Rahasia CEO Dan Sekretarisnya

Rahasia CEO Dan Sekretarisnya
Bab 27


__ADS_3

“Al.” Panggil Keanu


“Ya, ada apa?” Balas Almira


“Aku mau minta maaf soal semalam.”


“Gak usah mikirin yang sudah terjadi. Aku ikhlas melakukan itu semua.” Keanu menghembuskan nafas, rasa takut nya tentang sikap Almira berubah tidak terjadi.


Pagi itu Keanu dan Almira menyantap makanan sarapan mereka, tidak ada obrolan di antara mereka ketika sedang makan. Seusai makan Keanu pergi ke kantor sementara Almira meminta izin tidak masuk untuk hari ini. Keanu mengakatakan tidak apa apa kalau kamu tidak masuk, hari ini tidak banyak kerjaan yang harus di bantu olehnya.


Di kantor...


Keanu yang sedang mengerjakan kerjaan nya tiba tiba kedatangan tamu, yaitu, orang tuanya. Lama tak jumpa dengan mereka membuat Keanu memeluknya dengan erat. Entah apa yang akan mereka bicarakan, itu tidak di beritahu orang tuanya sebelum ke sini.


Keanu mempersilahkan orang tuanya duduk di sofa yang ada di ruang kerjanya, supaya enak ngobrolnya.


“Ayah, bunda, kalian ke sini mau ngapain? Itulah pertanyaan pertama yang di lontarkan Keanu.


“Kami hanya kangen and kami juga ingin bicarain sesuatu ke kamu. Ya, kan? Yah.” Jawab Sinta


“Iya, Bun. Keanu kami ingin membicarakan soal masa depan nanti.” Balas Fandi


“Maksudnya?” Tanya Keanu bingung


“Jadi gini, kamu kan udah punya istri sebagai anak yang sudah menikah, berarti kamu harus memberikan keturunan. Apalagi nenek kamu belakangan ini sering sakit-sakitan, kamu sudah tahu kan keinginannya?”


“Yah, mendapatkan anak itu tidak semudah membuang sampah. Aku dan istriku hanya manusia biasa, ayah juga tahu banyak pasutri di luaran sana yang belum mendapatkan anak padahal pernikahannya sudah bertahun tahun.” Jelas Keanu.


“Nak, keluarga kita tidak ada yang mandul kemungkinan besar istrimu akan cepat hamil.” Ucap Fandi

__ADS_1


“Yang jelas bukan soal keturunan. Tapi, ikhtiar dan sabarnya. Ayah dan bunda harus sabar menunggu hadirnya anak Keanu, mungkin kalau lambat di kasihnya kalian jangan pernah salahin aku, istriku apalagi sang pencipta.” Keanu memberitahu jikalau nanti akan lambat memberikan keturunan.


Orang tua Keanu terdiam atas penjelasan anaknya. Kenapa anaknya menceramahi mereka? Apakah ada hal yang di sembunyikan dari mereka. Dan membuat Keanu jadi seperti ini.


Mereka berdua pergi meninggalkan kantor anak mereka. Sekarang mereka tak dapat berbicara setelah di ceramahi Keanu. Mungkin suatu saat jika ada waktu mereka akan bicara baik baik. Keanu yang sudah sendirian lagi di ruangannya melanjutkan pekerjaannya.


Jam makan siang Almira mengirimkan makan siang ke kantor suaminya, Almira juga menyelipkan kertas di kotak makan siang yang akan di berikan ke Keanu. Makanan itu di antarkan oleh ojek online, Almira belum siap rahasianya terbongkar secara cepat.


Keanu sering sekali membeli makan siang lewat online padahal di kantornya ada kantin. Mungkin dia gak enak kalau makan dekat karyawan, Keanu membebaskan karyawan nya untuk ber ghibah ketika tidak ada dia di sana dan sedang tidak di jam kerja.


____________


Waktu sudah menunjukkan waktunya pulang, sebelum pulang Nabila memberikan surat pengunduran kepada Keanu. Keanu yang menerimanya langsung menandatangani surat itu. Nabila langsung pulang setelah itu, Keanu juga menyusul Nabila.


