
(Imbalan apa yang kamu maksud?)
(Nganu, itu Al, masa kamu gak paham apa yang aku maksud)
(Memang, aku benar benar gak paham, tolong jelaskan?!)
(Itu al buat dede bayi, yang di bilang aku imbalan)
(Ngaco kamu, kamu kan tahu aku anggap dia sebagai Abang dan atasan)
(Jangan marah marah, Al, kamu duluan yang minta penjelasan apa yang ku maksud)
(Al, ini udah malam aku tidur duluan, ya)
(Ya sudah, aku matiin ya)
Sambungan telepon sudah terputus, Almira merasa kesal apa yang di bicarakan Nabila. Dia belum siap untuk menjalankan kewajiban seorang istri, yang harus melayani hasrat sang suami.
“Nabila!” Teriak Almira mengeluarkan rasa amarah yang tadi ia pendam.
Keanu menelepon Almira, kalau Keanu teriak tetap saja Almira tidak akan mendengarnya. Dengan cepat Almira mengangkat panggilan itu.
“Halo.”
“Jangan teriak teriak! Suara kamu jelek!” Keanu membalas teriakan Almira, membuat kuping Almira sakit.
“Iya, pak Keanu Bagaskara yang terhormat saya tidak akan teriak teriak lagi. Kak Iwan, cucunya kakek Rudi di mohon untuk mengerti kondisi saya, jangan halangi saya apapun yang saya lakukan.”
“Terserah kamu! Saya gak peduli kalau tetangga lihat kelakuan kamu!” Keanu langsung mematikan sambungan telepon itu.
Almira mengumpat Keanu berbagai jenis binatang ia bicarakan, amarah ini datang selepas menelepon dengan Nabila.
Ting!
{Al, tolong kasih tau ke suami kamu, kalau aku sungguh sungguh terima kasih atas bantuannya kemarin malam}
‘Maksud dari terima kasih itu untuk apa? Aku balas dulu aja deh’
{Siap, aku akan bilang ke mas Keanu}
{Makasih, sampaikan ke Nabila bagaimana kabarnya?}
{Besok aku akan bilang apa yang kamu tenyakan}
Almira bergegas menuju ke kamar Keanu, seperti biasa dia mengetuk pintu dulu.
“Masuk!”
Ceklek.
“Mas, tadi Ridho nge chat aku, dia kata makasih atas bantuan, mas.”
__ADS_1
“Itu aja?”
“Iya, aku pamit, assalamualaikum.”
“Waalaikumsalam.”
_________
Siang hari, Almira dan Nabila sedang makan siang awalnya terlihat fokus memakan makanan. Tapi, Nabila mengajak Almira untuk berbicara dengan memberi dia pertanyaan.
“Al, aku lihat kamu belum pakai mobil baru, emangnya kapan sih dia mau beliin kamu mobil?” Tanya nya penasaran
“Katanya hari ini, tapi gak tau jadi atau enggaknya.”
“Oh, kuharap benar dia betul-betul akan belikan kamu mobil.”
Almira hanya menanggapi dengan senyuman, lalu melanjutkan makannya. Mau di beliin atau enggak itu nggak masalah buat Almira.
Ketika memberikan berkas yang sudah dia kerjakan kepada Keanu, dalam hatinya terbesit ingin menanyakan apakah jadi membelikan apa yang dia minta.
“Al, untuk masalah mobil saya akan berikan ke Kamu sore nanti.” Keanu memberitahu itu seperti mengerti apa yang ingin di tanyakan Almira.
“Saya pamit ke ruangan saya dulu, kalau bapak butuh apa apa panggil saja saya.” Almira pergi meninggalkan ruangan itu setelah mengucapkan kata pamit.
Ketika sedang mengerjakan sebagian pekerjaan nya lagi, Almira mendapat chat dari salah satu teman SMA nya.
{Ini Almira kan, aku mila teman SMA kamu. Aku mau ngasih tau pas malam tahun baru nanti teman teman SMA kita mau adain acara reunian, kamu harus datang, ya}
{Kata anak anak, semua yang datang ke sana harus bawa pasangan}
{Kalau begitu, pasti aku akan ajak pasangan ku}
{Itu aja yang mau aku sampein, jangan lupa datang!}
Almira langsung meletakkan handphonenya di atas meja, memijat pelipisnya karena merasa stres. Sungguh Almira merasa pikirannya penuh, membuat dia merasa pusing, dalam lubuk hatinya dia ingin izin untuk hari ini.
