
Suci yang telah sampai diperusahaan pun bergegas masuk. Setibanya di dalam lift suci akhirnya bisa bernafas dengan lega. "huh...hah..huh..haah, cabek banget sumpah ni perusahaan gede banget dari luar ke lift aja udah dari ujung stadion yang satu ke ujung yang lainnya" ucapnya dengan nada hiperbola.
'Ok suci tenangkan dirimu, tarik nafas keluar huuh nah gitu. ok semuanya pasti akan baik-baik saja'.
'Ya semoga saja manusia kutub itu tidak memakiku, dia kan terkenal sombong dan arogan. Cih, mentang-mentang bos dia' batinnya.
Ting. "Huft, tenang ci rileks"
"Suci yang mulai rileks pun berjalan menuju ruangan bosnya, yang merupakan ruang CEO. Dia berdiri tepat didepan pintu ruangan CEO dan menatapnya sejenak "haah, tenang ci kamu udah ada disini sekarang jangan mundur ci".
Tok tok tok. Suci mulai mengetuk pintu ruangan tersebut "masuk" suara yang sangat dingin terdengar. Suara ini seakan-akan bisa membekukan seseorang, apa lagi tatapannya bisa saja orang meninggal saat menatap matanya.
__ADS_1
Suci yang sedikit takut mulai menenangkan dirinya lagi. Dia pun mendorong pintu ruangan tersebut dan mulai memasuki ruangan tersebut.
Suci akhirnya ada dalam ruangan tersebut, ia tepat berada didepan meja CEO. Namun dia tidak dapat melihat wajah bosnya itu, karna dia membalikkan badannya. Suci pun mulai memperkenalkan diri "Sebelumnya perkenalkan nama saya suci ---" sebelum selesai memperkenalkan namanya suci dihentikan oleh suara dingin tadi. "Kamu terlambat 35 menit 17 detik. Kau tau aku tak suka orang yang tidak kompeten, terutama terlambat masuk dihari pertama lagi" ucapnya menatap tajam suci dan berkata dengan nada sedikit mengejek.
Suci yang ditatap mematung karna takut, bisa iya bisa tidak dibanding takut dia lebih kearah gugup. Dia merasa seperti pidana yg sedang di introgasi. Selain itu suci bisa saja berteriak atau memaki karna di ejek, dia memiliki emosi yg labil. Tapi karna dia butuh pekerjaan ini maka dari itu ia mencoba untuk bersabar. Lagi pula gajinya besar, bahkan jika dia harus menjadi samsak pelampiasan amarah bosnya pun ia akan terima. Karna uang memang bukan segalanya, tetapi sesuatu yg ada didunia ini butuh uang.
Bosnya ini terkenal akan kekejaman, kearoganan/kesombongan, dan kelicikannya. Namun hal ini tak seberapa dibanding semua ini yang paling membuatnya terkenal adalah wajahnya yang dibilang tampan oleh semua orang. Alasan kenapa ku bilang cuman semua orang karna aku sudah jengkel, sampai ketampanannya itu tertutup untuk ku lihat.
Jika para wanita melihatnya pasti sudah mimisan dan pingsan melihat pesona pria ini, menurut rumor sih. 'Cih apa gunanya wajah tampan begitu jika hanya bisa bikin orang jengkel dan kesal dengan sikap arogannya itu' cibirnya.
"Ah, i-itu maaf saya terlambat karena terjadi sesuatu saat perjalanan" jawabnya tergagap karna kegugupannya.
__ADS_1
"cih, alasan" cibirnya
'sialan, tadi dia yang nyuruh jelaskan sekarang dia bilang alasan. Kalau dia bukan bosku pasti sudah kusupal mulutnya dengan sepatu ini'
"Kau sedang mrngataiku dalam hati?" tuduhnya tepat sasaran.
"Tidak, apa maksud bapak menuduh saya mengatai bapak. Lagi pun saya tidak pernah mengatai bapak" jawabnya.
"Ooh, ya sudah kalau begitu" timpalnya.
'Mampus ni orang peka banget sih, emang kelihatan ya dari wajahku' batinnya.
__ADS_1
"haah, sudahlah sana pergi keruanganmu dan lakukanlah tugasmu dengan benar" titahnya tak ingin dibantah.
"baik" suci pun pergi meninggalkan tempat itu dan menuju ruangannya yang berada tepat disamping ruangan CEO.