Di perjalanan pulang Keanu melewati toko buku, Keanu langsung berhenti di sana untuk membeli buku. Banyak buku yang terpajang di sana dengan judul yang berbeda beda. Keanu belum menemukan buku yang di carinya terpaksa dia meminta bantuan pegawai yang ada di sana.


Akhirnya Keanu sampai apartemennya ketika bertemu dengan Almira dia mengucapkan makasih, karena telah di kirim makan siang ke kantor. Almira hanya membalas bagaimana seharusnya. Keanu yang melihat itu bahagia dan merasa lega dalam hatinya.


Keanu membersihkan tubuhnya lalu memakai piyama setelan nya. Di ruang tengah sudah ada kopi yang telah di siapkan Almira ini semua juga keinginan Keanu. Enak juga setelah mandi langsung meminum minuman yang hangat apalagi cuaca malam ini gerimis.


___________


Di dalam kamar Almira terus saja mengetik balasan kepada Nabila, sedari tadi dia terus di spam nya. Alasan Nabila menyepam nya, ya, di sebabkan kekhawatiran nya hari ini Almira tidak masuk kerja jadi itu menjadi penyebabnya.


{Bil, aku gak papa. Harusnya kamu gak usah mikirin aku, kamu juga pasti banyak urusan}


{Aku gak pernah nge-khawatirin urusan sendiri, soalnya aku banyak orang yang membantu. Tapi kamu, siapa lagi kalau bukan aku yang membantu}


{Bil, kamu harus banyak istirahat sebentar lagi menikah. Besok aku akan ke sana, katanya kamu udah resign}

__ADS_1


{Kamu harus datang ke sini, kalau gak datang aku yang ke sana}


{Iya, aku udah ngantuk duluan tidur, ya. Bye}


__________


Keanu sedang membaca buku yang tadi di belinya. Banyak usaha yang bisa di lakukan nya supaya rencananya berhasil. Usaha ini ia lakukan supaya tidak ada orang yang menyakiti istrinya dan juga nantinya ini akan membahagiakan orang terdekatnya.


Pagi menyapa Almira pergi ke rumah Nabila sesuai janjinya semalam, Almira akan semangat bila ketemu sahabatnya. Untung saja badan Almira kembali seperti semula, walaupun ada sedikit rasa sakit yang masih terasa.


Almira dan Nabila hari ini berencana untuk membeli baju yang akan di pakai Almira pada saat acara pernikahan Nabila berlangsung. Hari ini juga Nabila yang membayar baju Almira dan makanan yang di makan, setelah acara belanja ini selesai.


Almira dan Nabila tidak menyadari bahwa ada mata mata di sisinya. Mata mata itu orang suruhan Jonathan dan Keanu, mereka berdua tidak kerja sama tapi, mereka hanya ingin melindungi kesayangannya.


“Bil, kamu dapat kartu undangan dari Ridho belum?” Tanya Almira di sela sela memilih baju.


“Undangan untuk apa? Aku gak pernah nerima kartu undangan dari siapa pun, terutama Ridho.” Jawaban Nabila membuat Almira heran. Kenapa Ridho tidak mengundangnya?


“Mungkin, dia tidak ingin kamu sakit hati.” Ucap Almira


“Sakit hati kenapa?”


“Nanti aku akan kasih tahu kamu setelah kamu menikah dengan Jonathan.” Nabila hanya tidak berkomentar lagi, dia melanjutkan memilih baju.


Sementara itu Almira menatap Nabila, dia pasti juga akan merasa sakit hati bila Nabila tahu kebenaran tentang kartu undangan yang di buat Ridho. Sahabat mana yang tidak sedih bila sahabatnya menangis karena sakit hati, dulu saja Almira sedih juga ketika Nabila menerima perjodohan dengan terpaksa.


“Al, kamu ngelamunin apa? Dari tadi aku panggil nggak nyahut.” Almira tersadar ketika Nabila menepuk bahunya.


“Kamu udah pilih baju, ayo kita bayar.” Mereka berdua menuju kasir untuk transaksi pembayaran.

__ADS_1


__ADS_2