Rahasia Sang CEO Tampan Dan Misteri Sang Sekretaris

Rahasia Sang CEO Tampan Dan Misteri Sang Sekretaris
Misi penting yang hampir terlupakan !?


__ADS_3

Mereka berdua makan dengan tenang tanpa ada suara, hanya terdengar suara jam berdetak. Mereka makan tanpa suara melebihi makan dengan musuh, setidaknya dengan musuh masih ada topik tapi ini tak ada sama sekali.


Setelah selesai makan siang suci pergi keruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya.


...****************...


Sudah seminggu suci bekerja sebagai sekretaris CEO. Dirinya sudah membiasakan diri dengan suasana kantor, dan sikap dingin bosnya itu.


Suci yang hendak memasuki perusahaan terhenti, suci merasakan seakan-akan dirinya tengah diawasi. Suci pun melirik sekitar tanpa memutar tubuhnya agar tak ketahuan, bahwasanya dirinya menyadari kehadiran seseorang.


'Dapat' suci sudah dapat melihat siapa yang tengah mengintainya saat ini. Dan dia mengenali pria itu, dia bawahan kak varel !?. Suci yang sudah mengenalinya hanya tersenyum tipis, tak ada yang dapat melihat senyumannya itu.


Dia baru saja sadar 'Ah ya, misiku, aku hampir melupakannya' pikirnya. Dia ternyata hampir melupakan sebuah misi penting.


Suci pun segera pergi dan berjalan memasuki lobi perusahaan.


......................

__ADS_1


Sedangkan kristian saat ini tengah bingung dengan hal aneh yang dialaminya akhir-akhir ini. Seseorang sedang mengusik dan mengorek informasinya. Kristian tidak mungkin diam saja setelah mengetahuinya.


Kristian mengambil benda pipih yang berada diatas mejanya, dan menghubungi seseorang.


Tut, tersambung.... "Halo tuan, ada apa" tanya orang yang ada disebrang telepon.


"Bereskan" jawab kristian dengn dingin dan datar.


"Baik, tuan" jawabnya tegas, dan sudah memahami maksud dari tuannya ini.


Tut, benda pipih tersebut dimatikan dan dilemparkan ketempat semula. "haaah" kristian menghela nafas panjang dan berat.


Tok tok tok, ceklek terdengar suara ketukan pintu dan pintu ruangannya terbuka. Suci berjalan menuju meja kristian dan berkata "Pak, saatnya rapat dengan tuan Ali" ucap suci.


Kristian yang mendengarnya sedikit tertegun dan kembali memasang ekpresi datarnya. Sangat cepat bahkan tak terlihat, namun lain halnya dengan suci dia telah berhasil menangkap sikap aneh sang bosnya itu. Namun suci tetap diam seakan tak melihatnya.


Suci mengikiti kristian menuju parkiran. Ditengah perjalanan suci masih memikirkan sikap aneh bosnya itu. 'kenapa dia tertegun mendengar nama tuan ali ini' batinnya.

__ADS_1


'walau sebentar, aku dapat meihat hal itu. Siapa tuan ali ini sebenarnya' pikirnya.


Suci yang masih sibuk dengan pikirannya terhenti saat berjalan, dan sibuk dengan lamunannya itu.


Kristian hendak memasuki mobilnya, namun ia sadar sang sekretaris tak ada dibelakangnya. Kristian pun menoleh kebelakang, dan melihat suci yang masih terdiam ditempatnya. Kristian pun berjalan menuju suci yang masih dalam lamunannya.


'Apa tuan ali ini punya hubungan atau suatu hal lain dengan pak kristian' pikirnya.


"Mungkin ini petunjuk untuk rahasia yang tertutup rapat milik CEO ini" gumamnya.


"Aku akan membongkahnya" ucap suci.


"Membongkar apa ??" tanya kristian yang sedang berjalan menuju suci.


Suci yang mendengar perkataan tersebut, terkejut bukan main. Suci pun mematung ditempat, dia hendak berpikir untuk merangkai kata-kata untuk pertanyaan sang bosnya ini.


"Membongkar motor milik saya pak, dan menggantinya dengan suku cadang yang baru" jawabnya dengan nada sedikit ragu.

__ADS_1


Bukan kristian yang langsung mempercayai seseorang. Tentu saja dia mencurigai suci karna ada sebersit keraguan yang terlihat diwajahnya. Kristian memiliki sifat yang selalu menimbang dan memikirkannya matang-matang sebelum berbuat sesuatu.


"Hmm, benarkah" ucapnya dengan menaikkan sebelah alisnya.


__ADS_2