Rahasia CEO Dan Sekretarisnya

Rahasia CEO Dan Sekretarisnya
Bab 11


__ADS_3

Sore hari Keanu sampai di rumahnya, setelah keluar tadi sebentar. Betapa terkejutnya dia ketika melihat ruang tamu yang terlihat berantakan, terlihat bungkusan makanan ringan tidak di letakkan di tempatnya.


“Dia itu perempuan atau apa? Gak bisa gitu rapihin dulu sebelum keluar,” ucap Keanu


Keanu dengan terpaksa membersihkan ruangan itu, setelah selesai membersihkan ruangan itu, dirinya menelepon Almira wanita yang telah menjadi istrinya.


[Halo, kamu dimana?]


[Assalamualaikum, saya lagi nemenin Nabila]


[Waalaikumssalam, kalau begitu cepat pulang waktu mulai beranjak malam]


[Ok, saya akan usahakan untuk secepatnya pulang. Udah adzan, aku sholat maghrib di sini. Assalamualaikum]


[Waalaikumssalam]


“Dasar, Almira... Almira.”


Keanu pun ke kamar mandi untuk mengambil wudhu sesudah itu dia menunaikan shalat magrib. Cukup lama Keanu menunggu Almira, namun orang ia tunggu tak jumpa datang.


Keanu akhirnya memutuskan untuk keluar mencari makanan. Daripada harus menunggu orang yang belum dia kenal lebih dalam.


{Mas, mungkin aku akan pulang setelah isya, karena aku di ajak Nabila ke pasar malam}


Sebuah pesan dikirimkan dari Almira untuk Keanu, suaminya.


{Jangan pulang larut malam, besok kamu harus kembali kerja}


Itulah balasan Keanu untuk pesan yang dikirimkan istrinya.


_____

__ADS_1


“Al, aku bahagia banget hari ini, kamu udah nemenin aku untuk hari ini.” Almira hanya memakan harum manis atau gulali kapas yang dia beli tadi.


“Aku juga seneng kok, Bil, bisa ngebahagiain kamu seperti ini.” Almira kembali memakan gulali kapas nya setelah berbicara.


“Aku gak nyangka, Al, aku ketemu kamu beberapa tahun yang lalu. Kamu adalah orang pertama yang selalu mendengar curhatan aku,” ungkap Nabila tulus.


“Gak usah di inget inget kebaikan aku, Bil. Lagian aku seneng kok kalau ada teman yang percaya sama aku.” Nabila memakan gulali kapas yang di pegang Almira, Almira yang terus menyodorkan gulali itu, sehingga Nabila memakannya untuk menyenangkan sahabatnya itu.


Tidak terasa waktu begitu cepat, sekarang pukul setengah sembilan. Almira yang sedang mendengar cerita yang di bicarakan Nabila dengan seksama, hingga membuat dirinya lupa akan waktu.


Nabila yang terus di telpon oleh ayahnya membuat dirinya memutuskan pulang, tapi dia tidak lupa menawari sahabatnya itu untuk pulang bareng.


Almira menolak tawaran Nabila di karenakan tempat tinggalnya yang sekarang bukan lagi di kostan, tempat yang sering di kunjungi Nabila ketika ingin main dengannya.


“Ya udah, Al, aku cari taksi buat kamu.”


Setelah mencarikan taksi untuk Almira. Nabila masuk ke dalam mobilnya, begitu pula dengan Almira ia masuk ke dalam taksi.


Sesampainya di apartemen, Almira mengetuk pintu apartemennya akan tetapi suaminya dari tadi belum membukakan pintunya. Almira teringat kalau kunci apartemen ini juga punya, untung saja tadi sebelum Keanu pergi keluar dia memberikan kunci duplikat apartemen ini.


Almira tadi belum sempat makan malam ia putuskan untuk mencari makanan yang tersedia di dapur. Almira tertegun ketika melihat isi lemari es karena di sana sudah ada banyak sayuran dan buah-buahan, Almira jadi malu kenapa dia lupa membeli keperluan dapur.


