Rahasia Sang CEO Tampan Dan Misteri Sang Sekretaris

Rahasia Sang CEO Tampan Dan Misteri Sang Sekretaris
makan siang bersama ???


__ADS_3

Suci yang masih sibuk mencibir bosnya dalam hati. Tiba-tiba disuguhi pertanyaan aneh, menurutnya sih.


"Akhem, sekarang sudah masuk jam makan siang apa kau tidak pergi makan dan beristirahat ?" tanyanya dengan wajah datar.


"Eh ternyata sudah jam segini ya" ucapnya sambil melirik kearah jam ditangannya. "Kalau begitu saya permisi pergi dulu, untuk makan dikantin pak" ucapnya sopan.


Suci yang hendak keluar dari ruangannya terhenti oleh kristian. "Tunggu, tolong belikan makanan dari restoran didepan untukku. Ingat jangan lama-lama, kutunggu diruangganku" ucapnya, lalu ia melenggang pergi dari ruangan sekretarisnya itu.


"Baik" jawab suci, lalu suci pun hedak pergi menuju lift namun langkahnya terhenti lagi karna kristian memanggilnya. "Berhenti sebentar" kristian sedikit berteriak karna jarak mereka berdua yang cukup jauh.


Kristian kini berada dihadapan suci, dia merogoh sakunya untuk mengambil sesuatu. "Mana tanganmu" kristian memerintah suci untuk memberikan tangannya.

__ADS_1


Suci yang tak paham nurut-nurut saja dan memberikan tangannya pada kristian. Kristian meletakan black card yang diambilnya tadi ketangan suci "Pakai ini untuk membayar makananku, sandinya xxxxxx" suci lagi-lagi menurut dan mengambil kartu itu. Dia pun pergi menuju lift dan memasukinya.


...----------------...


Suci kini telah selesai membeli makanan dan sudah berada di dalam perusahaan itu. Ia kini sedang berjalan menuju ruangan dimana sang bos berada saat ini.


Suci telah tiba didepan pintu ruangan bosnya, ia mengetuk lalu memasuki ruangan tersebut untuk menyiapkan makanan bosnya itu. "Finish" ucapnya.


"Ada apa pak kristian menyuruh saya untuk duduk ?" tanyanya terheran.


"Suci saya bilang kamu duduk ya duduk, kamu bawahanku, sekretarisku maka kamu harus mematuhiku" ucapnya tegas mengingatkan akan status suci disini.

__ADS_1


Suci yang mendengar hal tersebut ingin sekali memberikan bogeman mentah pada mulut bosnya itu. Tapi apa daya dia hanya orang biasa yang statusnya 'lebih rendah' dari bosnya ini. Suci pun masih bersabar dan menuruti bosnya untuk duduk.


Suci yang telah duduk pun tertegun mendengar suara yang tadinya tegas dan dingin, kini sedikit merendah "Makanlah disini denganku, lalu kembali untuk bekerja lagi setelah ini" ucapnya.


Suci yang mendengarnya hanya tertegun 'lembut' suci heran dengan perubahan nada bicara bosnya itu.


Dia bertanya pada dirinya sendiri 'apa pendengaranku bermasalah sekarang, bagaimana bisa manusia kutub yang dingin ini berbicara dengan nada yang lembut' pikirnya.


Namun pikirannya itu terhempas jauh "Akhem, maksudku adalah dari pada kau membuang waktu dengan makan dikantin yang ramai, akan lebih baik makan denganku. Lagi pun waktumu sudah tersita saat kau telat sampai untuk bekerja hari ini..anggap saja jam istirahatmu yang masih tersisa sebagai kompensi untuk waktu yang telah kau sia-siakan" ucapnya panjang lebar dengan ekspresi datar.


'Sialan ini salahmu tau, jika saja kau tak menyuruhku pergi untuk membelikan makanan untukmu maka waktuku yang berharga tak akan terbuang sia-sia' umpatnya kesal namun tak keluar dari mulutnya.

__ADS_1


Suci sepertinya masih belum menangkap point pentingnya disini. Padahal point pentingnya adalah, kristian yang berkata panjang lebar untuk menjelaskan suatu yang tak terlalu penting. Sebagai CEO besar yang dingin kristian cukup hemat dalam berucap, anehnya saat suci datang dia menjadi pribadi yang mungkin bisa dibilang cerewet.


__ADS_2