
“Mas, makasih udah bantuin, den Ridho.” Ucap pak Bejo
“Sama sama, pak bejo.” Balas Keanu
“Ken, ini kunci mobilnya si Ridho mau kemanain?” tanya Davin yang baru datang
“Titipin aja ke pak bejo, dia salah satu satpam di rumah ini.” Davin segera memberikan kunci itu, lalu mengajak Keanu untuk pulang karena malam sudah larut.
“Kalau begitu saya pamit pulang dulu ya, pak bejo.” Pamit Keanu
“Silahkan mas, semoga selamat sampai tujuan.”
Keanu dan Davin keluar gerbang, Keanu mengajak Davin untuk pulang bersamanya. Dipikir pikir susah juga kalau cari taxi malam malam begini.
“Vin, gimana kabar hubungan kamu sama Fany?” tanya Keanu
“Baik baik aja kok, mungkin tahun depan aku bakal nikahin dia,” jawab Davin
“Aamiin.... Semoga terlaksana ya pernikahan kamu, Vin. Jangan seperti Ridho harus kandas sebelum akad.”
“Kok ngomongnya gitu, Ken? Padahal aku yakin pernikahan aku dan dia terlaksana, karena kami saling mencintai,” imbuh Davin
“Vin, Ridho dan Nabila juga saling mencintai, akan tetapi yang membuat mereka terpisah yaitu di sebabkan oleh bedanya agama, membuat orang tua mereka tak merestui kalau anaknya akan berbeda keyakinan dengannya. Lo harus jawab, emang Lo udah ngenalin Stefany ke orang tua, lo?”
“Belum, tapi insya Allah orang tua gue mungkin akan restui karena dia baik orangnya, sama keyakinannya seperti keluarga gue.”
“Nah itu, Lo belum ngenalin dia ke keluarga, elo. Secepatnya lo harus kenalin dia, itu saran gue.”
“Berhenti, udah sampai rumah gue, lo mau minum dulu kagak?”
“Gak, gue langsung balik ke apartemen.”
Setelah Davin turun, Keanu langsung melajukan mobilnya lagi. Sejak tadi Almira menelpon keanu, tapi tidak di angkat. Sesampainya di apartemen Almira menanyakan kenapa Keanu tak mengangkat panggilan teleponnya.
“Maaf, handphone aku di mode silent.”
“Emangnya kamu habis dari mana?”
“Urusan bareng sahabat aku, kamu gak usah tau. Gak penting juga buat kamu.”
“Oh, ok, sekarang kamu mau di buattin apa? Kopi atau teh?”
“Buattin susu hangat aja.”
Almira membuatkan susu hangat yang di inginkan Keanu, ketika kembali ke ruang tamu Almira tidak menemukan Keanu berada di sana. Awalnya ragu untuk mengetuk pintu kamar Keanu tapi dengan keberanian yang tersisa akhirnya Almira mengetuk pintu itu.
“Masuk!”
Almira berjalan ke arah Keanu yang sedang bersandar di kepala ranjang.
“Mas, ini susu hangatnya.” Almira memberikan gelas yang berisi susu hangat itu langsung kepada keanu.
“Taruh aja di sana!” Keanu menunjuk ke arah samping ranjang, Almira lalu meletakkannya di atas nakas itu.
__ADS_1
“Jangan lupa di minum! Susu itu akan kadaluarsa setelah satu jam,” ucap Almira
Almira pergi keluar dari kamar Keanu ia juga masuk ke dalam kamarnya, esok hari dia harus bekerja apalagi besok hari Senin telat sedikit pergi akan terjebak macet.
________
Pagi menyapa....
Almira sedang mengoleskan bedak di wajahnya, untung saja dia tidak terlambat bangun jadi banyak waktu untuk dirinya pake make up sebentar.
Tok
Tok
Tok
“Al, mau bareng gak, ke kantornya?”
“Saya udah pesen taxi.”
“Ya sudah, saya duluan jangan lupa kunci apartemen!”
“Iya.”
