
Pagi hari menyapa, seorang gadis sedang bersiap untuk berangkat "Bu, aku berangkat kerja dulu ya" ucap gadis itu dengan senyumannya yang lebar.
"Ya, hati-hati dijalan" ucapnya sambil melambaikan tangannya. Suci yg melihat itu membalas lambaian tangan dari ibunya.
Gadis itu bernama Suci Wulandari Ndiandra, seorang gadis berusia 23 tahun. Ia baru saja diterima kerja, dan menjabat sebagai sekretaris CEO diperusahaan besar. Perusahaan GO IT itu nama perusahaannya, perusahaan terbesar dan maju dalam teknologi.
"huft, semangat ci ayo kita buat manusia kutub itu terkesan. Hahahahha, lihat saja kan kutunjukkan kemampuanku nanti" suci menyemangati dirinya sendiri ditengah keramaian, bahkan dia tak sadar bahwa dia ada dimana saat ini.
Semua orang memandangnya dengan tatapan aneh dan heran dengan sikapnya itu. Suci yang baru menyadari perbuatannya pun hanya bisa menunduk untuk mengusir rasa malunya.
Suci pun berjalan dengan kepala tertunduk tiba-tiba saja suci menabrak sesuatu. "Aduh, sakit huuh apa sih yang kutabrak barusan. Kepalaku sampai sakit begini" pekiknya.
Suci pun menatap kearah yg dia tabrak dan menyadari dia menabrak sebuah tiang. "haah, tiang sialan kenapa ada disini hah" gerutunya pada tiang yg tak bersalah.
__ADS_1
Pada saat yang sama ada yg sedang menahan tawa akan tingkah konyol yang dilakukan oleh suci. "akhem" dia berusaha menstabilkan emosinya, dan berjalan kearah suci.
"Hey, are you okey" ucap pria itu kepada suci.
"Hmm, yes...kamu siapa?" ucapnya penuh kebingungan, karna ia tak mengenali orang di hadapannya ini.
"......" tak ada jawaban. "Hello, kamu siapa hah? Ucapnya sambil menjentikkan jari, dan berhasil membuyarkan lamunan pria tersebut.
Pria itu tertegun sejenak lalu menjawab "Perkenalkan namaku stevan juliandra putra CEO dari perusahaan GO FAST" ucapnya sembari tersenyum sopan.
Suci yang mendengar hal tersebut hanya terdiam, dia tidak percaya bisa bertemu dan berbicara dengan salah satu pria hebat dari perusahaan GO. Dan sebenarnya suci menjadi sekretaris dari pria yg paling hebat di perusahaan GO ini.
"A-apa katamu...ka-kamu CEO perusahaan GO FAST" ucapnya tak percaya hingga ia ternganga.
__ADS_1
"Ya, itu aku kalau kau tak percaya lihat ini. Ini kartu namaku disini ada namaku dan nama perusahaanku" stevan memberikan kartu namanya.
Suci yang masih kurang percaya pun langsung mengambil dan melihat kartu nama itu. Dan benar saja ada nama stevan disana yang bertulis CEO GO FAST.
"siapa namamu" tiba-tiba saja stevan bertanya kepadanya. Suci yang ditanya masih diam.
Setelah beberapa saat, suci dia telah kembali pada kenyataan. Dia menjawab "Hah, oh na-namaku Suci Wulandari Ndiandra" ucapnya terbata, tak disangka dia akan berkenalan dengan orang yang berstatus tinggi.
Setelah suci memberitahukan namanya, mereka berdua tiba-tiba saja diam. Setelah beberapa saat stevan mulai berbicara lagi. "Oh ya, kamu mau pergi kemana suci dengan pakaian rapi apa bekerja?" tanyanya sambil melirik pakaian yang suci kenakan.
Serasa tersambar petir, pagi tadinya yang masih cerah seketika jadi terasa gelap bagi suci, suci mulai panik mengingt hal tersebut. "Hmm, suci kamu kenapa apa kamu sudah terlambat" dia heran melihat ekspresi panik suci dan mulai bertanya.
Suci yang masih khawatir hanya bisa menggigit jarinya "A-aku memang sudah terlambat masuk kerja deh. Duh gimana ini" ucapnya panik sambil melirik jam tangan miliknya.
__ADS_1
"hmm, kalau begitu biar kuantar saja bagaimana" tawar stevan. "Tidak usah, dan terimakasih atas tawaran anda permisi" Namun suci menolaknya mentah-mentah, bukan karna tidak mau namun statusnya dan stevan berbeda jika orang kantor melihatnya imegenya akan langsung buruk.
Dengan cepat suci menghentikan taxi yang ia lihat, dan langsung menaikinya dengan terburu-buru.