
Bagai di sambar petir Rahasia Almira sudah di ketahui sahabatnya, mau mengelak tapi itu adalah faktanya. Akhirnya Almira menelepon Nabila untuk mendengar kapan Ridho memberitahunya.
[Halo, Bil, aku mau nanya kapan kamu di kasih tau soal itu oleh Ridho]
[Tadi, beberapa menit yang lalu, ya sebelum nge-chat elo pastinya]
[Oh, tapi aku mohon, Bil, jangan kasih tau anak anak yang di kantor]
[Ok, sip, gue pasti jaga rahasia Lo rapat rapat]
[Makasih banyak, Bil]
[Tapi, Al, gue mau ketemuan lagi sama Lo]
[Kapan?]
[Sekarang, eh tapi nanti aja kagok soalnya, pukul delapan malam di cafe Ruang Rindu]
[Ok, aku akan ke sana kamu tungguin aja, aku pasti datang kok]
Sambungan telepon pun terputus, tepat pada saat itu adzan magrib berkumandang. Almira seperti biasa ke kamar mandi untuk mengambil wudhu, sesudah itu dia membentangkan sajadah lalu memakai mukena dan akhirnya sholat magrib.
Keanu juga melakukan hal yang sama seperti Almira melakukan sholat magrib, dia dan Almira belum bisa sholat berjamaah karena belum sama sama mau.
Tepat pukul delapan kurang lima belas menit Almira pergi ke cafe mengendarai taxi online, Almira juga tadi meminta izin kepada suaminya. Almira yang duluan sampai di cafe Ruang Rindu namanya.
Untuk menghilangkan kebosanan karena menunggu akhirnya Almira memesan secangkir kopi, beberapa kali Almira menghubungi Nabila, tapi Nabila tidak mengangkatnya.
Sepuluh menit telah berlalu, Nabila baru sampai di cafe itu walaupun telat sepuluh menit. Nabila menceritakan kenapa bisa telat, Almira pun memakluminya karena dia juga kadang kadang tidak datang tepat waktu.
“Al, kamu udah pesen makan belum?”
“Belum, supaya bisa makan malam bareng, jadi aku tunda untuk pesen makanan.”
“Aku pesenin ya, Al, gak papa kan?”
“Gak papa, asalkan halal.”
Nabila memanggil pelayan untuk memesan makanan, pelayan itu pun mencatatnya dia juga mengatakan tunggu sebentar untuk menyiapkan makanan yang kalian pesan.
__ADS_1
Setelah pelayan itu pergi Nabila menanyakan kejadian bagaimana bisa seorang Almira bisa menikah dengan CEO tempat mereka bekerja.
Almira pun dengan jujur menceritakan awal kejadian hingga membuat dirinya harus terjebak dalam sebuah ikatan pernikahan. Nabila tidak protes dengan kejadian Almira sudah menikah dengan Keanu, karena Nabila tidak ada rasa kepada Keanu.
Nabila malah memberikan support kepada Almira supaya dia bisa menjadi istri yang berbakti pada suaminya. Nabila juga senang sahabatnya sudah ada yang bisa menjaganya.
“Aku juga mau kasih tau, Bil, kalau sebenarnya pak Keanu itu sahabat kecil yang aku cari cari selama ini.” Dengan mata berbinar Almira menampilkan rasa bahagia, yang selalu di nantikan nya.
“Masa, sih, memang sudah ada buktinya gitu?”
“Aku sudah tanya tanya dia, dia juga jawabnya jujur kok.”
“Mbak, ini makanannya silahkan di makan, semoga rasanya sesuai yang mbak mbak suka.” pelayan itu menaruh makanan yang di pesan Nabila di meja, Almira membantu merapikan posisi makanan itu.
“Makasih,” ucap Almira
Pelayan itu mengangguk dan membungkuk untuk memberikan hormat, setelah itu dia pergi meninggalkan mereka berdua.
Nabila dan Almira lalu memakan makanan itu, Nabila memesankan makanan untuk Almira yaitu spaghetti, kalau Nabila sendiri dia memesan makanan yaitu ayam penyet plus nasi.
