
Seperti biasa suci dan kristian mulai sibuk dengan pekerjaannya. Tapi hari ini mereka seperti terbalik, ya maksudku moodnya ya. Walau kristian akhir-akhir ini tersenyum, namun senyumannya kakia ini agak berbeda. Sedangkan suci yang biasanya memang datar, ya karna dia hanya tersenyum saat rapat bisnis biasa senyum profesional. Namun kali ini ada kesedihan di wajahnya, bahkan mereka tak menyadari mood masing-masing.
Ditempat lain diwaktu yang sama, ada sepasang manusia yang sedang berdebat "Hoi, bang***, lepasin gue" pekik gadis itu. "Hmm, gue bakal lepasin tapi lo" ujarnya sambil menunjuk sang gadis yang tengah terikat duduk disebuah kursi. "Harus kasih tau siapa lo dan cewek yang satu lagi. Baik itu nama lo, nama organisasi lo atau apalah" lanjutnya.
"Ngak, buat apa gue ngasih tau lo nama gue yang bener aja. Hmm, btw teman gue dimana apa lo tangkep juga?" tanyanya, ia sedikit menghawatirkan temannya itu.
"Ngak, gue cuma nangkep lu doang. Dan ya, kayaknya temen lo udah ditangkep ma temen gua" ujarnya santai.
"Jadi, sekarang dimana temen gue haah" ujar sang gadis menatap nyalang.
"Oh, **** jangan menatapku begitu apa kau tak takut matamu kuambil" ujarnya kelewat santai.
"Cih" gadis itu berdecih karna kesal.
"Oh, ya kenalin nama gue reyhan nama lo siapa" ujarnya.
"buat apa lo tau" tantang sang gadis.
Reyhan menampilkan seringaian tipis, ia menyentuh dagu sang gadis "Hai honey, aku tertarik padamu" ujarnya sembari tersenyum.
Sang gadis sedikit kesal mendengarnya" honey, honey kau pikir aku madu apa" ujarnya sambil nyolot.
"Hey, apa kau tak tau bahasa inggris apa haah" ujarnya sambil menunjuk wajah sang gadis. "Honey itu artinya sayang, sekolah sana" lanjutnya dengan nada sedikit kesal.
"Hahahah, apa kau yang tak tau bahasa inggris honey itu kan madu" ujarnya sembari tergelak, ia merasa pria ini konyol.
__ADS_1
"Ma-maaf tuan" ujar tomi, salah seorang bawahan reyhan yang sangat terpecaya.
"Apa haah" ujarnya nyolot.
"Tu-tuan, nona honey itu artinya madu dan sayang dalam bahasa inggris. Ja-jadi tidak ada dari kalian yang salah" ujarnya sedikit terbata.
Kedua manusia itu menatap tajam kearah tomi. "Lihat aku benar" ujar reyhan bangga. "Cih, aku juga benar dasar bodoh" ujar sang gadis sembari mengejek reyhan.
"Hey, siapa yang kau panggil bodoh haah" pekik reyhan tak terima.
"Kau lah siapa lagi, nyatanya kau tak tau siapa diriku kan" cibirnya.
"Wait, wait tadi lo gue sekarang kau? Hahaha, dasar sok sopan" cibirnya.
"Hello, mau lo gue kek aku kamu kek atau kau pun masalahnya situ apa?" kesal sang gadis.
"Oky, jadi nama lo siapa?" tanyanya lagi.
"Karinesta" jawabnya singkat.
"Oowh, karin ya" ujarnya sambil menggangguk paham.
"Jadi, kenapa kalian nguping dan nguntitin kami" tanya reyhan menaikkan satu alisnya.
"Lo nanya nama gue dan gue jawab kan? Dan sekarang lo nanya lagi, ngak bosen apa. Laki kok cerewet" ujarnya mencibir reyhan.
__ADS_1
Sedangkan tomi yang mendengar pertengkaran mereka sejak tadi malah keringat dingin 'sejak kapan tuannya yang bak kutub dan dinding beton ini jadi cerewet. Nona kau salah tuanku bukan yang ini apa dia tertukar ya' batin tomi.
Setelah pertingkaan yang kurang berguna itu, reyhan pun pergi karna mendapatkan sebuah panggilan.
"Hoi, gua pergi dulu ya" pamitnya, dia bahkan merasa aneh mengapa cobak dia mesti pamit kek gini.
"Mau pergi, ya pergi aja ngak usah pamit segala juga" ujar karin dengan nada juteknya.
"Ok" kesal reyhan, ia merasa tak terlalu jahat mengapa pula karin jutek padanya.
Reyhan berjalan sambil menghentakkan kakinya ia kesal dengan tanggapan karin. Tomi yang melihatnya hanya bisa bingung, ingin bertanya tapi tak ingin kehilangan kepalanya.
Brak, setelah reyhan meghempaskan pintu cukup keras karin pun berusaha mrlepaskan ikatannya. Ya dia kaget sih, orang pintunya dibanting keras gitu. Namun ia masih berusaha untuk kabur dari sini.
Akhirnya setelah beberapa menit talinya terbuka, karin pun mulai melumpuhkan semua penjaga dan kabur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sedangkan disisi lain ada seseorang yang cemas dengan sahabatnya. "Ta, lo kemana sih apa lo ditangkep sama mereka. Hiks, lo kan sahabat baik gue masak ia lo bakal ninggalin gue juga" ujarnya tergugu.
Ting, dentingan itu mengalihkan perhatiannya ia melihat sang sahabat yang mengirimnya pesan. "Al, gue baik-baik aja kok" itu isi pesannya.
"Lo kemana aja ta, lo tau ngak gua khawatir" balasnya.
"Maaf, semalem gue hampir ketahuan makannya gua kabur. Maaf ya udah ninggalin lo" dustanya, ia tak ingin membuat sang sahabat khawatir.
__ADS_1
"Ooh, gitu ngak papa kok yang penting lo selamet aja" jawabnya, ia ingin menceritakan tentang malam itu namun ragu. Dan akhirnya chatan itu harus berakhir.