RAHASIA KELAM

RAHASIA KELAM
PROLOG


__ADS_3

Beberapa orang memiliki rahasia yang ingin selalu disimpan rapat-rapat. Sebuah rahasia kelam yang tak ingin siapapun tahu. Dan terkadang karna rahasia itu, akan membuat mereka terdesak pada merana yang tiada akhir. Mereka bertujuh, siswa dan siswi yang masih duduk dibangku SMA, mereka memilikinya, dan mungkin ada hubungannya dengan kematian Tiara.


Sore itu hujan kembali mengguyur kota Shadowfalls. Hampir setengah penduduk berkumpul dalam sebuah parade di tengah hiruk-pikuknya alunan duka. Mengenakan pakaian serba hitam dengan jemari yang menggenggam payung. Semalam terjadi kehebohan ketika tubuh tak bernyawa seorang wanita yang masih duduk di bangku akhir sekolah menengah ditemukan di dekat hutan. Mungkin ini bukan kematian pertama di Shadowfalls, tetapi ini adalah pembunuhan pertama setelah bertahun-tahun yang lalu. Shadowfalls hanyalah kota kecil yang kelewat tentram sekalipun penduduknya saling apatis.


Terlebih korbannya hanyalah remaja. Membuat orang-orang bertanya apa alasannya. Kejadian itu membuat penduduk kota penuh teror ketakutan. Saling curiga dan berhati-hati satu-sama lain. Mungkin itu alasan yang paling tepat untuk menggambarkan mengapa pemakaman ini penuh, bukan hanya sekadar simpati semata, tetapi ingin mengkualifikasi siapa yang kemungkinan menjadi pelaku agar tetap bisa berhati-hati dan melindungi diri.


Tidak terkecuali beberapa remaja yang juga berdiri di sana dengan tatapan duka -yang mungkin bukan sebenarnya. Kedatangan mereka hanyalah formalitas semata sebagai teman dekat korban. Bahkan rasanya kata 'teman dekat' juga harus dipertanyakan dalam perkumpulan mereka. Orang-orang yang pergi bersama, berkumpul, tertawa dan bersenang-senang, belum tentu sebenarnya mereka berteman. Atau dalam pertemanan sekalipun, pasti ada satu atau dua perselisihan dan sebuah kepura-puraan.


Sama hal nya dengan yang dialami gadis yang sedang terbaring di peti mati. Tiara.


"Bersiaplah, sehabis ini pasti polisi akan mengintrogasi kita sebagai saksi." ujar Jeff pada teman-temannya yang berdiri dalam satu deret. Seolah sengaja menampilkan ikatan pertemanan yang erat.

__ADS_1


"Saksi? Kau yakin? Bukankah kita malah terlihat seperti tersangka? Orang-orang mungkin sudah membuat praduganya sendiri," sahut Sean sambil terkekeh sinis miris.


Malam saat Tiara terbunuh, mereka semua sedang melakukan pesta seperti biasa, sebelum akhirnya gadis itu hilang entah kemana. Bisa ditebak jalan pikiran orang-orang yang mengira pasti mereka tahu sesuatu. Padahal kenyataannya ketika kau di dalam pesta pasti akhirnya akan tenggelam pada hiruk-pikuk dentuman musik dan menggila menari sampai kaki kebas. Atau adapula yang berakhir di kamar yang sama-sama membuat kaki kebas. Contoh terakhir kerap dilakukan oleh Sean dan kekasihnya.


"Apa dia mati karna overdosis? Jeff, apa kau mencekoki Tiara terlalu banyak?" tanya Anya dengan asal seperti biasa. Sungguh terdengar bodoh.


"Kau bercanda? Apa kau pikir Jeff orang yang seperti itu? Jelas-jelas hasil autopsinya polisi bilang dia dibunuh!" Karin menyangkal seperti biasa kalau sudah urusan Jeff.


Abel terkesiap, tak menyangka itu akan keluar dari mulut Grace. Matanya menatap Grace dengan mengintimidasi, sementara gadis itu terlihat tak peduli sama sekali. Malah memutar bola mata dan membuang muka. Mengabaikan eksistensi Abel yang merupakan kekasih Tiara.


"Bukankah itu terlalu kasar, Grace?" Emeli mulai membuka suara. Semua orang yang mengenal mereka pasti tahu dengan jelas, sekalipun mereka berada di lingkaran yang sama, sebenarnya keduanya selalu bersaing. Dalam segala hal khususnya kekuasaan. Dan yang paling pertama adalah soal Sean.

__ADS_1


"Kenapa Emeli? Merasa tersinggung karna kau selalu berusaha berlutut untuk menghisap milik kekasihku?" sindir Grace secara terang-terangan.


Mata Sean membelalak mendengar itu. Menatap kekasihnya kaget. Sementara wajah Emeli memerah kesal karna dipermalukan.


Grace hanya tersenyum tenang dan angkuh masih sama seperti tadi. "Aku tahu apa yang kalian berdua lakukan dibelakangku. Jangan sok kaget seperti itu, semua orang tahu kalau kita semua problematic. Kita masih terus bersama karna kita memiliki kuasa untuk semakin memegang kendali penuh. Dan kematian Tiara adalah puncaknya. Persahabatan? apanya? Cih." Grace terkekeh sinis.


"Jadi maksudmu, apa ini ada hubungannya dengan email yang kita dapat bersama?" tanya Jeff langsung menangkap ke arah mana ucapan Grace.


Mereka semua saling tatap dan terdiam. Melirik ke segala arah memperhatikan siapa yang datang satu-persatu. Menebak-nebak siapa yang mencurigakan untuk dapat masuk ke kualifikasi orang yang mengirimkan pesan pada mereka. Karna siapapun itu, dia juga pembunuh Tiara.


'You'r Next'

__ADS_1


__ADS_2