Rahasia Sang CEO Tampan Dan Misteri Sang Sekretaris

Rahasia Sang CEO Tampan Dan Misteri Sang Sekretaris
Menarik...


__ADS_3

"Tentu saja mengapa saya harus membohongi bapak, emangnya ada untungnya buat saya" ucap suci mencoba meyakinkan kristian.


"Tapi aku tak pernah melihatmu mengendarai motormu itu" timpal kristian sambil menaikkan satu alisnya.


"Untuk hal ini, saya disini sudah bekerja seminggu lebih namun motor saya sudah rusak sekitar dari sebulan yang lalu" jawabnya meyakinkan kristian bahwa ia tak berbohong.


"Kalau begitu kenapa kau tak memperbaikinya dari kemaren-kemarennya" selidik kristian.


'Sialan nih orang perkara motor rusak aja diperpanjang, bilangnya waktu adalah uang. Lagian juga emang gwe punya uang sebanyak apa buat benerin motor gwe, orang gwe mau modifikasi tu motor' suci mengumpat, mencoba menahan dan tak mengeluarkannya.


"Hmm, sudahlah ayo kita berangkat" ucapnya dan langsung melenggang pergi.


"Baik" jawab suci yang masih mencoba menahan amarah.


'Menarik' batin kristian sambil mengangkat sudut bibirnya. Namun hal ini tak dapat dilihat suci karna posisi kristian ada didepan suci. (biasa kata-kata legendaris CEO dinovel dan komik).


Kristian kini mulai tertarik dengan cara bicara suci yang pintar, dan selalu berpikir cepat.


...****************...

__ADS_1


Kristian dan suci kini telah berada di perusahaan 'Entertaiment forth back'. Memang terdengar sedikit aneh, karena setiap usaha maupun itu perusahaan pasti mengalami forth back ini. Namun pendiri perusahaan ini ingin menamainya seperti ini, dengan dalih latar belakang keluarganya dahulu. Nama perusahaannya ini dijadikan motivasi bagi yang paham akan sulitnya bertahan hidup, dan mencoba untuk bertahan dari kesulitan hidup dan bangkit.


Suci dan kristian kini sedang menuju ruangan ali, yang dipimpin oleh sanny yang tak lain adalah sekretaris dari ali saat ini.


Tok tok tok "Masuk" terdengar sara bariton menjawab ketukan pintu. Ceklek, "Tuan, tuan kristian dari GO IT dan nona suci telah disini" ujar sekretaris itu dengan sopan.


"Wah benerkah, kristian nona suci silahkan duduk" sambut ali dengan hangat.


Suci mengernyit 'nona' kata ini berhasil mengusik pikiran suci. Bukankah seharusnya ia menyebut suci sebagai 'sekretaris tuan kristian' bukan 'nona suci'.


Kristian yang melihat ekspresi suci hanya meliriknya sebentar, lalu mengalihkan pandangannya pada ali. Lalu kristian duduk di sofa.


"Suci" suara datar dan dingin itu membuyarkan segala pemikiran suci. "Ya pak, ada apa" suci terheran karena bosnya memanggilnya.


"Oh ayolah, kristian jangan terlalu dingin kasihan sekretarismu sampai takut" ucap ali sampil menepuk pundak kristian.


"Hmm" kristian hanya berdehem.


Suci yang mulai sadar akan keiritan kristian berbicara pun terperangah. Bagaimana bisa bosnya yang cerewet ini sekarang irit bicara.

__ADS_1


Kristian yang melihat tingkah suci pun memelototinya. Suci yang sadar akan hal itu pun bergegas untuk duduk.


Kini pertemuan telah usai, kristian dan suci pun pamit undur diri. "Baiklah sampai jumpa kristian, suci" ujar ali.


Kristian hanya berdehem menjawab ucapan ali. Sedangkan suci "Baiklah sampai jumpa tuan ali" menjawab ucapan ali dengan ramah dan senyum sopan.


"Oh ya nona suci, berhati-hatilah jika kau tak waspada maka kau bisa tergigit kapan saja" ujar ali kembali, namun kali ini bukan senyuman ramah tadi tetapi senyum yang tak dapat diartikan.


Suci kembali mengernyit tanda bingung dan tak paham akan ucapan ali. 'tergigit' apa maksud dari satu kata ini, siapa yang ingin makan manusia terutama dirinya.


Suara tawa dari ali pun pecah melihat kebingungan diwajah suci. "Bwahahaha, apa kau menganggap serius ucapanku ini. Kau memang lucu suci, ekpresi kebingunganmu itu sangat lucu...bwahahah, perutku sampai sakit" ujar ali sambil tertawa terbahak-bahak.


"pfft, itu kan hanya candaan suci jangan terlalu kaku" lanjut ali meyakinkan suci tentang candaannya.


Suci yang mendengar perkataan itu pun hanya bisa tersenyum canggung. Ia bingung harus bereaksi seperti apa.


Kristian yang melihatnya hanya diam sejak tadi, entah karna tak peduli atau ada hal lain yang dipikirkannya. Suci tak mampu menebak pikiran bosnya ini.


Kristin dan suci telah keluar dari perusahaan itu "Jangan terlalu dekat dengannya" ujar kristian secara tak terduga, dan ia pun langsung berjalan meninggalkan suci.

__ADS_1


"Haah, ada apa dengan pria itu bukankah dia dekat dengan tuan ali. Tapi kenapa dia mengatakan hal ini padaku" heran suci.


"Hah, sudahlah dari pada memikirkan hal tak berguna ini lebih baik aku pergi menyusulnya" ujarnya sambil berjalan menuju tempat parkir.


__ADS_2