... Iya dong Tan, kan aku namanya Bintang jadi harus seperti bintang yang menerangi gelapnya malam.” Bintang berbicara sambil menunjuk ke arah langit yang di lihatnya di jendela.
“Siapa yang ngajarin kamu membuat kata kata itu?”
“Om ken.”
“Ken, yang mana orangnya, Bintang.”
“Itu tan, yang sedang duduk di teras luar.”
“Oh dia orangnya, kenapa kamu manggilnya om Ken?”
“Karena aku susah nyebut nama asli om itu.”
Almira tidak menanyai lagi ponakannya itu, Almira melihat jam dinding. Ternyata sekarang pukul setengah sembilan, batin Almira.
“Bintang sekarang kamu tidur bareng tante yu." Ajak Almira
“Ayo! terus om ken tidurnya sama siapa?”
“Kamu tidur dulu aja, soal om Ken biar tante yang urusin. Ayo... Ayo... masuk kamar.” Almira berjalan di belakang bintang menuju kamar yang selalu jadi tempat tidurnya kalau datang ke sini.
Beberapa menit kemudian Bintang sudah tidur dengan pulas, Almira pun keluar untuk berbicara dengan bosnya. “Pak..” Ucap Almira mengagetkan Keanu.
“Eh Almira, kirain siapa.” Ujar keanu
“Pak, soal pertemuan kita nanti saja, karena sekarang saya ada di luar kota.” Keanu sedang berbicara dengan seseorang di telepon genggamnya. “Makasih atas waktunya pak." Ucap Keanu mengakhiri panggilan.
“Al, ada apa lagi kemari?"
“Itu... Kalau bapak mau tidur di kamar dekat dapur, dikamar itu juga ada Bintang.” Ucap Almira
“Terus kamu tidur di mana?”
“Saya bisa tidur di sofa."
__ADS_1
“Kamu aja yang tidur di—”
“Dinda, Almira.” Teriak ibu Almira dan Dinda
“Ibu...” Almira langsung lari ke dalam kamar ibunya di sana sudah ada kakaknya.
“Dinda di sini bu, ada apa?”
“Almira juga ada di sini, bu, kalau butuh sesuatu kasih tau, Al.” Almira dan Dinda duduk di sisi ranjang ibu mereka.
Keanu menyusul Almira masuk ke dalam rumah. Mungkin sakit ibu Almira parah jadi di butuhkan masuk rumah sakit, pikir keanu.
“Kamu siapa?” Tanya ibu
“Saya Keanu, Bu.” Jawab Keanu.
“Al, ibu ingin kamu menikah dengan, nak Keanu. Karena ibu tidak ingin kamu hidup sendiri di kota, apalagi kamu sudah matang usiamu untuk menikah.” Lirih ibunya Almira.
“Ibu, aku bisa menikah dengan lelaki lain,tapi dengan pak Keanu aku gak bisa, karena pak Keanu itu bos aku, bu.” Balas Almira menolak permintaan ibunya.
“Ibu kan tahu Almira sudah ada calon, ibu dan bapak sudah menjodohkan Almira dengan lelaki lain.” Ucap Dinda.
“Ibu gak mau Almira menunggu pemuda itu, mungkin saja dia sudah menikah dengan perempuan lain.” Ucap ibu
“Ibu senang jika, nak Keanu menerima lamaran saya.” Ucap ibunya Almira terharu.
“Ibu titip Almira ke kamu, nak Keanu. Kalau hari ini tidak bisa melangsungkan pernikahan tapi nanti kamu tetap harus menikahi anak saya, Almira.”
“Insya Allah, bu, saya akan menjaga Almira dengan baik.” Janji Keanu ke ibunya Almira.
Semua orang di dalam kamar itu keluar, Dinda dan Wahyu masuk ke kamar mereka sedangkan Almira dan Keanu duduk di sofa.
“Al (Pak)." Ucap Keanu dan Almira secara bersamaan
“Bapak dulu yang bicara.”
“Kamu aja dulu.”
“Pak, bapak dulu.”
“Oke kalau begitu... Al, aku siap menikahi kamu karena itu adalah permintaan seorang ibu.” Akhirnya Keanu yang berbicara duluan.
“Saya takut orang tua bapak tidak menerima saya.” Ucap Almira.
__ADS_1
“Kalau soal orang tua saya, saya yang akan tangani. Kamu cukup menjadi diri kamu sendiri.” Ujar Keanu
“Makasih atas semuanya pak, kalau begitu bapak silahkan tidur di kamar.”
“Kamu aja yang tidur di kamar, saya bisa tidur di sini.”
“Tapi kan, bapak—”
“Saya gak papa, Al.”
Almira terpaksa meninggalkan Keanu, karena keanu terus memaksanya untuk tidur di kamar. Padahal Almira sadar diri Keanu itu bosnya sekaligus tamu rumah ini. Karena kekeras kepalaannya membuat Almira harus mengikuti kemauan Keanu.
Pagi Hari...
“Bu, ibu bangun jangan bikin aku khawatir, bu.” Terdengar suara Dinda yang terus memanggil ibunya, membuat Almira terbangun dari tidurnya. Almira pun menemui kakaknya yang ada di kamar ibu mereka.
“Kak, kakak kenapa?”
“Al, ibu... Hiks... Hiks... Hiks.” Dinda tidak dapat meneruskan ucapannya karena tidak bisa menahan tangisnya.
“Kak, kenapa nangis? Terus kemana kak Wahyu, kenapa aku belum melihatnya.”
“Mas Wahyu lagi mendatangi ustadz, untuk mengecek kondisi ibu.”
“Maksud kakak kemungkinan ibu sudah... Kak apa benar ibu sudah tidak ada?”
“Kakak masih belum bisa memastikan, jadi kakak nyuruh mas Wahyu untuk ajak ustadz datang ke sini.”
Almira terduduk lemas, dan berpikir jika ibunya benar benar meninggal lalu kini dia harus bersama siapa. Almira pun akhirnya menangis sambil memeluk ibunya, sama seperti yang dilakukan kakaknya.
Beberapa menit kemudian ustadz datang, bersamaan juga Keanu terbangun karena mendengar pintu terbuka. Ustadz langsung mengecek nadi, nafas dan suhu tubuh dari kaki si ibu.
“Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un.” Ucap ustadz, yang membuat kedua adik kakak itu menangis histeris lalu memeluk ibunya lagi.
Sementara Keanu baru saja melakukan wudhu untuk melakukan sholat, walaupun sinar matahari sudah mulai muncul. Akan tetapi Keanu tetap melaksanakan kewajiban nya. Bintang anak Wahyu dan Dinda, baru saja terbangun karena mendengar suara tangis dari ibu dan tantenya yang semakin keras.
Bintang mencari suara tangisan itu, setelah sampai di kamar neneknya bintang pun bertanya. “Bu, Tante kenapa kalian menangis?”
“Bintang kamu masuk kamar dulu!” Perintah Wahyu
“Ayah, ibu dan tante belum menjawab pertanyaan aku.” Ucap Bintang
Wahyu dengan secara terpaksa membawa Bintang ke dalam kamar, lalu memberi alasan ke Bintang supaya Bintang tidak bertanya lagi.
__ADS_1
“Bintang kamu diam di sini dulu, jangan dulu keluar. ibu dan tante Bintang cuma lagi ekting jadi gak usah khawatir.” Bintang mempercayai ucapan Wahyu.