Rahasia CEO Dan Sekretarisnya

Rahasia CEO Dan Sekretarisnya
Bab 7


__ADS_3

Di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat...


Dinda dan Almira terus saja menangisi kepergian sang ibu, Wahyu dan Keanu membantu menenangkan ke duanya. Para warga sudah pulang semuanya, keluarga yang di tinggalkan masih ada di sana.


“Din, berdiri, ayo kita pulang ini udah siang. Bintang juga belum sarapan, apalagi Bintang di tinggal sendiri di rumah.” Ajak Wahyu


Dinda menuruti apa yang dikatakan suaminya itu, karena sekarang dirinya juga seorang ibu jadi, harus bisa mengikhlaskan kepergian ibunya dan memulai kembali lembaran baru.


Sebelum meninggalkan pemakaman Wahyu berpesan kepada keanu, “Keanu tolong bujuk Almira untuk di ajak pulang.”


Keanu mengangguk tanda iya, setelah Wahyu dan Dinda sudah keluar dari area Pemakaman.


“Al, ayo kita pulang hari udah mulai siang, kamu juga pasti lapar karena belum makan.”


“Tinggalin saya sendiri, kalau bapak mau pergi!” Bentak Almira


“Al...”


“Pak, saya ingin menyendiri, untuk tenangkan hati.”


“Al, kalau begitu saya tunggu di depan, kamu menangis lah sampai kenyang.”


Keanu akhirnya menyerah tapi tidak mengingkari amanah, yang sudah di berikan kakak iparnya Almira. Keanu tetap menunggu Almira di depan gerbang TPU.


Hari sudah siang, terik matahari begitu menyengat. Tetapi Almira belum juga kembali membuat Keanu khawatir, akhirnya Keanu menyusul Almira ke pemakaman ibunya lagi.


“Al... Al... Ayo bangun, Al kamu kenapa?”


Keanu menepuk pundak Almira, karena tidak di jawab Keanu menggoyangkan tubuh Almira. Tubuh Almira terjatuh ke dalam pelukan tanah.


Dengan sigap keanu menggendong Almira, karena dia sudah sadar bahwa Almira pingsan. Di perjalanan banyak warga yang melihat mereka berdua, tidak ada yang khawatir dengan apa yang dilihat, ibu ibu malah bergosip.


"Itu si Almira kenapa? apa jangan jangan dia pura pura pingsan supaya laki laki itu kasihan."


"Mungkin bener apa yang dikatakan kamu, dia aja waktu sekolah kelakuannya udah keluar."

__ADS_1


Keanu pura pura tidak mendengar ucapan ibu ibu itu, dia fokus berjalan menuju rumah Almira. Di rumah, Dinda terlihat khawatir atas apa yang dilihatnya. Adiknya pingsan karena terlalu sedih dengan kepergian ibu mereka.


“Dek... Dek... Bangun jangan bikin kakak khawatir.” Dinda memberi aroma kayu putih di dekat hidung adiknya.


Beberapa menit kemudian, Almira terbangun dari pingsannya. Almira terlihat ling lung karena tadi yang terakhir di ingat dirinya ada di dekat kuburan ibunya.


“Keanu yang bawain kamu ke sini, dek.” Dinda berbicara seolah dia tahu apa yang di pikirkan adiknya itu.


“Terus sekarang pak Keanu ada dimana?”


“Dia lagi sholat di kamar.”


“Kak, kita belum masak untuk acara tahlilan ibu.” Almira memberitahu kakaknya, karena Almira sangat ingin ibunya tetap bahagia jadi, dia terpikirkan acara tahlilan.


“Kakak dan ibu ibu di sini udah sebagian memasak makanan untuk acara tahlilan nanti.”


“Aku ada uang, nanti aku kasih ke kakak untuk bayar jasa ibu ibu di sini.” Dinda tersenyum, karena adiknya masih peduli dengan orang orang yang selalu membantunya atau keluarganya.


“Tapi kata ibu ibu di sini ikhlas ngebantuin, kalau di bayar pun mereka kata kasih aja makanan sisa, yang layak di makan.”


“Kak, kakak pasti kekurangan uang untuk beli bahan, uang aku untuk itu aja.”


