
Semenjak malam itu kristian menjadi berubah 180⁰ dari sifat aslinya. Seperti yang kita tau dia sangat sombong, tapi kini ia menjadi rendah hati. Kenapa dia sebenarnya, apa dia benar-benar sakit pikir suci.
Akan tetapi kristian hanya berubah ketika didekat suci, ini semakin membuat suci bingung. Ingin bertanya, tapi keraguan terlalu besar.
Suci dan kristian hendak pergi rapat, namun suci melihat adanya kerumunan. Suci yang penasaran pun langsung menuju TKP. Suci melihat salah seorang pegawai yang kini tengah dijambak, dari perbincangan mereka suci tau mereka sepasang suami dan istri.
Suci yang melihatnya tak bisa diam saja "Berhenti, apa yang sedang kau lakukan" teriak suci sembari menghampiri mereka.
Mereka berdua langsung menoleh, pria itu tampak kesal karna ada yang menghentikan aksinya. "Siapa kau, beraninya menghentikanku" teriaknya.
"...."
"Kubilang kau siapa hah" ucapnya geram, ia berjalan menuju suci yang entah mengapa ia mematung ditempat. "Sialan, kenapa kau diam haah" lanjutnya sambil mengangkat tangannya.
__ADS_1
Suci masih mematung, ia tak sadar akan seseorang yang hendak menampar wajahnya. Untungnya ktistian bertindak cepat, ia dapat menangkis pukulan pria tersebut.
"Suci" bentak kristian, entah ada apa dengan suci ia tak dapat merespon kristian. Kristian yang kesal pun menggoyang-goyangkan tubuh suci, namun suci masih tak sadar bahkan sekarang ia pingsan.
Kristian sedikit panik, ia bergegas menggendong suci dan berlari menuju mobilnya. Semua orang yang ada disana tak dihiraukannya, sekarang yang terpenting adalah suci pikir kristian.
...****************...
Rumah sakit....
Ceklek, seorang dokter pun keluar. Kristian bergegas menghampiri dokter tersebut, "Bagaimana kondisinya dok, apa ada yang serius" tanyanya beruntun, dokter yang mendengar hal tersebut pun kaget. Apa benar ini kristian yang ia kenal "Tenang kris, ia baik-baik saja hanya memerlukan istirahat yang cukup" ucap dokter tersebut.
"Biklah aku permisi dulu, kau boleh melihatnya" ucapnya sembari menepuk pelan bahu kristian. "Makasih rob" ujar kristian "Yaps, itu adalah tugasku kris santailah" ya dokter tersebut bernama Robby, ia salah satu teman sma kristian. Ia bekerja sebagai dokter, robby juga menjadi dokter pribadi keluarga putra yang merupakan keluarga kristian.
__ADS_1
Kristian kini tengah menunggu seorang gadis untuk sadar, kristian tak paham mengapa gadis ini pingsan. Apa ia kurang istirahat, atau karna kejadian malam itu gumam kristian.
Selang beberapa saat suci pun mulai terlihat pergerakannya. Kristian senang akan hal itu, namun ia mengernyit melihat keringat dingin dan nafas yang tak teratur dari suci. Kristian panik, ia hendak pergi memanggil dokter.
Namun tangannya ditahan oleh suci "Jangan pergi....uhuk, tolong aku hiks, aku disini" suci mengigau cukup keras. Kristian terkejut dengan kata-kata yang suci keluarkan saat sedang mengigau. "Usshhttt, tenang aku ada disini" ucapnya sembari menggenggam tangan suci dangan erat. Suci pun kembali terlelap, kristian menatap gadis tersebut dengan bingung. Apa yang terjadi pada gadis ini pikir kristian.
Suci kini telah sadar, ia mencoba untuk duduk dan ia menyadari ia berada dirumah sakit. Ceklek, seorang pria tampan datang dengan membawa kresek. Pria itu langsung memeluk sang gadis yang telah sadar.
"Pak, kenapa bapak memeluk saya" suci heran dengan tingkah aneh kristian akhir-akhir ini.
"Akhirnya kau sadar juga, aku sampai khawatir suci" keluh kristian. Suci terdiam, dia merasa pelukan kristian ini sangat hangat. Mereka saling berpelukam cukup lama.
Suci sekarang telah sadar, ia langsung mendorong ktistian menjauh darinya. "Kenapa bapak khawatir emang saya kenapa, saya baik-baik aja kok" gerutu suci, suci kesal karna kristian main peluk-peluk saja dirinya.
__ADS_1
Kriatian tertawa kecil melihat wajah masam suci, baginya itu sangat lucu. "Apa kau tau kau telah tak sadarkan diri selama 3 hari" ucap kristian.
"A-apa" teriak suci tak percaya dengan yang ia dengar saat ini. Kristian hanya mengangguk membenarkan ucapannya tadi.