Keanu pergi lebih dulu ke kantor padahal dia akan mampir dulu ke rumah makan untuk sarapan, karena Almira pagi ini tidak memasak di sebabkan sibuknya mengurus diri sendiri untuk bersiap kerja.
Almira di telpon supir taxi katanya sudah di depan apartemen, dengan cepat Almira keluar apartemennya ketika ingin menaiki lift di depannya ada papan yang bertuliskan lift sedang di perbaiki.
“Ibu ini dengan nama Almira?”
“Iya.”
Sopir itu membuka pintu penumpang dengan cepat Almira masuk ke dalamnya, Almira menyuruh sopir itu harus dengan cepat mengemudikan mobilnya.
“Pak, emang gak ada jalan lain?”
“Gak ada bu, ada sih tapi itu jalan gang yang hanya bisa di lewati motor.”
Almira harus telat lagi ke kantornya kejadian terlambat di hari Senin sudah terjadi beberapa kali. Mau gimana lagi dia belum beli mobil, andai tadi dia ikut suaminya, Keanu.
Sesampainya di kantor banyak karyawan yang melihatnya, sebelum ke ruang absen Nabila bertanya ke Almira.
“Al, telat lagi, kenapa?”
“Biasa, Bil, macet.”
Almira pergi ke ruang absen setelah urusannya selesai, baru dia masuk ruangannya. Baru aja sampai ada chat yang masuk dari Nabila.
{Gak minta di beliin mobil sama ayang, Al?}
(Gak, emang kudu harus gitu?)
{Berguna juga, Al, kalau punya mobil pribadi bisa kemana mana sendiri tanpa harus di jemput atau cari taxi}
__ADS_1
(Untuk itu nanti aku pikirin, bagus juga saran kamu, Bil)
{Iya, dong}
Keanu melihat Almira senyam senyum karena ke kepoannya membuat dia memanggil Almira.
“Al, lagi ngapain kok senyam senyum.”
“Gak ada apa apa, pak.” Almira langsung mematikan telepon nya, lalu memasukkan nya ke tas.
Almira mengerjakan pekerjaannya, tak terasa jam makan siang tiba. Almira seperti biasa sholat terlebih dahulu setelah itu baru makan siang.
“Al, udah minta mobil belum?”
“Untuk rencana beli mobil aku nabung dulu, supaya orang orang gak curiga.”
“Yaelah, Al, kalau orang nanyain mobil itu belinya pake uang siapa? Jawab aja beli kreditan.”
“Emang dengan ngomong gitu orang orang bakal percaya?”
“Percaya deh sama aku, Al, orang orang akan percaya kalau kamu belinya di kredit.”
“Ok, setelah pulang kantor aku mau ngomong sama dia untuk beliin aku mobil.” Bisik Almira
“Nah gitu dong, aku tunggu kabar baiknya.”
________
Selepas pulang Almira menjalankan janjinya kepada Nabila untuk memberitahu keinginannya kepada Keanu.
“Mas, mau beli mobil tapi aku belum ada uang.”
“Jadi?”
“Jadi, sebenarnya aku minta sama kamu tolong beliin aku mobil.”
“Untuk apa?”
‘Malah nanya untuk apa? Ini orang kan CEO perusahaan kenapa gak tau gunanya mobil, heran aku.’ Batin Almira
“Ya, untuk di kendarai apalagi aku sering telat ke kantor pada hari Senin, ini juga saran dari Nabila.”
Keanu selesai memakan malamnya dia beranjak pergi ke kamarnya. Saat akan melangkah Almira bertanya soal jawaban yang belum di jawab olehnya.
“Jawab dulu! Aku butuh kepastian.”
“Huh, iya besok aku beliin kamu mobil, jangan bilang kepastian tentang mobil.”
Dalam hati Almira terlihat senang dan bahagia, dia akan membicarakan ini ke Nabila. Setelah urusan dapur selesai, Almira langsung ke kamarnya lalu menyambar handphonenya.
(Halo, bil, aku udah minta ke dia untuk beliin aku mobil, dia akan belikan)
(Bagus, Al, aku pikir dia akan minta imbalan untuk mobil itu, ternyata dugaanku salah)
__ADS_1