Rahasia Sang CEO Tampan Dan Misteri Sang Sekretaris

Rahasia Sang CEO Tampan Dan Misteri Sang Sekretaris
memperhatikan..


__ADS_3

Stev dan ale pun memasuki supermarket tersebut, kini mereka mulai mencari bahan-bahannya. Stev dengan telaten memilih sayur da bahan lainnya, sedangkan ale ia menyusuri bagian makanan ringan. Setelah selesai mereka bertemu dikasir dan mulai mengantri, untuk antriannya tidak terlalu panjang atau pendek.


Saat mengantri stev dapat melihat perubahan ekspresi di wajah alenya. "Ale, why?" ia heran mengapa alenya ini diam saja. "hmm, haah ah i-itu" ia terkejut. "haah, stev apa kau sadar sejak tadi ada yang tengah mengintai kita" bisiknya.


Mendengar hal ini membuat stev tersentak "A-apa, bagaimana mungkin? Dan juga siapa yang akan mengintai kita ale" ujarnya. Entah mengapa wanita itu dapat melihat stev kini tengah berbohong, entah itu hanya perasaannya atau apa. Namun ia berusaha untuk menepisnya, ia tak ingin overthinking terhadap ptia kecilnya itu.


Namun nyatanya stev memang mengetahuinya.


Flasback on..


Setelah pertikaian tidak berguna itu, dua orang pria itu mulai negosiasinya.


"apa aku boleh menemuinya?" ujarnya serius.


"tidak" jawabnya tegas.


"mengapa?" bingungnya.


"kau pasti tau kan?" ujarnya sembari mengubah posisi duduknya.


"hmm" ujarnya lesu.


Melihatnya yang tak bersemangat lagi membuat remaja itu iba dan akhirnya dia memikirkan sebuah saran, dan saran itu adalah......


"huuh, baiklah kau bisa mengawasiatau mengikutiku namun dari jauh saja, ok" ujarnya.

__ADS_1


"baiklah, terimakasih" ujarnya sumringah.


Flasback off...


Setelah selesai belanja kebutuhan dan bahan-bahan mereka langsung menuju kediamanya. Rumah mereka terletah di dalam hutan, dan dalam hutan itu sangat banya binatang buas. Bahkan hutan itu termasuk hutan larangan bagi manusia, karna sudah banyak korban jiwa dan mayat mereka tak pernah utuh.


"dia tinggal dikawasan ini, yang benar saja ini berbahaya" gumam seseorang, ia berada disebuah mobil hitam dan jaraknya dari mereka lebih kurang 100 m. Ia tak ingin ketahuan dan untuk memantau mereka ia menggunakan sebuah teropong.


"Zero, aku pulang datanglah padaku" ujarnya keras sembari menjentikkan jadi dengan keras.


"zero, siapa zero" gumam pria tersebut.


Setelah beberapa saat ia dapat mendengar suara dan ternyata itu seekor ular berbisa, dan ular itu melilit lengan wanita itu. Sedangkan pria yang sedang memantau dari jauh seketika panik, namun ia berusaha tenang karna pria kecil disamping wanita itu terlihat tenang.


"yao, cao kalian dimana datanglah" pekiknya dan ia juga bersiul.


Lagi-lagi terdengar suara tapi kali ini terdengar seperti ada yang sedang berlari. Dan yang tiba adalah seekor chettah dan panther hitam, kedua hewan tersebut duduk dengan patuh dihadapan sang wanita.


Hal ini semakin membuat sang pria semakin tercengang, tadi ular dan sekaran chettah dan panther apa lagi setelah ini pikirnya.


"Yao, cao ayo masuk" ujarnya sembari mengelus kedua hewan tersebut dan sang ular masih betah melilit lengan wanita itu.


Ditempat yang lain....


"apa perutmu sudah mendingan rin" tanyanya sembari mengelus lembut wajah sang gadis. "hmm, yah lumayan" ujarnya dengan suara serak khas bangun tidur.

__ADS_1


"hmm, baguslah jadi kau ingi makan apa sekarang" tayanya lagi.


"aku ingin mi instan" jawabnya.


"kalau bubur gimana? Aku takut kamu sakit kalo makan mi" bujuknya.


"tapi bubur itu sangat hambar, huek tah enak kecuali bubur ayam" ujarnya.


"bubur ayam?" herannya.


"ya, itu sangat enak" ujarnya antusias.


"aku tak bisa buat bubur ayam, dan itu memakan waktu. Jadi, aku akan buat bubur sendiri dan akan ku usahakan tidak hambar gimana?" usulnya.


"hmm, asal tak hambar saja aku tak suka makanan tak berasa" ujarnya.


"baiklah, aku kedapur dulu okey. Kau lanjut saja istirahatnya" ujarnya sembari membenarkan posisi bantal karin. Setelah itu ia mulai berjalan kedapur, dan ia mulai mencari bahan-bahannya dan mulai memasak buburnya.


Setelah lebih kurang 20 menit, ia membawa bubur buatannya kekamarnya. Dan saat masuk kamar ia melihat bahwa karin telah bangun. "kau sudah bangun, nih buburnya masih panas tapi" ujarnya sembari meletakkan nampan yang ia bawa di nakas.


"kau tau kenapa aku terbangun"


"hmm, tidak kenapa?" tanyanya.


"karna aroma masakanmu itu, ini kan hanya bubur tapi kenapa sangat tercium aromanya" herannya.

__ADS_1


"itu karna aku membuatnya dengan cinta" gombalnya.


"aah, jangan gombal rey" karin mode centil on. Dan reyhan yang melihat perubahan sikapnya beberapa hari ini hanya dapat diam.


__ADS_2