Rahasia CEO Dan Sekretarisnya

Rahasia CEO Dan Sekretarisnya
Bab 8


__ADS_3

POV Keanu


Malam hari... Aku dan keluargaku sedang makan malam, di pertengahan kami makan aku berbicara kepada ayahku untuk mengobrol sebentar setelah makan atau sebelum tidur.


“Ayah, aku ingin bicara tentang masalah hidupku.” Aku memulai pembicaraan dengan sedikit kegugupan karena khawatir nanti ayahku akan menentang keputusan ini.


“Soal apa? bicaralah!” Ayahku masih bicara seperti biasa.


“Yah, aku menyetujui permintaan seorang ibu untuk menikahi putrinya.” Aku akan siap jika ayah memaki maki diriku, karena tidak memikirkannya kembali.


“Apa, kamu seenaknya menyetujui permintaannya. Apa kamu lupa kakek mu pernah berjanji kepada orang tua seorang anak perempuan, untuk menikahkan kamu dengan putrinya.” Aku lupa soal perjanjian yang ayah sebutkan pas aku menyetujui permintaan ibunya Almira.


“Ayah, aku sudah terlanjur berjanji kepada ibu itu, apalagi dia sudah almarhumah. Jadi, tolong ayah dan bunda restui aku untuk menikahi anak ibu itu.” Apakah ayah akan menyetujui keputusan aku ini? Bunda mungkin akan selalu mendukung ku tapi ayah.


“Ayah tidak mungkin merestui pernikahan kamu dengan wanita itu, karena ayah tidak mau nantinya perempuan yang sudah menjadi calon dari istri kamu dulu, menuntut keluarga ini jika kamu tidak menikahinya.” Sudah ku duga ayah pasti tidak akan merestuinya. Apa yang harus aku lakukan?


“Ayah, aku nanti akan mencarikan seorang pemuda yang lebih baik untuk wanita yang telah di jodohkan denganku. Jika aku bertemu dengannya yang masih melajang.” Apakah kata kataku kali ini salah atau benar?


“Jika itu keputusan kamu, ayah merestui jika kamu ingin menikahi wanita yang ingin kamu nikahi.” Alhamdulilah, usahaku untuk mendapatkan restu dari ayah telah kulakukan. Kini tinggal mempersiapkan acara pernikahan aku dengan Almira.


“Kalau bunda, apakah merestui pernikahan yang ingin aku rencanakan?” Kini aku tinggal menanyai bundaku, walaupun aku sudah melihat dari matanya tidak ada amarah penolakan.


“Nak, ibu akan selalu dukung kamu apapun yang ingin kamu lakukan, asal baik untuk diri kamu.”


“Makasih bunda.” Aku merasa lega, untuk hal ini sudah ku penuhi.


“Kamu sekarang tidur sana! takutnya besok kamu ke siangan masuk kantor.” Bundaku malah tidak memarahi aku, tapi malah menyuruh aku tidur.


“Siap Bunda, kalau begitu aku ke kamar duluan.” Bunda mengangguk dan tersenyum.

__ADS_1


***


Pagi hari, di kantor Bagaskara...


“Al, bisa ke sini dulu saya mau ngobrol sama kamu.” Ucap Keanu berbicara dengan Almira di sambungan telepon.


“Tunggu bentar, pak.” Balas Almira di sebrang telepon.


Almira berjalan ke ruangan bosnya, setelah sampai Almira duduk di kursi yang ada di hadapan meja CEO. “Ada apa bapak panggil saya.”


“Saya mau bicarain soal pernikahan yang di inginkan almarhumah ibu kamu.”


“Bapak benar benar ingin menerima permintaan ibu saya, Apa bapak yakin atas keputusan yang bapak buat?” Almira terlihat tidak yakin atas ucapan yang di katakan Keanu.


“Saya sudah yakin, apalagi saya sudah meminta restu kedua orang tua saya.” Ucap Keanu


“Apa orang tua bapak merestuinya? Saya gak mau ya, pak, harga diri saya di injak injak karena saya beda level dengan keluarga bapak.” Ucap Almira dengan sedikit kecewa atas keputusan Keanu dan merasa khawatir bila mana menikah dengannya dia akan di gosip kan, di fitnah dan lain sebagainya.


