
"Bu aku mohon ibu bertahan ya, kita ke Rumah Sakit sekarang." Pinta Sandra dengan tangis yang tak bisa tertahan.
Cassandra Agustina seirang gadis cantik, baik, tangguh dan periang kini harus berjuang demi kesembuhan ibunya, ia rela melakukan apapun demi sang ibu, walaupun nyawa taruhan nya.
Wanita yang akrab di sapa Sandra itu kini sedang membawa ibu nya ke Rumah sakit dengan bantuan para tetangga, sesampainya di RS bu Arumi langsung di beri perawatan oleh tim medis.
Tak lama dokter yang menangani bu Arumi keluar dari ruang IGD dan menyuruh Sandra menemuinya di ruangan nya.
"Maaf apa anda keluarga pasien?" Tanya dokter tampan bername tag Indra.
"Iya dok saya anak nya," jawab Sandra
"Mari ikut saya ke ruangan saya" pinta Dokter itu, mereka pun kemudian berjalan menuju ruangan dokter Indra.
Setelah berada di ruangan kemudian dokter Indra menjelaskan dengan panjang lebar tentang penyakit ibu nya Sandra dengan terperinci.
"Ya ternyata kanker ibu anda sudah stadium akhir, dan harus segera di lakukan tindakan operasi 2 kali." jelas Indra
__ADS_1
"A...apa dok? operasi? 2 kali?" rasanya bagaikan di tusuk ribuan anak panah mengetahui kondisi ibu nya saat ini, bukan hanya karena penyakit nya tapi ia bingung dengan biaya operasi nya, yang harus 2 kali.
Dokter Indra hanya mengangguk saja, "Apa gak ada cara lain selain operasi dok?" tanya Sandra lagi.
"Hanya itu cara satu-satu nya untuk menghentikan penyebaran sel kanker di tubuh ibu anda, karena kalau tidak di lakukan secepatnya akan terus melebar ke seluruh tubuh nya, dan resiko nya kematian."
Duaaarrrr
Berasa di sambar petir di siang bolong, ia harus menelan pil pahit ini sendirian, tanpa ada sandaran untuk mengadu dan meminta bantuan.
Sandra pun masuk dalam lamunan memikirkan dari mana mendapatkan uang untuk operasi ibunya, tentunya biaya operasi tak sedikit apalagi haris 2 kali operasi.
"mbak apa anda baik-baik saja?" pertanyaan itu langsung membuyarkan lamunan Sandra.
"Maaf dok, saya tidak apa-apa tolong lakukan yang terbaik untuk ibu saya, saya akan segera melunasi untuk biaya operasinya" ucap Sandra yakin walaupun ia sendiri belum tau dari mana akan mendapatkan uang itu.
"Baiklah siahkan ke bagian administrasi dan serahkan file ini" titah dokter Indra sembari menyerahkan selembar kertas.
__ADS_1
Sandra pun keluar dari ruangan dokter dan menuju asministrasi untuk mendaftar dan meminta rincian biaya operasi ibunya.
"Maaf mbak saya mau mendaftar untik tindakan operas, ini data nya" sembari menyerahkan kertas yang tadi di berikan dokter Indra.
"Silahkan di tunggu mbak"
Tak lama petugas itu memberikan kembali kertas tadi, Sandra langsung membaca nya dan ia melongo dengan tagihan yang harus di bayar.
"What 150 juta untuk operasi yang pertama dan 250 juta untuk operasi yang ke dua? Ini gak salah kan mbak?" tanya Sandra pada petugas RS itu.
"Iya mbak itu sudah benar, bisa di lihay rincian nya, kalau mbak masih kurang yakin"
Tubuh Sandra seakan limbung ingin rasanya ambruk tapi ia tahan hingga duduk di kursi tunggu sambil menangis dan berpikir dari mana mendapatkan uang itu.
"Ya Tuhan dari mana harus dapat uang sebanyak itu? Merampok..? oh tidak bisa-bisa di penjara.. Jual diri?? ohh no.. gak mau.. atau minta sama Raffi Ahmad? ahh gak mungkin di kasih, emang siapa gue?" Arghh pusing gue" Sandra terus berdialog dengan hatinya sendiri sambil mengacak rambut nya prustasi.
Haii bestie ini kawasan wajib like and komen ya,
__ADS_1
Selamat datang di novel terbarunya aku, yang suka drama wajib baca pokonya, cerita ini akan banyak mengiras air mata loh..
Happy Reading ya...