Almira lebih dulu menghabiskan makanannya, lalu memakan desert sebagai makanan penutup yaitu es krim rasa strawberry. Sementara Nabila memesan rasa vanila di mix coklat.
“Besok kamu tetap kerja?”
“Ya tetap kerja lah, kan mau dekat kamu terus. bye see you!” Almira pergi meninggalkan Nabila sendirian di mejanya, padahal dalam lubuk hatinya dia merasa khawatir kalau meninggalkan Nabila sendirian.
Tapi Almira selalu berdoa kepada sang pencipta untuk selalu melindungi sahabatnya. Ketika akan mencari taxi, Almira di telpon suaminya untuk menanyakan dimana cafe yang di kunjungi Almira sekarang.
“Aku lagi di cafe Ruang Rindu, emangnya kenapa kok kamu nanyain?”
“Aku mau jemput kamu, saya gak mau kamu pulang larut malam lagi,” imbuh Keanu
“Ok, kalau itu yang kamu mau, saya tunggu kamu di sini.” Almira langsung memutuskan sambungan telepon, Almira tetap berdiri di pinggiran jalan. Sesekali Almira menengok ke dalam cafe untuk melihat keberadaan Nabila.
Memang jarak apartemen dengan cafe itu, lumayan jauh jadi kurang lebih lima belas menitan Keanu baru sampai cafe itu. Sesampainya di sana Keanu melihat Almira sedang berbincang dengan Nabila.
“Kalau begitu aku duluan, ya, Bil.” Nabila mengangguk, Almira pun masuk ke dalam mobil Keanu. Keanu melajukan mobilnya, di tengah perjalanan Keanu memulai obrolan.
“Al, lagi bicarain apa tadi?”
__ADS_1
“Lagi ngobrolin soal kenapa aku masih di sekitar cafe ini? Terus dia nawarin ke aku untuk pulang bareng, tapi karena kamu udah sampai duluan sebelum aku jawab akhirnya dia ngerti.”
“Oh, tapi kamu udah makan malam?”
“Udah, kalau kamu?”
“Aku juga udah.”
Akhirnya Almira dan Keanu sudah sampai apartemen, Almira yang terlebih dahulu masuk ke apartemennya. Dan Keanu menyusulnya baru aja sampai kamar, Keanu di telpon oleh sahabatnya yang bernama Davin untuk segera menemuinya.
[Ada apa? Vin, nelpon malam malam gini]
[Darurat, Ken, sekarang si Ridho ada di club malam dia mabuk berat]
[Ok, gue akan segera ke sana]
Keanu bergegas pergi kembali, tak lupa dia mengunci apartemen. Keanu mengemudikan mobilnya untuk pergi menuju club malam, Keanu sudah tahu pasti club mana yang di datangi Ridho.
Benar saja sesampainya di dalam club itu, Davin sedang merangkul sahabatnya yang setengah sadar. Davin menelpon Keanu karena dia tidak kuat untuk membawa pergi tubuh Ridho sendirian, dengan sigap Keanu langsung membantu Davin membawa pergi keluar club tubuh Ridho itu.
“Bawa pulang dia pakai mobil siapa?” tanya Davin
“Pake mobil gue aja, Vin.” Davin mengangguk lalu Keanu menunjukkan arah di mana mobilnya berada.
“Vin, lo bawa mobil gak?”
“Gue nggak, kalau si Ridho bawa mobil.”
“Kunci mobilnya dimana?”
“Mungkin di kantung celananya.” Keanu langsung mengorek ngorek isi kantung celana Ridho, benar saja kunci mobilnya ada di sana. Keanu langsung memberikan kunci itu ke Davin, supaya Davin yang membawa mobil Ridho.
Keanu membawa Ridho ke rumah orang tua Ridho sendiri. Sesampainya di rumah itu, Keanu berteriak supaya satpam yang ada di sana mendengarnya.
“Ada apa ya? Oh ya ampun den Ridho kenapa?” tanya salah satu satpam, yang bernama Bejo.
“Dia mabuk berat, tolong bawa dia masuk rumahnya.” Bejo pun memanggil temannya untuk membantu mengangkat tubuh Ridho.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1