Cukup berpikir lama Almira terus memikirkan penawaran Keanu, untuk merahasiakan pernikahan jika itu yang terbaik.


“Saya menerima tawaran bapak, untuk merahasiakan pernikahan kita nanti. Dan saya ingin tetap bekerja di sini untuk menghindari kecurigaan teman kantor saya.” Almira meminta keinginan ke Keanu.


“Saya setuju, jika itu mau kamu. Al, jam sepuluh kita adakan rapat, semua karyawan suruh datang ke ruang rapat.”


“Ok, pak, akan saya beri tahukan kepada semua karyawan. Kalau begitu saya permisi keluar dulu.” Keanu mengangguk dan mempersilahkan Almira untuk keluar dari ruangan nya.


Almira kembali ke ruangan nya, lalu setelah itu Almira memberitahu pengumuman lewat mikropon yang ada di mejanya. “Pengumuman... Pengumuman... Untuk semua karyawan di haruskan hadir di ruang rapat pukul sepuluh. Itu saja yang ingin saya sampaikan, terima kasih.”


Pukul sepuluh, semua karyawan berkumpul di ruang rapat. Untuk mendiskusikan masalah pekerjaan, satu persatu karyawan memberi presentasi nya. Semua yang di bicarakan karyawan akan di dengar oleh Keanu, semua akan di pertimbangkan kembali.

__ADS_1


Karena presentasi ini akan di tawarkan kepada tender yang akan bekerja sama dengan perusahaan Bagaskara. Walaupun perusahaan Bagaskara sudah tersohor di kota ini, akan tetapi Keanu tetap ingin mendengar pendapat karyawan nya.


Rapat selesai, setelahnya semua karyawan yang beragama Islam menuju ke masjid untuk menunaikan kewajiban. Rapat itu selesai pas waktunya makan siang, ada juga karyawan yang makan siang di kantin kantor.


Almira dan Nabila berbeda keyakinan, jadi Nabila lebih dulu makan siang sementara Almira menunaikan kewajibannya dulu. Setelah sholat Almira menyusul sahabatnya itu untuk makan siang bareng.


“Al, udah gue ambil makanan buat lo.”


“Makasih, Bil.”


“Sama sama, eh tapi lo suka gak? makanan yang gue masukin ke piring kamu, Al.” Nabila berbicara ke Almira dengan panggilan kamu atau lo, karena itu sudah kebiasaan nya.


“Aku suka kok, kenapa kamu, Bil, kok ngomong kayak gitu. Padahal kita udah sahabatan lama, aku suka makanan yang kamu ambilin buat aku asalkan halal untuk di makan untuk aku.” Almira menyantap makanannya


“Maaf, mungkin karena aku lagi banyak pikiran.” Almira menghentikan makannya dan mearuh sendoknya di atas piring.


“Apa yang lagi kamu pikirin, Bil, cerita sama aku. Aku pasti akan jaga rahasia kamu.” Almira menatap Nabila dengan serius.


“Nanti aku ceritain setelah pulang kantor, aku balik kerja dulu, Al.” Nabila terlihat murung ketika berbicara, Nabila juga menghindar ketika Almira meminta dirinya untuk bercerita.


‘Nabila kenapa ya? Masalah apa yang di pendamnya. Kenapa dia menghindari aku ketika ingin aku mendengar ceritanya.’ Gumam Almira dalam hati.


Almira dengan sedikit cepat menghabiskan makanannya, dia ingin cepat cepat pulang juga karena dia ingin mendengar cerita masalah Nabila yang selama ini di pendamnya.


Sore hari pukul lima sore, satu persatu karyawan pulang ke rumahnya masing-masing. Almira yang sedang mengerjakan tugasnya yang tinggal sedikit lagi dengan cepat mengerjakan, supaya cepat cepat pulang.


Ting... Suara nada dering untuk pesan yang masuk.


(Al, aku mau nemuin kamu di cafe Ruang Rindu, jam delapan malam)

__ADS_1


(Tunggu aku, Bil, mungkin aku rada telat karena kerjaan aku masih numpuk)


(Ok)


__ADS_2