Rahasia Sang CEO Tampan Dan Misteri Sang Sekretaris

Rahasia Sang CEO Tampan Dan Misteri Sang Sekretaris
Misi !?


__ADS_3

Suci yang sudah berada diruangannya pun langsung duduk dimejanya, dan langsung berkecamuk dengan keyboardnya.


Dari sejak masuk dalam ruangan, suci hanya mengetik dan menyusun jadwal untuk sang bos yang 'terhormat'.


Kring...kring, benda pipih yang ada di meja suci tiba-tiba bergetar karna ada panggilan masuk. Suci yang mendengarnya melirik kearah ponselnya dan melihat siapa yang menggangunya saat sedang bekerja.'cih siapa sih' saat suci melirik layar ponsel tertulis kakak bodoh.


"Hmm, ada angin apa sampai-sampai orang ini menelponku. Palingan untuk meminta atau menyuruhku berbuat sesuatu" keluhnya.


suci pun mengambil benda pipih tersebut. "Halo kak ada apa" ucapnya datar


"Ci, apa kamu sudah masuk kedalam perusahaan itu?" tanyanya.


"Sudah" jawabnya datar.


"Haah, apa kau masih marah mengenai masalah itu" tanyanya


"Tidak, mengapa aku harus marah buat masalah bodoh itu, aku hanya kelelahan karna hampir setengah hari ada di depan komputer" keluhnya.

__ADS_1


"Kau tak lupa dengan misimu kan" tanyanya dengan nada datar.


"Tidak, bagaimana bisa lupa ini adalah hari pertamaku kak kau terlalu terburu-buru kak" jawabnya dengan enteng tanpa beban.


"Oh ya, apa kalian makin hebat sekarang" ucapnya dengan sedikit mengejek.


"Apa maksudmu hah" pekik orang disebrang merasa terhina.


"Kenapa nada bicaramu begitu, aku kan hanya bertanya" jawabnya santai.


"Maksudku apa kau tidak takut saat kita sedang berbincang saat ini, pembicaraan kita disadap oleh seseorang" sambungnya.


"KAU" ucapnya geram, "Cih ingat misimu jangan sampai lengah" lanjutnya. Dia mematikan sambungan sepihak.


Suci tersenyum penuh makna, bukannya tersindir dia malah tersenyum. Memang aneh tapi bagi suci sendiri senyumannya itu adalah hal yang wajar.


Suci yang sibuk tersenyum, seakan ia sedang mendapatkan hadiah pun kini tak sadar ada seseorang yang tengah memandanginya dengan bingung.

__ADS_1


"Apa kau gila tersenyum sendiri, apa perlu kuantar kerumah sakit hmm" ucapnya dengan nada mengejek.


Suci yang mendengar ada suara asing tersentak dan terdiam. Ia bingung mengapa bosnya bisa masuk tanpa suara. Dibanding hal itu suci lebih terkejut karna dia tak menyadari kehadiran bosnya itu.


Suci heran, dan bingung hingga ia melamun sendiri dan berkecamuk dengan pikirannya. Seakan dia melihat sumur, namun tak tau kedalamannya ia bertanya-tanya akan seberapa dalam sumur tersebut. Pertanyaan terbesarnya adalah seberapa hebat kemampuan bosnya ini.


"SUCI" bentaknya, suci yang mendengar hal tersebut tersadar akan lamunannya. "I-iya pak, ada apa pak kristian datang kesini" tanyanya dengan gugup.


Kristan membentak suci bukan tanpa alasan, sejak tadi dia telah memanggil suci lebih dari 5 kali. Hal itu merupakan hal langka karna selama ini bukan dia yang dikacangin namun dia yang mengacangi orang lain. Dan dia baru mulai tersadar kalau dicuekin itu ngak enak.


"Apa saja jadwalku setelah makan siang hari ini" tanyanya.


"Hmm, pukul 02.30 siang ini anda ada information sharing pak. Dan untuk pukul 05.00 sore nanti anda ada pertemuan dengan tuan daniel" jawabnya dengan tegas dan tenang.


"Hmm, baiklah pekerjaan yang cukup bagus dihari pertama"


'Hmm, apa dia baru sana memujiku' suci terheran dengan kata-kata kristian.

__ADS_1


"Uhuk..hmm, maksudku pekerjaanmu memang bagus namun kau tidak boleh terlambat masuk lagi. Karna waktu adalah uang" ingatnya.


'cih, sialan kau. Tadi kau memujiku dan langsung mengejekku apa kau pikir aku an**ng. Yang bisa seenaknya kau sayang lalu kau buang hah' cibirnya.


__ADS_2