RAHASIA KELAM

RAHASIA KELAM
COME BACK


__ADS_3

Abel menghentikan mobilnya di tengah jalan sepi yang bermil-mil jauhnya dari kota Shadowfalls. Sepi dan tenang, seolah menemukan tempat untuk melarikan diri melempar segala pelik dan muak yang membutuhkan pelepasan. Menjerit sekencang-kencang seperti pesakitan. Udara sejuk menyapu rambut mereka ke kanan dan kiri layaknya padang hijau, kerap seperti video klip musik di mana seorang wanita menari-nari sambil membuang uang dengan pakaian kuning aneh. Tapi sungguh, ini begitu nyaman.


"Kenapa kau tertawa?" tanya Grace sambil mengerutkan keningnya menatap Abel yang berada di sampingnya.


"Aku bahagia. Tidak pernah membayangkan akan pergi berdua saja seperti ini dengamu." Mata Abel menyipit dengan kerutan di ujung pipi yang terhubung pada mata dan hidung.


Grace menyandarkan kepalanya di dada Abel. Tertegun sesaat namun Abel langsung merangkul Grace. Berusaha memberikan kenyamanan pada gadis yang kenyataannya adalah milik orang.


"Bel, terima kasih ya."


"Aku sudah bilang akan selalu di sampingmu. Di pihakmu. Mengejutkan tiba-tiba kau mengajakku pergi dari kota. Apa tadi noona bilang? Menculikku?" Abel kembali tertawa mengingatnya. Menurut Abel itu seperti lelucon lucu. Pengandaian manis dengan menyebut meminta diculik.


"Tapi Bel-kalau aku serius bagaimana?" tanya Grace tiba-tiba dengan nada kelewat serius. Menghentikan tawa Abel tiba-tiba. Membuat kedua manik itu saling bertapan membaca satu-sama lain.

__ADS_1


"Kalau aku meminta kau menculikku, apa kau akan melakukannya?" tanya Grace kembali seakan memperjelas. Menunjukan sejauh mana keseriusan Grace. Mungkin terkesan sepele, tapi Grace bukan tipe orang yang akan melemparkan pertanyaan yang lewat begitu saja. Semuanya benar-benar dia ingin tahu dan bermaksud sesuatu.


"Kenapa kau ingin diculik?" tanya Abel balik. Setiap pertanyaan yang Grace lontarkan, jawabannya harus benar-benar dipikirkan karena segalanya akan mempengaruhi hubungan mereka berdua.


Sudut bibir Grace sedikit tertarik ke atas. Tersenyum asimetris di mana rasa bahagia, bangga, kagum, angkuh dan lick jadi satu. Sulit ditebak sekaligus menjadi pesona utama di mana Abel akan kepayang dibuat. "Karena-aku ingin menghilang-mungkin. Tak mau ada satupun yang menemukan."


Abel terdiam sesaat dan mengangguk-angguk. Benar-benar berpikir hati-hati. "Aku akan melakukannya," jawab Abel pasti.


Kedua alis Grace menaik, semakin tertarik. "Benarkah?"


"Bagaimana kalau aku berusaha kabur? Mencari pertolongan untuk itu?" tanya Grace lagi.


Abel tak mengerti. Alisnya menukik menatap Grace seksama, mencari-cari jawaban dari segala yang dia pertanyakan. Tapi sekali lagi tak ada yang pernah tahu jelas isi pikiran Grace. Entah apa maksud meminta diculik, ingin menghilang, tetapi mencoba kabur dan meminta tolong.

__ADS_1


Tapi Abel selalu bisa mengatakan apa yang Grace harap dengar. Jawaban yang belum tentu orang katakan.


"Aku akan membuatmu terjebak tidak dapat ke mana-mana. Seperti yang kau bilang di awal, kau ingin diculik. Aku berpegang teguh pada keinginanmu. Teorinya simple, Aku akan selalu di pihakmu noona. Kau mengatakan kalau ingin diculik, maka aku akan melakukannya. Tapi ketika kau mencoba kabur dan meminta tolong, bukan padaku. Maka aku tidak perlu melakukannya dan tetap menculikmu. Kecuali kau memintanya padaku."


Grace terdiam sesaat dan tertawa sambil mengangguk. Membenarkan ucapan Abel.


Mata bulat Abel membesar dan mengangguk girang. "Jawabanku benar kan? Ini benar-benar seperti riddle. Grace memang hebat!"


Grace gemas sendiri dan langsung memberikan ciuman pada Abel-di bibir. Membuat pria itu terdiam seketika dan membalas ciuman itu. Menikmati waktu tenang mereka berdua.


Ada dua hal tentang hari ini,


Pertama, adanya hari ini karena esok Grace harus kembali menghadapi kekacauan yang terjadi. Menerima semua cemooh memuakan dan muncul dengan rencana yang lebih hebat. Mengambil semua kontrol sekalipun di akhir dia hancur lebur.

__ADS_1


Kedua, Grace tidak hanya sekadar memberikan riddle atau tanya jawab perihal menghabiskan waktu. Gadis itu adalah sebuah eksistensi yang sulit ditebak namun akan memakanmu lemat dalam kontrol.


__ADS_2