Niatnya itu sudah bulat di karenakan pusing nya tak juga reda, membuat dirinya pulang lebih awal. Segeralah Almira meminta izin untuk pulang kepada Keanu.
“Pak, saya pamit izin pulang duluan.”
“Kenapa harus pulang lebih awal? Padahal masih jam kerja.”
“Saya kurang enak badan, pak.” Keanu berdiri lalu menempelkan punggung tangannya ke kening Almira.
“Gak panas, kurang enak badannya darimana?”
“Saya pusing, pak, butuh istirahat mungkin karena beberapa malam ke belakang saya sering begadang.” Almira terus menunduk tidak melihat sorot mata Keanu.
“Saya izinkan kamu pulang duluan, tapi saya ingatkan kamu jangan begadang kalau mau kerja. Kamu itu seorang sekretaris, jadi tubuh harus fit. Kamu paham apa yang saya maksud?”
“Paham, assalamualaikum.”
__ADS_1
“Waalaikumsalam.”
Almira pulang seperti biasa dengan mengendarai taxi online, di perjalanan Almira melewati rumah sakit. Almira pun ke sana untuk mengecek kesehatannya.
Almira di periksa oleh dokter Dian, memang sudah beberapa Minggu ini Almira belum mengecek kondisi kesehatannya.
“Almira, kamu harus banyak banyak istirahat kalau capek kerja jangan di paksa untuk melanjutkannya. Jangan lupa minum vitamin dan makanan yang empat sehat lima sempurna.”
“Selain itu gak ada penyakit lain yang saya derita?”
“Almhamdulillah, kondisi kamu dari atas sampai bawah, dari dalam dan luar tidak ada penyakit atau luka yang kamu derita.”
Almira merasa lega atas apa yang di bicarakan dokter tadi, setelah selesai memeriksa kondisi kesehatan ke dokter Dian. Almira membeli vitamin di apotek dan membeli sayur dan buah-buahan yang sudah tidak ada dalam kulkas.
Sesampainya di apartemen banyak tetangga Almira yang merupakan ibu rumah tangga, menanyakan kabar gadis tersebut.
“Kamu jarang saya liat, kemana aja?”
“Saya gak kemana mana, palingan cuma ikut suami kerja.” Almira memperlihatkan senyumnya, memang Almira selalu tersenyum apalagi ke yang lebih tua.
“Terus sekarang kamu gak ikut suami kamu kerja?” Tanya ibu itu lagi
“Ikut sih, bu, tapi karena saya kurang enak badan jadi saya pulang lebih awal.”
“Enak, ya kalau kerja di tempat suami. Bebas mau keluar masuk.” Cibir ibu itu yang kelihatannya sedang merasa iri.
“Kok ibu tau itu perusahaan suami saya.” Almira terlihat tenang dan selalu memperlihatkan senyum manisnya.
“Saya tau dari dulu, mbak, karena suami mbak itu pemilik saham terbesar di apartemen ini.” Almira mau menanyakan apa itu benar? Tapi ibu itu masuk ke dalam apartemennya karena sang anak yang dia gendong terbangun dari tidurnya.
‘Kalau yang ibu itu bicarakan benar, berarti mas Keanu lebih kaya dari apa yang ku lihat.’ Gumam Almira dalam hati
Almira sampai lupa kenapa dia pulang lebih awal, Almira segera masuk apartemennya. terlihat sepi kalau sendirian di sini, mau gimana lagi dia harus istirahat untuk hari ini.
_________
Sore hari... Pukul 17:30
Tok
Tok
Tok
“Al, Almira, Almira!” Ucap Keanu memanggil Almira yang kata terakhir dia berteriak.
“Apa sih, aku lagi enak enak tidur di bangunin.” Almira membukakan pintu kamarnya.
“Ada apa?”
“Itu mobil kamu ada di bawah.”
__ADS_1
“Besok aja aku lihatnya.”