Rahasia Sang CEO Tampan Dan Misteri Sang Sekretaris

Rahasia Sang CEO Tampan Dan Misteri Sang Sekretaris
Dia kabur ??


__ADS_3

Disuatu tempat ada seorang pemuda yang tengah kesal saat ini "Aah, begok lo pada ya" amuknya "kok bisa seorang cewek aja kabur dengan mudahnya, kayaknya kalian harus berlatih lagi deh" lanjutnya, semua orang yang mendengarnya pun langsung bergidik ngeri.


Pasalnya kata 'berlatih' ini bukan hanya sekedar latihan, akan tetapi sebuah latihan yang menyiksa. Para pria disana hanya bisa menunduk mendengar amukan sang bos.


"Hey, mengapa kau marah hah? Ada apa rey?" ujar seseorang dari belakang. Reyhan pun menengok untuk melihatnya, dia sudah tau siapa karna itu adalah sahabatnya sendiri.


"Haah, aku kesal karna dia kabur" reyhan menghela nafas panjang.


"Dia? Siapa?" tanyanya sambil menaikan sebelah alisnya.


"Hmm, namanya karin. Dia gadis tadi malam" jujurnya.


Sontak perkataan tersebut membuatnya terkejut "Maksudmu?" dia berusaha memastikan ucapan reyhan.


"Ya, gadis semalam. Apa kau lupa?" reyhan mengernyitkan dahi.


"Yang mana, mereka ada dua yang mana yang kau bicarakan" ujarnya dengan ekspresi dingin.


Reyhan bingung mengapa ia merasa temannya ini sedang kesal. "Yang bernama karin, bukankah aku sudah bilang tadi?" ia heran, sejak kapan temannya ini menjadi bodoh. Padahal dia sudah mrnyebutkan namanya tadi.


"Haah, maksudku dari mereka berdua yang mana yang karin" ujarnya, sambil menghela nafas panjang.


"Yang cantik itu" jawab reyhan santai.


Deg


Entah mengapa ia merasa aneh, kenapa pikirnya. Ia tiba-tiba saja melayangkan sebuah tinju kepada reyhan.


Buak buk bak


Reyhan tercengang apa salahnya coba. "Hey, apa maksudnya ini haah" ujarnya kesal.

__ADS_1


"Dia milikku bangsat, aku sudah menghabiskan malam dengannya" jujurnya.


Mendengar hal ini reyhan paham, sang sahabatnya ini tengah salah paham. "Hahahah, kau salah oi yang bersamaku yang satunya" ujarnya, ia merasa lucu melihat ekspresi kesal temannya.


"Bagaimana kau tau, yang kau bawa adalah yang lain" ia masih curiga.


"Hahah, bagaimana dua orang gadis bisa berada di dua tempat" ia mencoba menjelaskan.


"Maksudmu?" ia mengernyitkan dahi.


"Maksudku, aku membawa gadis itu sebelum memasuki ruangan itu" reyhan menahan tawa melihat ekspresi sang sahabat.


"Kenapa kau begitu" ujarnya dingin.


"Ahem, jangan bilang kau menyukainya. Ya kan ya kan" ujar reyhan semberi menyenggol pelan bahu sang sahabat.


"hemm" datarnya sambil menyingkirkan tangan reyhan.


"hmm" balasnya dengan deheman.


"Wait, wait jangan bilang kau tak tau nama gadis itu" terka reyhan.


Pemuda itu tersentak, ia baru ingat ia sudah lupa menanyakan namanya. Dan mendengar perkataan sang sahabat membuatnya terdiam 1.000 bahasa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sedangkan disisi lain ada dua sejoli, ups maksudnya sahabat sedang bersenda gurau.


"Hahah, al lo inget ngak yang tadi dia mau nyopet tapi malah kecopet" gelak karin terbahak.


Namun alexa hanya tersenyum kaku, karin pun yang melihat hal itu langsung menatap dalam sang sahabat.

__ADS_1


Bahkan alexa yang sudah termenung pun tak sadar telah ditatap oleh karin sag sahabat. 'dia kenapa sih, kek ada masalah' batin karin.


Ctak, jentikan jari karin membuyarkan lamunan alexa. "Al, lo tu kenapa sih kok jadi sering bengong sih" tanya karin ia bingung dengan sikap sang sahabat yang aneh.


"Hmm, ngak papa kok ta" dustanya, ia masih ragu untuk menceritaan kejadian malam itu. Ya bukan karna malu, tapi ia takut berita ini terdengar ketelinga seseorang. Dan orang itu bisa menghancurkan segalanya mendengar kabar buruk dan baik ini atau lebih tepatnya kejadian yang menimpa alexa maksudnya. Kejadian itu berguna dan bisa menjadi bumerang sewaktu-waktu.


Alexa berusaha tersenyum agar sang sahabat tak curiga lagi. Walaupun ia tersenyum karin masih menaruh curiga, dan berharap sang sahabat mau untuk terbuka padanya.


......................


Sudah seminggu semenjak kejadian di bar waktu itu, saat ini ada dua pria yang tengah galau. "Rey, lo bener-bener ngak bisa lacak mereka" ujarnya. "Ngak bisa mic, kalo lo gimana?" reyhan bertanya balik.


Mic hanya menggeleng, haah seruan nafas panjang dan raut frustasi kedua pemuda itu memancing penasaran dua orang lainnya. "Lah lu pada kenapa cok" tanya seseorang yang tiba-tiba muncul di saat galau mereka.


"Bisa diem ngak kami lagi ngak mood begok" ujar mic dan rey kompak.


"Njir kompak benr dah, wkwkwk" ia malah tertawa melihat kekesalan kedua pria itu.


"hmm" kedua pria itu berdehem bersamaan dan menatap tajam kearahnya.


Ia ciut melihat tatapan tajam kedua manusia itu. "psst, tu dua anak kenapa dah" ujarnya sambil menyenggol lengan san teman. "ngak tau, kalo lo nanya gue guenya nanya siapa? Dan juga mereka tuh bukan bocil tapi remaja labil" ujarnya santai.


"Njir remaja labil, maksud lo mereka kena serangan C.I.N.T.A gitu" ia mencoba menerka-nerka isi pikiran sang teman.


"Hmm" ia menggangguk membenarkan.


"Njir, siapa yang bisa lelehin ni dua manuia kutub?" herannya. "Orang kalo disentuh cewek aja mereka jijik, dan juga para cewek yang ngenggoda mereka pada jadi mayat" sambungnya.


"Udah ketemu pawangnya paling" ujarnya kelewat pendek.


"Oowh, bagus dah jadi mereka ngak ngebantai mulu" ujarnya sambil cekikikan.

__ADS_1


Sedangkan kedua remaja labil, ups maksudnya pria itu hanya diam. Mereka lebih memilih memikirkan gadis-gadis mereka, dari pada dua manusia ngak berguna itu.


__ADS_2