“Kak, kakak gak usah nolak bantuan dari aku, uang aku uang kakak juga selama aku belum menikah.”


Dinda terdiam, karena ucapan adiknya dia terpaksa menerima bantuan dari adiknya untuk acara tahlilan ibu mereka.


“Mbak, saya sudah sholat makasih untuk tempatnya.” Keanu tiba tiba datang di keheningan kedua adik kakak itu, yang awalnya mereka berdebat soal masalah uang.


“Kak, aku ke belakang dulu.” Almira berjalan ke arah kamar mandi, karena dia ingat bahwa dirinya belum sholat akibat kelamaan pingsan.


Setelah sholat Magrib bapak bapak yang di undang untuk acara tahlilan mulai berdatangan, dari mulai anak anak hingga kakek kakek.


Selama acara berlangsung tidak ada hambatan, semuanya aman terkendali. Setelah berdoa bapak bapak itu di kasih berkat oleh keluarga yang mengadakan tahlilan itu. acara tahlilan selesai, Almira dan Dinda membereskan rumah untuk seperti semula lagi.


“Dek, kamu pulang kapan?” Di sela sela beberes, Dinda bertanya ke adiknya

__ADS_1


“Setelah acara tahlilan ibu yang ke tujuh hari.”


Beberes pun selesai, Almira dan Dinda terlihat cape karena seharian ini emosi naik turun. “Dek, besok aja kamu pulang bareng bos kamu, kamu kan harus kerja. Jangan ambil cuti banyak banyak nanti bisa aja kamu di pecat.” Ucap Dinda


“Tapi, kak....”


“Dek...”


“Ya udah aku akan pulang besok.”


Keanu dan Wahyu baru muncul di hadapan kedua kakak adik itu, setelah mereka berbicara berdua di teras. Mereka lalu duduk di sofa, untuk bergabung dengan Almira dan Dinda.


“Mbak, Al, tadi setelah bicara dengan Wahyu saya sudah memutuskan untuk menyelenggarakan acara pernikahan saya dengan Almira, karena itu adalah permintaan terakhir ibu kalian untuk menikahkan Almira dengan saya.”


Bagai di sambar petir Almira menjadi tegang karena pernyataan dari Keanu, bosnya itu. Tidak mungkin bagi Almira untuk menikah dengan bosnya sendiri, dari kasta dan kekuasaan saja dia sudah sadar diri.


“Dek, dek apakah kamu menerima keputusan ini. Ini juga demi kebahagiaan ibu kamu, ingat itu.” Wahyu mengingatkan permintaan yang ibunya ucapkan.


Apalagi setelah membuat keputusan untuk menikahkan Almira dengan Keanu, membuat ibu Almira dan Dinda terlihat tersenyum bahagia. Almira hanya bisa mengangguk tanda ia mengerti dan menerima keputusan ini.


Pagi hari....


“Dek, kamu jaga kesehatan di sana, kalau sakit jangan dipaksa kerja.” Ucap Dinda


“Iya kak, aku akan ingat kata kata kakak.” Ucap Almira


Setelah acara peluk dan saling mengingatkan, Almira dan Keanu ke dalam mobil dan pergi meninggalkan kampung itu. Di perjalanan Almira melihat pemandangan di sisi jalan, Keanu dan Almira tidak mengobrol mereka fokus dengan kegiatan masing-masing.


Siang hari mereka sampai di kostan Almira. Di sana para anak kost memandang mereka, karena merasa iri dengan Almira, mereka tidak pernah melihat Almira di antar jemput. Sekalinya di antar jemput mereka melihat cowok yang sangat sempurna.


Almira dan Keanu sama sekali tidak menghiraukan pandangan mereka semua, Almira yang terus berjalan dengan santai seperti biasa menuju kamarnya. Sedangkan keanu melajukan mobilnya dengan fokus tanpa memikirkan apa yang di pandang oleh anak kost kepada dirinya dan Almira.


Di rumah...


“Assalamualaikum...”

__ADS_1


“Waalaikumsalam...” Bundanya menjawab salamnya, karena orang rumah tidak ada yang sadar ada orang datang ke rumah.


Keanu berjalan ke arah kamarnya dan berbaring sejenak untuk menghilangkan rasa capeknya.


__ADS_2