Rahasia Sang CEO Tampan Dan Misteri Sang Sekretaris

Rahasia Sang CEO Tampan Dan Misteri Sang Sekretaris
stevan..


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian, seoranng wanita cantik tengah berjalan dengan anggunnya. "wah, dia sangat cantik ya" bisik seseorang, namun gadis itu dapat mendengarnya. Semua orang yang melihatnya terpana, bukan hanya karna kecantikannya saja namun karna seseorang yang ada disampingnya.


Seorang lelaki kecil kini sedang menggenggam tangan sang gadis dengan posesif. Ia tampak kesal, saat semua orang memandangi sang gadis.


"Hmm, kau kenapa boy" ujar sang gadis, ia dapat melihat muka masam sang lelaki kecil itu.


"Huuh, mengapa mereka menatapmu begitu kau tau aku tak menyukainya kan" lelaki kecil itu mengerucutkan mulut kecilnya, sang gadis melihatnya seperti seekor bebek.


"Hahahah, biarkan saja kenapa kau kesal sekali haah" tanya sang gadis.


"Cih, apa kau tak lihat mereka melihatmu seperti apa. Aku tak suka melihatnya, apa perlu ku colok mata mereka" kesal lelaki kecil itu.


Sang gadis sedikit bergidik 'Hahah, kamu terlalu posesif boy' batinnya.


"Sudahlah jangan pedulikan mereka stev" ujar gadis, ups


maksudnya wanita itu.


Stev, atau lebih tepatnya stevan seorang anak lelaki tampan. Bahkan dia lebih tinggi dibanding anak seusianya, banyak yang mengira ia lebih tua 3 tahun dari umur sebenarnya. Dan juga wajah dingin dan juteknya itu menambah kesan dewasa. Bahkan saat tk, ia sudah mendapatkan banyak piala, dan piagam, tapi yang paling banyak adalah surat cinta.


'hahah, dia ini IQ nya berapa sih. Kenapa IQ ku kalah ya, apa dari pria itu. Dan yang paling menyebalkan, dia sangat mirip orang itu haah' batin sang gadis.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sedangkan ditempat lain, seorang pria tengah marah. "Apa kalian semua bodoh haah, dasar sampah semua" suaranya bahkan dapat memecahkan kaca, kalo pake mikrofon. Ia kesal karna lagi dan lagi wilayahnya disentuh orang lain.


Sedangkan para bawahannya hanya bisa menunduk. Ia dapat merasakan perubahan sang bos sejak 7 tahun yang lalu.


Flasback on...


7 tahun yang lalu, pemuda ini kehilangan orang yang dianggapnya berharga. Ya orang itu adalah alexa, orang yang mic telah ambila mahkotanya dan orang yang membuatnya tertarik.


Awalanya mic terpuruk, karena merasa bodoh saja. Kenapa? Dia mafia dan seorang gadis tak dapat ditemukan, bukankah artinya ia memang bodoh.


Dikamar hotel mic....


"Lo kemana sih, gue dah cari lo kemana-mana tapi lo masih aja ngak ketemu. Lo sembunyi dari gue ya, apa karna malam itu? Kalau iya, aku mintak maaf ya ya" ujar mic.


Pengawalnya bingung mengapa bosnya berlutut, dan sedang bicara dengan siapa?


"Eh, kamu jangan pergi aku bilang aku bakal tanggung jawab kan? Lihat aku sudah bicara sopan" mic berbicara aneh lagi, memang dengan siapa dia berbicara.


"Eh, kau benar suara tak bisa dilihat tapi didengar. Kalau begitu dengar suara jantungku ini, bukankah sangat cepat? Kau tau dia hanya berdebar untukmu, tolong kau tatap mataku kau lihatkan ketulusanku. Jadi, jangan tinggalkan aku ya ya" mic merengek seperti anak kecil.

__ADS_1


Apa bosnya hilang akal pikir para pengawal. Tiba-tiba reyhan datang.


"Hiks, mic kau tau karin masih belum ketemu hiks. Aku sudah mencarinya, bahkan ku cari sampai pelosok kenapa dia kabur mic hiks, hiks" isak reyhan, ia sudah menyadari perasaanny dari awal namun ia menyangkal. Dan sekarang ia tau bahwa menyesal tak mengenal menit maupun detik, itu terjadi begitu saja.


Sedangkan semua pengawal malah planga plongo melihat tingkah kedua bosnya itu.


Flasback off...


Sedangkan di tempat yan lainnya lagi, seorang gadis tengah termenung. "Kok, gue tiba-tiba mikirin dia sih gaje banget gue ah" ujar sang gadis, ia bingung sengan apa yang dipikitkannya.


"Hi, rin" sapa seorang pria.


"Hai, ren" jawab karin, ya gadis itu adalah karinesta sahabat dari alexa. Ia kini sedang berada di negara australia, ia sudah sangat jarang berkomunikasi dengan sang sahabat. Ia juga sadar bahwa alexa berusaha menghindarinya entah mengapa.


"Rin, rin, riiin, KARIN" pekik rendy.


"Haah, ya ren kenapa" tanya karin yang terkejut.


"Kok lo malah melamun sih rin" rendy heran dengan sikap karin hari ini.


"Lo, kenapa rin? Sakit kah?" tanya rendy dengan raut khawatir, dia menjulurkan tangannya menyentuh kening karin namu ditepis.

__ADS_1


"Gue ngak papa kok ren" ujar karin, ia berusaha menenangkan diri. Mulai dari hal yang dipikirkan sampai tentang sang sahabat. Walau tak bertemu, setidaknya alexa selalu memberi kabar tanpa bolong. Minimalnya 5-7 kali sehari, karin dapat merasakan kerinduan sang sahabat. Begitupun dengannya ia juga merindukan sahabat karibnya itu.


__ADS_2