Rahasia Sang CEO Tampan Dan Misteri Sang Sekretaris

Rahasia Sang CEO Tampan Dan Misteri Sang Sekretaris
Stevan pingsan..


__ADS_3

Disebuah restoran yang sangat mewah terdapat satu keluargaa yang tampak harmonis. Semua orang memuji mereka bertiga, ibunya yang cantik, ayahnya yang gagah dan berkarismatik, dan sang nak yang lucu dan imut itu pemikiran mereka.


Namum nyatanya meja makan itu bukan seperti reuni keluarga harmonis. Lebih tepatnya seperti ruang prsidangan, terutama karna tatapan sang anak lucu itu terhadap sang pria karismatik. Bukan tatapan kagum, namun tatapan tajam yang dapat menusuk menembus tubuh ini.


Sedangkan yang ditatap hanya bisa menunduk dan sekali-kali tersenyum kearah anak itu. Ia tak tau mengapa, tapi ia merasa takut dan terintimidasi oleh tatapan anak kecil ini. 'Dia anak kecil bukan sih, kenapa auranya berbeda ya' batin lelaki itu.


"Jadi paman, kenapa kita harus bertemu disini? Ada hal penting apa, tolong paman sampaikan sekarang. Lagipun kami tak punya waktu yang banyak untukmu" ujar sang anak yang imut dan lucu itu.


"Uhuk, pria kecil makanlah dulu baru bicara. Bukankah berbicara saat makan itu tidak baik" ucap sang lelaki.


"Paman aku tau apa itu tata krama, namun saat berbisnis makanan itu hanya sebuah alasan bukan?" ptia kecil itu berusaha membuat sang lelaki mengatakan tujuaannya.


"A-apa maksudmu pria kecil" lelaki itu mulai gelagapan.


"Hmm, ale apa aku boleh berbicara dengannya berdua saja" ujarnya lebut.


"Ta-tapi st--" ucapannya terpotong.


"Tenang aku akan baik-baik saja" ucapnya sebari tersenyum manis. Senyumnya berhasil memikat hati semua orang yang ada disana.


"Hmm, baiklah zio aku pergi dulu ya" pamitnya.

__ADS_1


"Ha, eh ya ya silahkan" ujarnya sembari tersenyum kaku.


Setelah kepergiannya....


"Jauhi ale, paman zio" ujarnya tanpa basa basi.


"E-eh tenang, bisakah kau beri aku kesempatan" ujar zio, ia panik saat mmelihat penolakan yang ada dalam raut wajah sang pria kecil. Ia dapat merasakan kebencian yang dalam, namun ia tak tau mengapa sang pria kecil itu membencinya. Bahkan sekarang mata pria kecil seperti sedang memburunya, ia sampai bergetar ketakutan namun ia berusaha untuk tenang.


...----------------...


Sedangkan di tempat lain atau lebih tepatnya dilantai satu restauran itu, seorang gadis tengah duduk termenung. Walau ia duduk di paling pojok, dia tetap menjadi pusat perhatian.


'Haah, apa yang akan dilakukan stev padanya ya' gumamnya. Sejak awal ia tak menghawtirkan sang pria kecil, namun sang lelaki yang ada bersamanya.


Wanita itu sedang mengenang masa-masa indahnya, iya berharap itu dapat kembali.


Saat ia sedang termenung, seeorang yang datang mengalihkan intensnya dari sang wanita cantik.


"Sumpah ganteng amat njir" ujar salah seorangnya.


"Malah kaya lagi, lihat deh yang dia pakai semuanya aja branded coks" desis yang satunya lagi.

__ADS_1


"Kyaa, oppa saranghae" pekik seseoramg yang terlalu semangat.


Pekikannya itu membuyarkan lamunan indah miliknya, kenapa pikirnya. Sedangkan yang memekik tadi hanya bisa pulang dengan malu.


'hmm, tidak ada siapa-siapa mungkin udah pergi' batinnya.


"oh ya, sepertinya perbincangan mereka telah usai. Saatnya kembali kesana, aku ingin lihat keributan apa yang dibuat oleh stev' gummamnya, ia penasaaran dengan pertunjukan yang dibuat stev.


Sesampainya disana ia hanya melihat stav seorang. "Hey boy, dimana zio" tanyanya lembut sambil mengelus lebut pip stav, dan mengacak ringan rambutnya.


Tiba-tiba ia melihat stev yang tak bergeming, ia heran siapa yang dilihatnya sampai ia tak bergeming. Saat hendak melihat kebelakang, burk terdengar suara dan ternyata itu dati stevan.


Dia yang panik langsung membawa stev menuju rumah sakit.


Saat dirumah sakit dia seperti setrika, bolak balik saja kerjaannya sampai seorang berpakaian putih keluar dari dalam ruangan itu.


"Dok gimana keadaannya dok, apa parah dok atau perlu nginap" ujarnya panjang lebar, selebar harapan masa depanku.


"Untuk manginap tak usah, sudah bisa pulang, anda dapat melihatnya sekarang" jawab sang dokter.


"Terimakasi dok" ujarnya dengan senyum menggembang diwajahnya.

__ADS_1


"ya sama-sama" jawab sang dokter, lalu ia melenggang pergi dari sana.


__ADS_2