Rahasia Sang CEO Tampan Dan Misteri Sang Sekretaris

Rahasia Sang CEO Tampan Dan Misteri Sang Sekretaris
Dia, seorang Mafia ???


__ADS_3

Pada malam minggu kebanyakan orang pergi ketempat yang meraka sukai, mencoba untuk meringankan beban dikepala mereka. Lain halnya dengan gadis ini, ia malah sibuk dengan komputernya. Jari-jarinya sibuk mengetik keyboard, tatapannya fokus kearah komputer. Entah apa yang tengah ia lihat saat ini, dia mulai menyunggingkan senyuman di wajahnya. "Selesai, aku menemukannya" ujar gadis itu, sambil meregangkan tubuhnya.


Hari ini adalah minggu yang cerah suci memutuskan untuk joging, sekalian olahraga. Sudah lama ia tak pergi olahraga karena 'misi' pentingnya itu.


"Akhirnya setelah semingguan ini di depan layar komputer, kini otot-ototku kembali rileks" ujar suci, di kini sedang duduk disebuah kursi taman.


Entah ada apa dengan suci hari ini, dia pun tak tau kenapa dirinya senyam senyum hampir setengah hari ini.


Ting, terdengar notifikasi berbunyi. Suci yang mendengar itu pun langsung merogoh tas kecilnya dan mengambil benda pipih itu. Suci membuka notifikasi tersebut, dan kini ia tau alasan mengapa ia bahagia hari ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bandara....


Suci kini tengah bersiap menunggu kedatangan seseorang, ia menelisik pakaian yang ia kenakan. Dia juga menatap cermin kecil dan berkata "Sudah cantik, ngomong-ngomong udah dimana ya" ujar suci bertanya pada dirinya sendiri.


Suci mengedarkan pandangannya kesekitar, ia celingak celinguk mencari seseorang. Suci pun dapat melihat dua orang pria berperawakan tinggi, dengan badan yang kokoh. Kedua pria tersebut mengenakan pakaian hitam dan kacamata hitam, mereka masing-masing menjinjing sebuah tas yang agak besar ntah apa isinya.


Kedua pria tersebut mencari keberadaan seseorang. Suci melambaikan tangannya seraya berkata "Ibu, aku disini" ucapnya sedikit berteriak.


Seorang wanita paru baya tersebut langsung menghampiri suci. "Hai nak, bagaimana keadaanmu apa pekerjaanmu lancar" tanya beruntun sang wanita paru baya tersebut.


Suci yang mendengarnya sedikit jengah, apa lagi saat sang ibu menanyakan pekerjaannya. Tetapi suci tetap menjawabnya "Semuanya baik bu, ibu bagaimana" suci pun mulai menanyai sang ibu.


"Haah, tentu saja aku baik anak konyol" ucapnya sambil memukul pelan anaknya itu. "Apa lagi uang yang kau kirimkan tak sedikit, bagaimana dengan kebutuhanmu" sang ibu lanjut bertanya.

__ADS_1


"Aku tak kekurangan sama sekali bu" jawab suci, berusaha meyakinkan sang ibu.


"haah, syukurlah" waita paru baya tersebut menghela nafas lega.


Saat mereka sedang berbincang, kedua orang pria tadi datang menghampiri mereka.


"Kenapa lama sekali" tanya suci. "Maafkan kami nona, tadi kamu tak dapat menemukan nona dan nyonya" jawab salah satu pria tersebut. Ya mereka adalah bodyguard yang suci kirim untuk menjaga sang ibu.


Flashback on....


Suci sedang berada di dalam ruangan kriatian, kristian kini masih tengah sibuk dengan berkas-berkas yang menumpuk. "Haah, ada apa kau kemari suci" ujar kristian sambil menghela nafas panjang.


"....."


"Ada apa cepat katakan aku masih sibuk" ucap kristian sedikit kesal.


Kristian yang mendengar hal tersebut, bingung ia sampai mengerutkan dahinya."Kenapa kau minta gajimu lebih awal, suci kau bahkan belum genap satu bulan bekerja disini. Dan sekarang kau meminta gaji diawal" ujar kristian dingin.


"I-itu, sa-saya ingin mengirimkan uang untuk ibu saya" jawabnya gugup.


Kristian tambah bingung " uang kau kirim buat apa" selidik kristian. "Apa tak bisa saat kau gajian saja" lanjutnya.


"Saudara jauh ibu saya meninggal dan ibu saya kini sudah berada dikampung halamannya. Saya meminjam bukan untuk saudara jauh ibu saya, namun untuk keselamatan ibu saya" jawab suci tegas, mencoba membuat kristian percaya.


Kristian mengernyit tanda tak paham "Keselamatan ibumu ? maksudmu apa suci" tanya kriatian kebingungan.

__ADS_1


Suci pun menceritakan masalah keluarga jauhnya tersebut, dan kristian paham dengan hal yang suci ceritakan. Kini kristian setuju untuk memajukan hari gajian suci, dan sedikit memberikan bonus padanya.


Suci yang menerima hal tersebut awalnya tak enak, namun kristin memaksa.


Flashback off...


Dan dari situlah asal kedua bodyguard ibunya ini.


Suci dan ibunya kini pergi meninggalkan bandara.


...****************...


Seorang gadis kini tengah mengawasi gerak gerik setiap orang yang ada disekitarnya. gadis tersebut mencoba mencari seorang sosok penting.


Sampai akhirnya melihat seseorang mengenakan pakaian hitam, dan dibaju tersebut terdapat simbol pistol. "ketemu" ujar gadis tersebut.


Gadis itu sebenarnya sedang menyelidiki 'one hit kill'. Ini adalah salah satu organisasi mafia yang terkenal di benua eropa. Gadis itu mendapatkan kabar bahwa anggota inti, atau tangan kanan sang pimpinan akan datang ke negara ini untuk menemui pemimpinnya. Tentu saja gadis ini tak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Apa lagi kabarnya ketuanya akan datang untuk menyambut kedatangan anak buahnya ini.


Hal ini membuat gadis itu bersemangat, untuk melihat wajah ketua mafia yang terkejam di benua eropa itu. Gadis itu masih memperhatikan kegiatan mereka dari jauh, dan yang pastinya tak terlalu mencolok atau terekam cctv. Karena ini bandara tentu saja ada banya cctv. Tapi gadis itu cukup pintar untuk membuat dirinya tak terpantau.


Seketika intens gadis itu melihat kembali anggota mafia yang temgah ia awasi ini. Ia melihat semuanya menunduk pertanda sang ketua telah datang. "Akhirnya datang juga" gumam gadis tersebut, dengan sedikit bersemangat.


Saat sang ketua 'one hit kill' tiba mata gadis itu terbelalak kaget. Ia terkaget ketika mengenali wajah sang ketua mafia tersebut.


'Dia, seorang mafia !?' batinnya.

__ADS_1


Tidak salah "Dia seorang ketua mafia" gumam gadis itu tak percaya, ia langsung membekap mulutnya agar serangga tak masuk.


__ADS_2