Setelah melamun cukup lama akhirnya Almira ingin memasak telur saja, Almira yang tidak pandai memasak membuat dirinya memilih bahan yang mudah di olah. Selesai memasak telur, Almira membuka megic com kesialan menghampiri dirinya lagi tidak ada nasi.


Terpaksa Almira membuat roti panggang untuk karbohidrat nya, untung saja masih ada roti tawar di sana kalau gak ada mungkin Almira akan keluar untuk mencari makanan yang masih di jual untuk waktu sekarang.


______


“Selamat pagi, Al,” sapa Nabila


“Pagi juga, Bil,” balas Almira seraya tersenyum.

__ADS_1


Almira masuk ke ruangannya setelah itu dia mulai bekerja apa yang sudah di berikan kepadanya untuk hari ini. Almira berusaha seperti biasa sikapnya kepada atasannya, sebaliknya Keanu memperlakukan Almira seperti biasa supaya tidak ada yang curiga.


Hari berganti sore kini sebagian karyawan perusahaan sudah pulang, hanya tinggal Almira dan Keanu yang ada dalam bangunan itu. Hening seperti biasa, Almira terlalu fokus akan kerjaannya dia tak sadar ada sepasang mata yang terus memperhatikan nya.


“Al, kalau masih banyak kerjaannya, besok aja lanjut kerjain! jangan maksa untuk lembur,” Keanu ngasih saran ke Almira


“Gak bisa besok, pak, ngerjainnya. Besok kan kita ada rapat.”


“Oh iya saya lupa, kamu udah merangkum apa yang nanti akan kita presentasi kan ke klien belum?”


“Udah, pak, kalau untuk hari esok. Yang lain belum saya rangkum, nanti kita diskusikan setelah acara rapat besok.” Almira melanjutkan kerjanya setelah menjawab pertanyaan Keanu.


Keanu setia menunggu istrinya, karena kalau di tinggal nanti Almira akan sendiri di sini. Keanu akan usahakan menjadi suami yang baik, walau harus dengan sembunyi-sembunyi.


_______


Kerjaan Almira udah selesai lalu Almira pulang bersama Keanu, untuk alasan yang di berikan ke satpam yang ada di perusahaan Keanu memberitahu bahwa dirinya kasihan kepada bawahannya itu.


Beberapa menit kemudian Almira dan Keanu sampai di apartemen, Almira yang langsung ke dalam kamarnya Keanu juga langsung masuk ke dalam kamarnya. Tidak ada obrolan yang hangat seperti pasutri pada umumnya kalau pulang kerja.


________


“Ridho, aku kangen kamu, apakah kamu kangen aku juga?” tanya Nabila sambil melihat selembar foto yang selalu ia simpan dengan aman.


“Apa aku telpon Ridho aja untuk terakhir kalinya? Jangan! nanti saat nelpon dia ayah masuk ke dalam kamar.” Nabila terus meracau sendirian di kamarnya. “Ih ngeri juga juga kalau ayah marah.” Nabila bergidik merinding, terakhir melihat ayahnya marah ketika dirinya terus menolak kemauan ayahnya.


Nabila awalnya ingin ketemuan lagi dengan Almira, akan tetapi dia tidak mau Almira masuk ke dalam masalahnya. Memang Nabila hanya mempunyai sahabat satu orang yaitu hanya Almira, banyak temannya yang mau dekat dengannya seperti Almira tapi dia selalu memilih mana orang yang dapat di percaya untuk di jadikan sahabat.


______


Almira termenung sendirian di kamarnya, tidak ada yang bisa di ajaknya ngobrol seperti Nabila. Untuk ngobrol dengan suaminya pasti akan canggung kalau bukan masalah kerjaan.

__ADS_1


Andai dulu sahabatnya yang dulu sudah di anggap abang olehnya hadir pada saat ini, mungkin saja sekarang dia akan meluangkan waktunya untuk bermain dengannya kalau dianya belum ada pasangan.


Almira hanya bisa mengukir wajah sahabatnya itu di dalam hatinya, Almira sudah bercerita tentang orang itu ke Nabila, walaupun Almira belum memberitahu nama lelaki itu. Nabila kepo siapa dia kalau Almira bercerita tentangnya.


__ADS_2