RAHASIA KELAM

RAHASIA KELAM
EMERGE


__ADS_3

Askara terkenal sebagai si jenius serampangan karena jarang sekali melihat dia datang sesuai yang diinginkan. Semau hati. Jarang ditemukan tapi bisa tiba-tiba nampak jika dia membutuhkan. Dia sering menghabiskan waktu di dalam kamar sambil tertidur sekaligus menatap crime boardnya sambil membuat asumsi yang perlahan akan dijejalkan dengan fakta. Logika dimainkan. Entah bagaimana itu bisa terjadi karena sejatinya dia adalah seorang INFP.


Tetapi masalahnya bukan di sana, melainkan bagaimana si detektif jenius yang kerap disebut bagai bayangan Sherlock Holmes yang selalu akurat, bahkan tak jarang mengetahui hanya dengan sebuah cerita lengkap-ditambah beberapa investigasi tambahan hanya untuk meyakinkan, kali ini tak mendapatkan apa-apa. Bahkan dia sampai melakukan inivestigasi langsung mengelilingi kota Shadowfalls dan mengamati kumpulan remaja yang bisa dibilang kejadian Tiara tak mungkin terlepas dari mereka.


Semua orang mungkin bisa dikelabuhi oleh anak-anak itu, tapi tidak dengan dirinya. Setidaknya terjawab dari melihat video yang Grace sebut-sebut tersebar. Tadinya Aska mengira bahwa di Video itu akan terjawab kematian Tiara-mungkin memang seperti itu, tapi dia juga menemukan kenyataan bahwa ada orang lain yang terlibat. Orang yang mereka tak sadari.


Dan mungkin orang itu juga mengawasi dirinya sambil tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Menyeramkan. Ini seperti momok menakutkan bagi pecandu rasa penasaran yang rasa puasnya hanya bisa dipenuhi oleh temu. Perjalanan penuh asumsi yang membutuhkan ujung. Tapi kali ini Askara si detektif jenius yang serampangan tak menemukan titik cerah bahkan selama investigasi gila-gilaannya. Seperti benang kusut-semerawut. Mustahil dipilin sempurna, hanya bisa dipotong atau dienyahkan. Tapi kedua hal itu mustahil Aska lakukan. Crime board dipandangi terus-terusan seperti kesurupan pada pandangan diam ke tembok yang semakin lama semakin penuh.


"Sialan!" maki Aska pelan karena teramat kesal karena tak menemukan ujung sama sekali. Bahkan sekadar mencari setitik cahaya untuk terus berjalan lanjut pada kelam, sedikitpun tidak menemukan.


Ia yang sebelumnya duduk dengan tenang pada bangku kayu yang sengaja ditarik menghadap tembok guna melihat investigasinya sendiri, sekarang sudah bangkit. Kaca mata tergantung rapih dihidungnya dengan dua jari mengapit rokok. Geram membuatnya menghisap dalam lalu menghembuskan sambil memaki. Menendang kaki kebangku dengan sembarang sampai jatuh tercampak hingga menimbulkan bunyi bising.


Kenyataan bahwa Aska mempunya keterikatan kuat dengan kota Shadowfalls membuatnya tidak bisa pergi begitu saja. Meninggalkan kasus ini dan mengganti dengan detektif lain atau biarkan saja polisi bodoh itu bertindak. Kalau bicara tentang bayaran, sebenarnya yang dia dapatkan tidak sebesar kasus lainnya yang bergengsi. Bukan karena tak ada uang untuk membayar tapi jelas semua disepelekan. Pun jika ditemukan pelakunya, Aska yakin jelas mereka akan menunjuk orang yang salah. Atau dilupakan begitu saja.

__ADS_1


Namun ada yang aneh di sini. Setengah dirinya seperti terpanggil untuk sebuah kebenaran dan keadilan, setengahnya lagi selalu bercerita tentang kehidupannya. Bagaimana dia dan Ayahnya hidup bersama di kota itu. Segala yang ingin dia simpan menjadi kenangan manis di kotak pandora. Sekalipun Shadowfalls membuatnya muak tapi dia akan selalu berakhir di sana, sama seperti saat ini.


"F*ck! Kenapa aku tak meyadarinya!" gumam Aska pelan dengan tiba-tiba yang lebih mirip sebagai memaki. Menyumpah entah pada siapa dan apa. Tangannya langsung menyambar coat panjang. Mengambil topi hitam untuk menutupi rambut, kepala sekaligus wajahnya. Terlihat seperti seseorang yang alergi matahari atau ingin kehadirannya tak di sadari di dunia.


Bergegas seperti sedang menang lotre. Tatapan kesal yang frustasi seketika berubah seperti mata elang yang siap menerkam mangsa. Bahkan dia mengabaikan rokok yang kerap tak lepas darinya. Satu-satunya yang dia bawa di saku selain dompet dan ponsel adalah sebuah permen lolipop. Menurut kabar yang tersebar perihal detektif tampan dan hebat seperti Askara-ketika dia sedang berpikir maka dia akan merokok sampai berbatang-batang tak peduli nikotin menelannya balik, tetapi saat dia menemukan jawaban atau titik terang, bibirnya yang tak kalah manis dari gulali akan mengulum lolipop dengan tampang angkuhnya.


Jadi jawabannya-sekarang Askara telah menemukan sesuatu. Hal yang hampir saja lolos dari analisisnya.

__ADS_1


__ADS_2